Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Alat Sihir Berbahaya


__ADS_3

Andressa menghela napas kasar. Kesibukannya beberapa waktu belakangan ini membuatnya tidak bisa keluar dari klinik sehingga tugas yang diberikan Lion belum sempat ia laksanakan secara maksimal.


Andressa lalu menjawab, "Maafkan aku, aku belum sempat mencari keberadaan alat-alat sihir yang terlempar ke dimensi ini. Tunggu sampai aku punya waktu luang, nanti aku akan mencarinya lagi."


"Berapa banyak alat sihir yang sudah terkumpul sampai sekarang?"


Andressa bergegas bangkit dari tempat duduk mengambil kotak penyimpanan alat sihirnya. Dia membuka kotak tersebut dan menghitung alat sihir yang hanya terlihat beberapa saja.


"Baru sebanyak ini yang terkumpul. Namun, di antara semua ini tidak ada alat sihir yang berguna. Semuanya hanyalah sampah yang pernah dibuang oleh menara sihir dahulu."


"Apa yang kau katakan tidak salah. Memang semua alat sihir ini tidak berguna. Akan tetapi, menurut laporan dari rekan-rekanku, ada alat sihir berbahaya yang turut masuk ke dimensi ini. Aku rasa kau harus melihat alat sihirnya."

__ADS_1


Lion memberikan sebuah kertas kepada Andressa. Di sana tergambar sejumlah alat sihir berbahaya. Sungguh, Andressa kala itu sangat terkejut tatkala melihat gambar tersebut.


"Bagaimana bisa alat-alat ini bisa masuk ke sini?"


Ada tiga buah gambar alat sihir berbahaya. Di antaranya sebuah pot bunga berisi sebatang tanaman berduri, sebuah kotak pandora, serta sebuah buku sihir terlarang.


"Kau terkejut? Aku lebih terkejut daripada dirimu. Sudah jelas alat-alat ini pernah kau segel dulunya. Aku tidak tahu mengapa segelnya terlepas dan akhirnya malah masuk ke dimensi ini," tutur Lion.


"Aku tidak boleh membiarkan alat-alat sihir berbahaya ini jatuh ke tangan orang yang salah. Bisakah kau katakan kepadaku di mana lokasi terakhir keberadaan alat-alat ini?"


Andressa merasa pusing. Tidak disangka masalahnya akan menjadi lebih serius daripada yang ia bayangkan. Siapa sangka alat-alat sihir tersebut dia jumpai kembali di kehidupan kali ini.

__ADS_1


"Baiklah, nanti aku akan mencarinya ketika aku punya waktu luang," ucap Andressa.


"Aku juga akan membantumu mencari titik lokasinya. Mustahil kau bisa berkeliling di wilayah kekaisaran dan kerajaan yang jumlahnya sangatlah banyak."


"Ya, terima kasih."


Selepas memberi informasi kepada Andressa, Lion pun pamit untuk kembali ke tempatnya bekerja. Ada banyak hal yang harus dia lakukan mulai sekarang demi mencari di mana gerangan alat-alat sihir tersebut kini berada.


Mereka berdua berharap alat-alat itu tidak jatuh ke tangan orang yang salah. Sangat berbahaya bila ada manusia yang menggunakan alat-alatnya untuk mendapatkan kekuasaan atau pun kekuatan.


"Dari mana aku harus memulainya?"

__ADS_1


Andressa membentangkan peta dunia. Dia melihat satu per satu wilayah kerajaan dan kekaisaran yang tersebar di seluruh dunia ini. Namun, ada satu kekaisaran yang membuatnya menaruh curiga besar.


"Kekaisaran Dorton ... mungkinkah alat-alat sihir itu ada di tempat ini? Aku hanya menebak-nebaknya saja, tetapi aku tetap berharap alat sihir itu tidak jatuh ke tangan manusia lain. Aku tidak bisa membayangkan bila seseorang membuka kotak pandoranya dan membaca sihir terlarang dalam buku tersebut," gumam Andressa.


__ADS_2