
Andressa menghela napas panjang. Memang akan terjadi perdebatan karena penjelasannya ini. Oleh sebab itulah, Andressa membawa cara untuk membuktikan kepada mereka bahwa air dan tanah memang tercemar.
"Kalau begitu, silakan lihat sekarang. Aku akan buktikan kepada kalian sesuatu yang bisa membuat kalian percaya."
Andressa membawa segelas air dari sumur dan dedaunan yang dia petik dari hutan. Kemudian air sumur dan daun itu dicampur menjadi satu. Menunggu selama beberapa detik sampai akhirnya warna airnya berubah keruh dan sedikit hitam.
"Ini bukti kalau tubuh kalian terkontaminasi racun selama ini. Tidak salah mengapa pihak istana tidak menemukan ada kejanggalan di sumber air kalian. Faktanya, air ini akan bereaksi menjadi racun apabila kalian bersamaan mengonsumsi tumbuhan yang tumbuh di tanah hutan," papar Andressa.
Para penduduk dibuat panik oleh Andressa. Tidak ada yang pernah berhasil melakukan penyelidikan soal penyebab dari wabah ini terjadi. Mereka sekarang hanya bisa bergantung terhadap apa pun penjelasan Andressa.
"Lalu apa yang harus kami lakukan untuk menetralisir racunnya, Nona? Apakah Anda punya cara atau penawar racun?" tanya salah seorang penduduk.
Mereka semua mengharapkan Andressa dapat membantu mengeluarkan semua orang dari penderitaan ini.
__ADS_1
"Ya, aku punya caranya. Aku harus pergi ke hutan Rovas untuk mendapatkan bahan utama pembuatan penawarnya. Jadi, bisakah kalian menunggu sebentar? Aku pasti akan menyembuhkan kalian tanpa terkecuali."
Mendengar ke mana tujuan Andressa berikutnya malah menciptakan kekhawatiran di hati masing-masing penduduk.
"Nona, Anda serius akan pergi ke hutan Rovas? Di sana sangat berbahaya karena banyak binatang buas. Anda tidak bisa pergi sendiri tanpa ada kesatria yang mengawal Anda masuk ke hutan berbahaya itu," tutur Belmir.
"Aku tidak punya pilihan. Hanya di sana satu-satunya tempat di mana bahan penawarnya tumbuh. Jangan khawatir, aku ini lebih kuat dari bayangan kalian. Walau tubuhku tampak rapuh, tetapi sebenarnya aku bisa menggunakan aether. Tolong percayakan saja semuanya padaku. Aku hanya ingin kalian bisa hidup normal seperti dahulu kala."
Mereka tersentuh oleh tekad Andressa yang menginginkan kesembuhan mereka. Gadis yang anggun dan lembut itu rupanya sangat berani.
Mereka memiliki doa yang sama untuk keselamatan Andressa. Sungguh mengharukan, kerja keras Andressa amat dihargai oleh penduduk Selion.
"Ya, aku pasti bisa kembali dengan selamat."
__ADS_1
Andressa langsung berangkat hari itu juga ke hutan Rovas. Butuh perjalanan sekira tiga jam untuk sampai di tempat tujuan.
"Sial! Andaikan saja di sini ada sihir, mungkin aku bisa lebih cepat tiba di hutan Rovas. Benar-benar merepotkan! Aku tidak suka hidup di dunia yang tidak mempunyai energi sihir," gerutu Andressa.
Gadis itu terus berjalan menyusuri setiap lintasan mengarah pada hutan Rovas. Dia juga menyewa kereta kuda demi mengheman tenaga. Dia masih dongkol karena Dewa menaruhnya di dunia yang sangat biasa tanpa ada keistimewaan.
Hingga tanpa terasa tiga jam berlalu, kereta kuda berhenti di simpang hutan.
"Maaf, Nona, saya hanya bisa mengantar Anda sampai di sini," ujar sang kusir.
"Baiklah, tidak apa-apa. Aku bisa jalan ke dalam sendiri."
Andressa membayar ongkos kereta kuda tersebut sesuai dengan jumlah yang diminta kusir.
__ADS_1
"Berhati-hatilah ke hutan itu, Nona. Jika Anda lengah, mungkin Anda akan menjadi santapan hewan buas," pesan sang kusir.
"Ya, aku paham itu."