Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Menyelesaikan Pengobatan


__ADS_3

Tatkala mendengar penjelasan panjang dari Andressa, Baron dan Baroness Yerland membisu dalam seribu bahasa. Tidak heran mengapa kondisi putranya kian memburuk seusai berobat di klinik Glory.


"Apa mereka berniat untuk membunuh putraku?! Tidak bisa dimaafkan! Aku akan membuat mereka membayarnya!"


Baroness Yerland marah besar. Dia menganggap masalah ini sebagai percobaan pembunuhan yang diarahkan kepada putranya. Mungkin setelah ini, reputasi klinik Glory akan terhempas hingga tak bersisa.


"Nona, tolong selamatkan putra saya. Berapa pun biayanya, saya tidak peduli. Saya akan membayar Anda dengan sangat mahal," tutur Baron Yerland.


"Tenang saja, tanpa diminta pun aku pasti akan menyembuhkan putra kalian. Aku akan menuliskan beberapa bahan obat, tolong belikan ini di toko tanaman herbal terdekat."


Andressa menuliskan lima jenis bahan utama sebagai bahan pembuatan obatnya. Untung saja kala itu dia juga membawa kotak persediaan yang berisi jarum suntik serta beberapa alat medis lainnya.


Kemudian Andressa menyerahkan catatan bahan obat itu kepada Baron Yerland. Lalu langsung diserahkan kepada pelayan untuk dibelikan ke toko tanaman herbal terdekat.


'Aku sengaja membawa ini ke mana-mana karena aku yakin hal seperti ini pasti akan terjadi. Sekarang aku harus memberi anak ini cairan penenang.'

__ADS_1


Tuan Muda Yerland menggelinjang dan terus menerus meringis sakit di ranjangnya. Dia tidak bisa tenang sebab rasa sakit yang menggerogoti sekujur badan.


"Jarum apa itu?" tanya Baroness Yerland.


"Ini namanya jarum suntik. Aku harus membuat anakmu tenang terlebih dahulu menjelang aku mulai pengobatannya."


Andressa menancapkan jarum suntiknya lalu mengaliri cairan penenang tersebut ke tubuhnya. Perlahan Tuan Muda Yerland pun menunjukkan ketenangan.


"Oh, Tuan Muda langsung tenang. Cairannya sungguh ajaib."


"Benar. Beliau memeriksa secara menyeluruh kondisi tubuh Tuan Muda dan tanpa melewatkan satu pun."


Begitulah tanggapan dan penilaian dari para pelayan yang menyaksikan teknik pengobatan Andressa. Mereka kagum karena ini adalah kali pertama melihat langsung teknik pengobatan dunia modern.


Caerina juga memasang infus di punggung tangan Tuan Muda Yerland. Setelah itu, dia membersihkan luka yang menganga di lututnya.

__ADS_1


'Lukanya cukup parah. Bagaimana jadinya jika dia tidak bertemu denganku? Aku yakin hidupnya tidak berjalan lebih lama lagi,' batin Andressa.


Tidak lama seusainya, pelayan yang tadi pergi membeli bahan obat pun datang dan menyerahkan kepada Andressa untuk segera dipergunakan.


"Ini, Nona. Apa semuanya sesuai seperti yang Anda minta?" tanya sang pelayan.


Andressa mengecek satu per satu bahan obatnya.


"Sudah cukup. Aku akan meracik obatnya sekarang juga."


Tangan Andressa bergerak sangat cepat mencampurkan bahan-bahan obatnya. Dia meracik obat itu tanpa ada satu pun kendala. Kemampuan Andressa terlihat seperti ia sudah berpengalaman puluhan tahun dalam bidang pengobatan.


"Luar biasa ... gerakan tangannya sangat cepat dan nyaris tidak bisa tertangkap oleh sorot mata. Apa dia sungguh tabib yang masih berusia remaja?" Baron Yerland berdecak kagum.


Sepuluh menit kemudian, Andressa selesai meracik obatnya menjadi obat oles dan beberapa butir pil. Lalu ia mengoleskan obatnya ke luka di lutut Tuan Muda Yerland serta meminumkan pilnya.

__ADS_1


"Sudah selesai. Dengan begini, nyawa anak kalian berhasil diselamatkan. Tolong minum pil ini tiga kali dalam sehari dan oleskan salep di luka lututnya setiap pagi dan malam hari."


__ADS_2