Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Leyna Kabur


__ADS_3

Leyna langsung membungkam mulut. Dia tidak punya pilihan lain selain menerima perlakuan dan sikap buruk Egran terhadapnya kali ini.


'Beraninya bajing*n rendahan ini mengarahkan tatapan menjijikkan kepadaku. Apa dia merasa hebat karena hidupku bergantung padanya?' batin Leyna.


Egran melepas rantai nan menjerat badan Leyna. Menjelang melancarkan rencana kabur, Egran memeriksa situasi sekitar.


Terlihat sejumlah kesatria tengah berdiri di lorong penjara. Mereka tak melepaskan fokus sedikit pun dari tugas penjagaan mereka kala itu. Akan tetapi, hal ini bukanlah sesuatu yang mengganggu bagi Egran.


"Aku harus membuat mereka tertidur terlebih dahulu."


Egran melempar sebuah kantong. Asap tipis dibarengi aroma asing menyelimuti para kesatria tersebut. Perlahan satu per satu dari mereka tertidur lalu terjatuh ke atas lantai.


Sesudah memastikan para kesatria tidak lagi sadarkan diri, mereka berdua lekas keluar dari penjara bawah tanah.


"Ayo cepat, Yang Mulia! Kita tidak punya banyak waktu. Kita harus keluar dari sini sekarang juga sebelum terlambat."


Pada malam itu, Egran berhasil kabur membawa Leyna. Peristiwa menghilangnya Leyna membuat gempar seisi istana. Seluruh pasukan kesatria dikerahkan untuk mencari tahu ke mana Leyna kabur.

__ADS_1


"Bagaimana wanita itu bisa kabur?! Mungkinkah dia dibantu oleh seseorang?"


Mimik muka Lorcan sekilas menyimpan kemarahan. Namun, dia berusaha menahan diri di tempat duduknya sebab bagaimana pun dia harus memperlihatkan wibawanya sebagai seorang kaisar.


"Sebaiknya Anda periksa langsung ke penjara, Yang Mulia," ujar salah seorang bawahan Lorcan.


Melihat ekspresi serius dari bawahannya, Loecan pun tanpa berlama-lama segera bangkit di tempat duduk.


"Baiklah, bawa aku ke sana sekarang."


Lorcan dituntun menuju penjara bawah tanah. Di sana suasananya sedikit kacau. Para kesatria tampak bingung dan linglung.


Namun, belum sempat para bawahannya merespon, sorot mata Lorcan menangkap keberadaan sebuah kancing baju berwarna emas. Lorcan memungut kancing baju itu lalu menatapnya cukup lama.


'Kancing baju ini ....'


Lorcan tiba-tiba teringat tentang sesuatu. Ingatan masa lalu terlintas dalam sekejap.

__ADS_1


'Hanya ada satu orang yang memakai baju dengan motif kancing ini.' Lorcan tersenyum miring. 'Siapa sangka pria itu langsung yang datang menjemput wanita gila itu. Tampaknya dia bekerja di bawah perintah Kaisar Dorton.'


Sekitar sepuluh menit kemudian, Andressa datang. Gadis itu bergegas kemari seusai menerima laporan terkait kaburnya Leyna dari penjara.


''Ada jejak aroma pemakaian alat sihir. Berarti wanita itu kabur dari sini menggunakan alat sihir dan dibantu oleh seseorang," gumam Andressa menelisik situasi kala itu.


Melihat kedatangan Andressa, Lorcan menghampiri gadis tersebut. Terpasang raut muka serius di garis wajahnya menandakan Andressa tengah berpikir keras mengenai masalah ini.


Lorcan bertanya, "Bagaimana menurutmu? Bagaimana cara wanita itu kabur?"


"Ini sedikit rumit. Ada seseorang yang membantunya, sepertinya mereka menggunakan trik kotor untuk kabur dari sini."


"Trik kotor? Apa maksudmu?"


Andressa menghela napas panjang. Dia harus berhati-hati supaya tidak menyebutkan soal alat sihir.


"Sebelum kabur, mereka terlebih dahulu sengaja membuat para kesatria tertidur menggunakan asap penidur. Tidak heran kenapa tidak ada yang sadar dengan kaburnya mereka dari penjara ini."

__ADS_1


"Aku paham. Asap penidur ya? Itu artinya memang pria itu yang membantu ibu suri untuk kabur. Aku tidak mengira dia benar-benar menampakkan dirinya ke permukaan lagi."


__ADS_2