Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Obat Berhasil Diciptakan


__ADS_3

Sekembalinya Andressa dari hutan Rovas, seisi wilayah Selion langsung menyambut kepulangannya dengan sangat hangat. Mereka sekaligus merasa lega karena Andressa terlihat baik-baik saja.


"Selamat datang kembali, Nona." Sesosok anak kecil membungkuk memberi kalimat sapaan kepada Andressa.


Sampai sekarang dia tidak tahu mengapa semua orang memperlakukannya dengan sangat hormat. Namun, Andressa tidak merasa terganggu akan hal tersebut.


"Ya, terima kasih. Sekarang aku akan meracik obat untuk kalian. Sementara waktu, kalian jangan meminum air dan makan tumbuhan dari hutan. Aku tidak mau sakit kalian malah kian parah. Aku berjanji akan menyelesaikannya dengan cepat," tutur Andressa.


"Baik, Nona. Kami akan menunggu Anda dan akan mengikuti apa yang Anda katakan."


"Bagus! Aku masuk sekarang."


Andressa menyusun alat-alat yang diperlukan satu per satu. Sedangkan Amelia berperan sebagai pengamat. Dia telah menyiapkan buku untuk mencatat apa saja yang dirasa penting.


Pertama-tama, Andressa menghancurkan bunga lonceng merahnya terlebih dahulu. Setelah itu, dia menyiapkan beberapa bahan tambahan lainnya.


'Wah, luar biasa.'


Gerakan tangan Andressa terlihat sangat cepat seolah-olah dia telah terbiasa menghadapi situasi tersebut dan meracik obat dalam jumlah besar. Sampailah ketika momen paling mendebarkan. Andressa harus mengekstrak bahan-bahan penawar racunnya sampai beubah rwarna menjadi bening.


"Sepertinya aku berhasil membuatnya. Dengan begini aku bisa membantu penduduk Selion untuk mengobati penyakit yang menggerogoti hidup mereka."

__ADS_1


Andressa segera mengemas obatnya dalam masing-masing satu botol kecil. Obat ini hanya bisa digunakan menggunakan sebuah jarum suntik.


"Nona, apakah obatnya sudah siap digunakan?" tanya Amelia.


"Iya, sudah. Aku harus segera—"


"Nona Andressa, tolong! T-Tuan Belmir! Tuan Belmir ...."


Seorang pria menerobos masuk ke dalam klinik. Dia berlari sambil meneriakkan nama Belmir. Ada nada panik dan khawatir bersamaan dengan teriakannya. Andressa segera saja pergi menemui pria itu.


"Ada apa dengan Tuan Belmir? Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya?" Andressa bertanya perihal kondisi Belmir.


Detik itu juga, Andressa mengambil racikan obatnya dan bergegas pergi ke luar klinik.


"Tunjukkan kepadaku di mana rumah Belmir! Aku akan menyelamatkannya dari kematian!"


Pemuda itu lekas menuntun jalan Andressa ke kediaman Belmir. Di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatangan Andressa.


"Nona, tolong selamatkan Tuan Belmir!" pinta dari penduduk Selion.


"Tenanglah, kalian. Aku pasti bisa menyelamatkan Belmir. Tunggu sebentar, aku periksa dulu kondisi tubuhnya."

__ADS_1


Sebelum suntik, Andressa memeriksa terlebih dahulu suhu tubuh, denyut nadi, serta detak jantung Belmir. Setelah melakukan itu, ia langsung menusukkan jarum suntik ke permukaan kulit Belmir.


"Aku mohon ... bereaksilah! Jangan sampai racikan obatku menjadi sia-sia."


Beberapa detik seusai Andressa menyuntikkan cairan obat, Belmir langsung hening dan tidak lagi meronta sakit. Bagaikan sihir, suhu tubuhnya menjadi lebih normal dari sebelumnya.


"Apakah Tuan Belmir berhasil diselamatkan?"


Andressa mengangguk. "Tenang saja, Belmir tidak perlu menanggung sakit lagi. Sekarang dia hanya perlu beristirahat sejenak. Obatnya sedang bereaksi di tubuhnya," jelas Andressa.


Para penduduk akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, Belmir adalah pemimpin wilayah Selion sehingga mereka takut kehilangan sosok pemimpin baik hati layaknya Belmir.


"Apa itu berarti Anda berhasil menciptakan obat menyembuhkan penyakit kami?" tanya seorang perempuan.


"Ya, aku berhasil melakukannya. Apakah kalian siap untuk diobati?"


Ekspresi mereka berubah sumringah dan penuh semangat.


"Siap, Nona!"


"Bagus, ayo berkumpul di depan klinik semuanya."

__ADS_1


__ADS_2