Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Miria Muncul Lagi


__ADS_3

Setelah meracik daun gishan, Andressa buru-buru pergi ke hutan sekaligus ke seluruh sumur yang menjadi sumber air penduduk Selion. Andressa langsung menaburkan racikan daun gishan sebelum virusnya menyebar lebih jauh lagi.


"Dengan begini, aku berhasil menyelamatkan nyawa penduduk Selion," gumam Andressa.


Selepas itu, Andressa membiarkan sampai seluruh virusnya lenyap dari wilayah tersebut. Hanya butuh waktu tiga hari baginya mengembalikan kondisi subur wilayah Selion.


"Wah, Nona, apakah kita sudah bisa menggunakan airnya?" tanya Belmir.


"Ya, kalian boleh menggunakan seluruh air di sumur dan mengolah isi hutan karena aku telah menetralisir virusnya."


Seluruh penduduk terlihat senang. Sekarang mereka juga sudah pulih sepenuhnya berkat Andressa. Pemulihan mereka berjalan sempurna tanpa hambatan. Hal ini juga dikarenakan oleh mana di tubuh Andressa yang mempercepat masa pemulihan mereka.


"Anda luar biasa, Nona. Tidak disangka Anda benar-benar membuktikan bahwa Anda sanggup menaklukkan wilayah Selion. Saya awalnya sempat tidak percaya, tetapi kemampuan pengobatan Anda berada di atas kemampuan tabib biasa," sanjung Amelia.


"Kalau kau mengikutiku, nanti kau juga akan bisa menjadi sepertiku. Asalkan kau punya keinginan kuat untuk berusaha, aku pastikan kau bisa belajar sebanyak mungkin dariku."

__ADS_1


Andressa memberi harapan baru untuk Amelia. Gadis itu mengambil keputusan yang tepat mengikuti Andressa. Dia mendapatkan kesempatan emas yang takkan diperoleh di mana pun itu.


"Andressa, tidak aku sangka kau berhasil menaklukkan wilayah Selion."


Andressa refleks memutar kepala ke arah datangnya suara. Raut muka ceria mendadak berubah masam ketika mendapati Miria datang ke Selion.


"Kenapa kau datang kemari? Apa aku pernah mengundangmu mengunjungi wilayah Selion?" Andressa menyambut Miria dengan tidak ramah.


"Wah, lihatlah sambutan buruk ini. Memangnya aku harus menunggu undanganmu untuk menginjak wilayah yang sudah hancur ini?"


"Sebaiknya kau berhati-hati dengan ucapanmu itu. Bisa-bisa penduduk Selion mengusirmu secara tidak hormat dari sini," ucap Andressa tersenyum miring.


Miria tersentak ketika merasakan tatapan tajam dari penduduk Selion. Sejujurnya, kala itu dia sangatlah takut menghadapi penduduk Selion. Namun, dia berpura-pura tidak terpengaruh sama sekali oleh tatapan tersebut.


"Kenapa mereka mengusirku? Memangnya mereka tidak takut terhadap bangsawan? Aku ini bangsawan dan kalian tidak bisa macam-macam—"

__ADS_1


"Oh, Miria, sepertinya kau lupa. Wilayah Selion adalah wilayah yang bebas dari pengaruh bangsawan. Mereka akan menghormatimu bila kau berjasa kepada mereka. Kau telah menyulut api permusuhan yang amat merugikanmu."


Miria sungguh melupakan fakta tersebut. Wilayah Selion tidak menyukai bangsawan. Sekarang tamatlah riwayatnya yang tanpa sengaja menghina wilayah Selion.


"Nona, silakan Anda pergi dari sini. Kami tidak memerlukan kehadiran Anda di wilayah yang hancur seperti ini."


"Memangnya apa yang bisa Anda dapatkan dari wilayah yang hancur? Jangan membuat kami mengusir paksa Anda dari sini."


"Anda kemari hanya untuk mengusik Nona Andressa kan? Kami takkan membiarkan Anda mengganggu penyelamat kami."


Kedua tangan Miria tiba-tiba digenggam oleh dua orang pria. Mereka menyeret paksa Miria dari hadapan Andressa.


"Hei, apa yang kalian lakukan?! Beraninya kalian menyentuhku, dasar rakyat jelata!" Miria meronta-ronta meminta dilepaskan.


"Kami tidak takut dengan status Anda sebagai bangsawan. Jadi, berhentilah bersikap sombong."

__ADS_1


__ADS_2