
Jauh dari kebisingan ibu kota, terdapat sebuah tempat persembunyian yang berada di antara gang-gang sempit. Tempat berupa sebuah gedung kumuh itu diisi oleh beberapa orang di dalamnya.
Orang-orang tersebut mengangkut sejumlah kotak berisi cairan berbahaya. Selain itu, terdapat obat-obat terlarang di dalamnya.
"Ini sudah semua kan? Tidak ada lagi?"
"Ya, ini sudah semua. Kita harus cepat mengirim ini semua ke wilayah kekaisaran dan kerajaan."
"Jangan sampai rencana kali ini digagalkan. Pokoknya, kita harus menjauh sementara waktu dari kekaisaran Emilian."
"Aku paham. Wanita muda yang bernama Andressa itu berhasil menangguh efek dari cairan mematikan ini. Aku tidak tahu mengapa, tetapi dia punya pengetahuan melebihi tabib biasa."
"Benar itu. Sekarang kita dipaksa mendistribusikan cairan dengan efek yang lebih kuat lagi. Aku harap kita berhasil dan Tuan puas dengan kinerja kita."
Tidak jauh dari sana, terdapat sebuah kasino ilegal nan mewah. Di dalam kasino tersebut, ada banyak sekali bangsawan berdatangan. Mereka melakukan perjudian hingga transaksi ilegal lainnya.
__ADS_1
Di tengah itu, tampak sesosok pria bermuka tampan. Dia duduk dikelilingi para wanita cantik berpakaian vulgar. Pria itu adalah Egran — tabib yang dahulu pernah pernah diusir karena melakukan eksperimen membahayakan.
Sekarang hidupnya sangat makmur dan dikelilingi banyak harta. Semua dia dapatkan dari hasil penjualan cairan yang menyebarkan virus serta dari hasil penjualan obat-obatan terlarang.
"Tuan Egran, saya ingin memesan cairan itu. Bagaimana caranya? Saya butuh untuk memusnahkan wilayah kekuasaan seseorang supaya saya bisa menguasai wilayahnya."
"Saya juga ingin memesannya. Tolong beri tahu saya, berapa harga yang harus saya bayarkan? Saya tidak peduli berapa pun itu, pasti akan saya bayar secara lunas."
"Tolong, Tuan. Saya butuh obat-obatan terlarang, saya ingin memberinya kepada beberapa orang yang mau saya singkirkan."
"Aku akan memberikannya kepada kalian, tetapi dengan syarat bahwa kalian harus merahasiakan tentang aku. Apabila kalian berani membocorkannya, maka aku tidak segan-segan menghabisi nyawa kalian," gertak Egran serius mengancam mereka.
Para bangsawan itu merinding tatkala Egran melontarkan ancaman terhadap mereka.
"Baik, Tuan! Kami menyanggupinya. Kami berjanji takkan memberi tahu siapa pun mengenai Anda."
__ADS_1
Egran tersenyum puas. Dia memutuskan untuk menerima kerja sama ini.
"Baiklah, hubungi aku lagi nanti. Aku akan memberi kalian harga yang pas dan pastikan kalian membayarnya sekaligus karena aku tidak menerima pembeli yang berutang," tegas Egran.
"Ya, kami akan menemui Anda lagi nanti."
Para bangsawan itu amat senang mendapatkan persetujuan jual beli dari Egran. Begitu pula dengan pria itu. Dia bahkan berkali-kali lipat lebih bahagia.
"Betapa bodohnya mereka. Aku hanya memanfaatkan uang kalian. Apabila kalian tertangkap dan berada dalam bahaya, maka aku akan langsung menghabisi nyawa kalian."
Egran meneguk alkohol yang berada di genggamannya.
"Dengan begini, akan banyak wilayah kekaisaran dan kerajaan yang hancur. Aku juga harus menuntaskan dendamku kepada Lorcan. Pria itu harus mati bagaimana pun caranya. Hanya saja, ada sesuatu hal yang membuatku terganggu."
Egran meneguk alkoholnya sekali lagi.
__ADS_1
"Gadis bernama Andressa itu entah mengapa aku berfirasat kalau dia akan menjadi penghalang besar untukku."