Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Situasi Buruk si Wilayah Gencio


__ADS_3

Tanpa berpikir panjang, Marquess Gencio segera bergerak menuju ke area pemukiman penduduk. Dia ingin memastikan secara langsung bagaimana rupa penduduk yang terjangkit penyakit tersebut.


Ternyata benar. Para korban penyakit mematikan itu memiliki gejala yang sama seperti penyakit menular yang dianggap sebagai kutukan di wilayah Selion.


Marquess Gencio sempat tidak bereaksi sama sekali. Akan tetapi, setelahnya dia segera bergerak memutar badan.


"Aku akan memanggilkan tabib Andressa kemari. Kalian jangan khawatir, kita punya tabib Andressa untuk membantu kalian keluar dari situasi menyeramkan ini," seru Marquess Gencio menenangkan seluruh penduduk yang sangat gelisah.


"Tuan, apakah tabib Andressa yang Anda maksud ialah penyelamat dari wilayah Selion?" tanya seorang penduduk.


"Benar. Kalian jangan khawatir, percayalah bahwa penyakit kalian ini dapat disembuhkan dengan mudah olehnya."


Marquess Gencio langsung mengirim surat ke klinik Andressa. Surat tersebut datang bersamaan saat Andressa dan Amelia sedang bersiap-siap menuju ke wilayah kekuasaan Marquess Gencio.

__ADS_1


"Sepertinya sudah mulai dan reaksinya jauh lebih cepat dari dugaanku. Ayo kita berangkat sekarang sebelum situasinya semakin memburuk."


"Baik, Nona."


Mereka bergegas masuk ke kereta kuda. Barang bawaan mereka cukup banyak sehingga takkan mudah membawanya menunggangi seekor kuda.


Andressa tampak amat tenang. Dia tidak mengkhawatirkan apa pun perihal kejadian yang sedang melanda wilayah Gencio. Hal ini dikarenakan Andressa mempunyai obat penawarnya sehingga tak ada yang perlu ia cemaskan sekarang.


"Nona, apa menurut Anda penyakitnya lebih mematikan dibanding wilayah Selion?" tanya Amelia tiba-tiba.


"Anda bisa mengatasi situasi tersebut? Anda terlihat tenang dan tak ada kecemasan tertentu. Mungkin Anda benar-benar tidak cemas sama sekali."


Andressa tersenyum miring sembari mengalihkan pandangan ke luar kaca kereta.

__ADS_1


"Aku sudah terbiasa menghadapi situasi kacau sekali pun. Di antara hidup dan mati, aku terlalu sering terjebak di tempat di mana aku tidak diizinkan melakukan pengobatan secara baik-baik kepada pasien."


Tempat yang dimaksud Andressa ialah medan perang. Di kehidupan dahulu, Andressa tidak pernah tidak terlibat medan perang. Sebagai healer, dia menjaga pertahanan paling belakang serta memantau kondisi prajurit perang. Tidak sedikit yang menderita luka parah yang tak bisa disembuhkan healer biasa.


"Saya tidak tahu maksud Anda, tetapi saya akan terus mempercayai Anda, Nona!" Amelia terlihat sangat bangga dan bahagia.


Para penduduk wilayah Gencio dilanda kepanikan. Satu per satu penduduk mulai berjatuhan akibat penyakitnya. Mereka bertahan sebaik mungkin sampai datangnya bala bantuan dari Andressa.


'Ada di mana Nona Andressa? Ke mana dia? Padahal situasinya genting seperti ini.'


Marquess Gencio bolak balik menunggu di depan perbatasan utama wilayah Gencio. Tak lama setelahnya, dari arah berlawanan muncul kereta kuda yang ditumpangi Andressa. Raut muka cemas Marquess Gencio seketika luntur.


"Maafkan saya, Tuan. Saya sedikit terlambat karena ada beberapa gangguan," ucap Andressa.

__ADS_1


"Ya, itu bukan masalah besar. Sekarang cepat, Nona! Sebelum kita terlambat mengatasi penyakit mereka."


Marquess Gencio segera membawa Andressa masuk ke dalam wilayahnya. Sepanjang jalan Andressa berpikir bahwa kondisinya sangatlah buruk. Tumbuhan sekitar tersiksa oleh ulah Marchioness Jevano. Hewan penghuni hutan Gencio pun telah hengkang dari tempat mereka berada saat ini.


__ADS_2