Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Bagaimana Kalau Aku Menyembuhkannya?


__ADS_3

Lorcan tersenyum lembut sembari menganggukkan kepala. Siapa sangka jika Andressa ialah penyelamatnya. Mungkin tanpa Andressa dia takkan selamat dari luka itu.


"Bersikap sopanlah! Beliau adalah Kaisar! Beraninya kau bertindak tidak sopan." Sang kesatria menodongkan pedang ke arah Andressa.


Andressa tak terkejut sama sekali. Berhadapan dengan Kaisar atau siapa pun itu dia tidak peduli. Kaisar baginya hanyalah sekedar manusia biasa, tidak lebih dari itu.


"Turunkan pedangmu!" tekan Lorcan.


"Tetapi, Yang Mulia—"


"Turunkan sebelum aku memotong tanganmu!" Lorcan berucap secara tegas dan mengancamnya.


Kesatria itu pun terpaksa menyarungkan kembali pedangnya.


"Jadi, kau adalah Kaisar? Haruskah aku mengobrol secara formal di ruangan yang hanya ada aku dan kau?" tanya Andressa.

__ADS_1


Lorcan terkekeh melihat respon Andressa. Selama ini orang lain akan bersujud di bawah kakinya bila salah berucap di hadapannya. Akan tetapi, Andressa tak peduli sama sekali terhadap status Lorcan itu.


"Baiklah, karena kau penyelamatku, kau boleh berbicara informal. Anggap saja aku sama sepertimu."


Sang kesatria tercengang mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Lorcan. Tidak biasanya pria itu mengizinkan seseorang bersikap tidak sopan.


"Bagus! Jadi, apa yang membawa Kaisar nan agung ini ke wilayah kumuh seperti Selion? Marquess Gencio mengatakan bahwa Kaisar ingin bertemu denganku dan mengundangku ke istana. Aku menolak, jadi aku menyuruhnya kemari saja. Namun, siapa sangka sang Kaisar benar-benar datang."


Lorcan sedikit bingung menanggapi Andressa. Gadis itu sungguh sulit diprediksi. Mimik wajah hingga ucapannya sedikit terkesan lancang. Akan tetapi, Lorcan tak mempedulikan hal itu. Malah sekarang dia perlahan terfokus pada wajah cantik di depan matanya.


"Aku ingin memberikan imbalan sekaligus berterima kasih karena kau telah berperan banyak dalam mengatasi permasalahan wilayah Selion."


"Kaisar, tolong fokus saja mencari tahu siapa dalang di balik kejadian ini. Aku pribadi sebagai tabib hanya memerlukan hal itu saja. Jika ingin memberikan imbalan berupa uang, lebih baik gunakan uang itu untuk memperbaiki tatanan Selion. Bagaimana pun, wilayah ini punya potensi besar sebagai wilayah penyumbang pajak terbesar di Kekaisaran Emilian," tutur Andressa.


Andressa mengatakannya serius. Lorcan sampai tertegun karena gadis itu hanya memikirkan nasib wilayah Selion dan tidak mementingkan apa pun tentang keserakahan dirinya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan melakukan sesuai apa yang kau katakan."


Setelah itu, Andressa memusatkan fokusnya pada penampakan mata dan kaki Lorcan. Matanya yang tidak berfungsi dengan baik serta kakinya yang cacat akibat luka dari pertempuran.


"Mata dan kakimu kenapa bisa seperti ini?" tanya Andressa.


"Oh ini?" Lorcan menyentuh mata dan kakinya. "Aku terluka parah saat perang dua tahun lalu. Aku catat karena perang itu, makanya aku mudah dilumpuhkan sekarang akibat luka berujung pada kecacatan ini."


Andressa sudah mencari tahu sebelumnya bahwa dahulu Lorcan dijuluki serigala medan perang. Pergerakannya cepat disertai ketangkasan dan kekejamannya terhadap lawan. Namun, ada lawan tangguh yang membuatnya cacat. Oleh sebab itulah, Lorcan saat ini mudah sekali menerima luka serangan karena dia kesulitan untuk bergerak cepat seperti dahulu.


"Tabib tidak bisa menyembuhkannya?"


Lorcan menggeleng. "Mereka tidak bisa melakukannya."


"Kalau begitu, bagaimana aku menyembuhkan kaki dan matamu? Aku bisa melakukannya jika kau mau."

__ADS_1


Bola mata Lorcan membulat sempurna sesaat Andressa berucap demikian.


"Kau bisa menyembuhkannya? Apa kau tidak bercanda?"


__ADS_2