Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Energi Mana Telah Bocor


__ADS_3

Andressa sesaat memasang tampang serius. Dia semakin mencurigai penyebab kebakaran tersebut.


"Siapa pekerja itu? Di mana dia sekarang? Saya ingin berbicara dengannya," tanya Andressa.


"Tunggu sebentar. Biar saya suruh seseorang untuk memanggilnya."


Viscount Kaidan bergerak cepat menyuruh bawahannya untuk membawa pekerja penginapan ke hadapan Andressa. Gadis itu terlihat amat penuh rasa penasaran terhadap apa yang sebelumnya dipergoki oleh si pekerja penginapan.


"Nona, Anda memanggil saya?" Sesosok wanita muncul di depan mata Andressa.


"Iya, aku ingin menanyakan perihal orang yang kau lihat sebelumnya. Di mana kau melihat orang itu? Bagaimana gerak-geriknya?"


Wanita itu sepertinya masih terpukul atas insiden yang terjadi. Namun, dia masih berupaya tetap meneguhkan hatinya demi menjelaskan apa yang dia lihat beberapa waktu lalu.


"Saya melihat seseorang di belakang halaman penginapan. Orang itu mengenakan pakaian tertutup dan begitu saya menegurnya, dia lari ketakutan. Lalu tidak sampai lima belas menit setelahnya, api besar menyala dan melahap penginapan. Padahal saya yakin bahwa tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya kebakaran sebelum itu."


Andressa mengangguk paham atas penjelasannya. Dia kini menaruh curiga kepada orang yang dimaksudkan itu.


"Tidak sampai lima belas menit api langsung menyambar penginapan? Jelas ini sangat janggal. Tampaknya aku harus memeriksanya sendiri," gumam Andressa.

__ADS_1


Menyaksikan Andressa mulai bertambah serius, Viscount Kaidan dan Marquess Gencio yakin bahwa Andressa akan segera menemukan jawabannya.


"Tolong bawa aku ke halaman belakang tempat kau bertemu orang itu. Ada sesuatu yang mau periksa." Andressa meminta wanita itu mengantarnya.


"Baik, Nona. Silakan, biar saya antar Anda ke sana."


Andressa berjalan sesuai jalan yang ditunjukkan si pekerja wanita. Indera penciuman Andressa cukup terganggu karena aroma dari sisa puing-puing bangunan yang hangus terbakar. Ditambah dia baru mendapatkan kabar kalau ada beberapa orang yang tidak dapat diselamatkan dari dalam penginapan tersebut.


"Di sini saya bertemu dengan orang itu, Nona."


Wanita itu pun menunjuk ke arah samping pohon di halaman belakang penginapan. Netra Andressa menyusuri secara teliti sekitar sana.


Wanita itu mengangguk. Dia menundukkan pandangannya dan langsung berbalik badan untuk pergi dari sana.


Andressa melangkah mendekat ke arah pohon yang telah hangus dilahap api. Kemudian tiba-tiba saja Andressa merasakan sesuatu yang tidak asing. Tangannya menyambar cepat menggali tanah di samping pohon. Dia menemukan sebuah bola kecil berwarna merah cerah.


"Bola mana?! Bagaimana bisa ada bola mana di sini?!"


Andressa syok bukan main. Matanya melebar dan tak berkedip sedikit pun.

__ADS_1


"Oh, ternyata benar dugaanku." Lion muncul mendadak di samping telinga Andressa.


Andressa terperanjat kaget akibat kedatangannya yang selalu tiba-tiba begini.


"Tidak bisakah kau datang menyapaku terlebih dahulu? Sial! Kau hampir membuat jantungku hilang," omel Andressa.


"Aku tidak bermaksud begitu, tetapi ini benar-benar menarik perhatianku. Siapa sangka dugaanku tak meleset."


Andressa melirik jengkel Lion.


"Memangnya dugaanmu apa?"


"Dugaan bahwa energi mana telah bocor ke dunia ini."


Andressa kembali syok. Dia menangkap Lion dan meremas tubuhnya.


"Hah?! Kau bilang apa barusan? Energi mana telah bocor ke dunia normal ini? Apa maksudmu? Cepat kau jelaskan padaku!"


Andressa mengguncang-guncang tubuh Lion hingga membuatnya pusing.

__ADS_1


"Iya, aku akan menjelaskannya padamu. Tolong berhentilah mengguncang badanku, sialan!"


__ADS_2