Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Marchioness Jevano Terbunuh


__ADS_3

Marquess Gencio memanggil beberapa orang untuk membantu Andressa. Mereka bergerak cepat untuk mengembalikan kesuburan tanah serta kemurnian sumber air. Dalam beberapa jam setelah ini, airnya bisa kembali digunakan.


Ramai orang berterima kasih kepada Andressa. Gadis itu kembali menjadi pahlawan penyelamat nyawa penduduk wilayah Gencio.


"Akhirnya selesai juga." Andressa mendudukkan diri di atas tempat tidur.


Hari ini dia menginap di kediaman Marquess Gencio. Tubuhnya sangat lelah seharian mengurusi masalah yang tiada habisnya.


Andressa merebahkan badan. Bola matanya menatap ke arah langit-langit kamar sembari memandangi telapak tangannya.


Samar-samar dia merasakan adanya dorongan aliran mana yang kian menguat di tubuhnya. Hal ini satu-satunya yang tidak dia ketahui penyebabnya.


"Mengapa bisa ada mana di tubuhku? Walaupun aku tidak bisa menggunakannya untuk bertarung, tetapi setidaknya aku bisa menggunakan mana ini untuk mengobati orang lain. Ya, ini adalah mana healer, semakin besar mana yang aku peroleh, mungkin aku dapat menyelamatkan orang lain tanpa melakukan hal merepotkan lagi. Namun, bagaimana cara aku mendapatkan manaku kembali?"


Andressa terus bergumam sendirian dan tenggelam di dalam pikirannya. Hingga tanpa sadar dia malah tertidur ketika memaksakan dirinya untuk berpikir. Rasa lelahnya terbenam di dalam tubuh bagian terdalam. Dan hanya bisa dipulihkan dengan tubuh yang terlelap nyenyak malam ini.

__ADS_1


"Nona, bangun! Ini sudah pagi!" Amelia mengguncang tubuh Andressa yang masih tertidur ketika matahari sudah terbit sedari tadi.


"Ada apa? Biarkan aku tidur lima menit lagi." Andressa menggeliat dan menarik selimutnya kembali.


"Tidak boleh! Anda tidak boleh tidur lagi. Cepat bangun, Nona! Ada sesuatu yang harus Anda dengar."


Andressa tak menggubris Amelia. Sampai gadis itu meneriakkan sesuatu yang membuat Andressa tersentak dari tidurnya.


"Ini dari istana! Pihak istana mengatakan kalau Marchioness Jevano mati terbunuh di dalam penjara!"


"Apa yang kau katakan barusan? Marchioness Jevano mati terbunuh? Siapa yang membunuhnya? Apa pelakunya sudah tertangkap?" Andressa mencecar Amelia dengan berbagai pertanyaan.


"Tenanglah, Nona. Saya tidak bisa menjelaskannya. Anda harus menemui Marquess Gencio karena beliau baru saja mendapatkan surat dari istana."


Andressa mengatur irama napasnya. Sejenak kepalanya terasa pusing karena sangat terkejut. Padahal dia belum memulai penyelidikan dan investigasi terhadap kasus tersebut.

__ADS_1


"Sialan! Aku belum sempat berbicara dengan wanita itu dan sekarang dia sudah mati? Apa-apaan ini? Baiklah, bantu aku bersiap-siap sekarang."


Andressa bergegas bangkit dari tempat tidur. Amelia membantunya mandi dan berganti pakaian. Setelah itu, mereka langsung pergi ke ruang kerja Marquess Gencio.


"Apakah benar Marchioness Jevano terbunuh?" tanya Andressa to the point.


"Benar, saya baru mendapatkan informasi dari istana. Sekarang Anda diminta oleh Kaisar untuk datang melihat mayatnya."


"Baiklah, saya akan pergi ke istana sekarang juga."


Marquess Gencio segera memberi perintah bawahannya untuk mengantar Andressa ke istana. Mereka semua bergerak cepat agar tidak ketinggalan banyak waktu.


Setiba di istana, Andressa langsung pergi ke dalam istana. Langkah kakinya begitu kencang karena dia sudah tidak sabar melihat bagaimana kondisi matinya Marchioness Jevano.


"Lorcan, ada di mana mayat wanita itu?" Andressa tanpa salam dan tanpa berbasa-basi bertanya pada Lorcan perihal mayat Marchioness Jevano.

__ADS_1


"Oh, kau sudah datang? Mayatnya sekarang ada di ruang bawah tanah di dekat penjara. Aku akan mengantarmu ke sana."


__ADS_2