Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Perlawanan dari Andressa


__ADS_3

Begitu Andressa berkata demikian, raut muka Leyna langsung merah padam. Wanita itu terdiam malu atas kepercayaan dirinya sendiri. Apa yang dikatakan Andressa merupakan sebuah kebenaran. Gadis itu datang ke istana untuk mengantarkan sejumlah data tentang dia demi melengkapi formular pendaftaran upacara pertunangan.


Andressa terkekeh dalam hati melihat Leyna, sesekali ia melirik Lorcan dan memberi kode melalui tatapan mata. Lorcan juga ingin tertawa, sungguh ekspresi Leyna adalah lelucon terbaik detik itu.


“Oh benarkah begitu? Sayang sekali kau takkan bisa menjadi tunangan kaisar karena aku tidak merestui pertunangan ini. Jadi, lekas kau angkat kaki dari sini dan batalkan pertunangan kalian!” ujar Leyna bertindak secara tegas.


Andressa menyeringai. Dia merasa punya kekuasaan lebih seusai menjadi calon tunangan Lorcan.


“Anda tidak bisa menentang hubungan kami. Karena apa? Karena Anda tak punya kuasa apa pun di sini. Lagi pula para bangsawan sudah merestui pertunangannya dan peraturan terkait pertunangan atau pernikahan istana telah dirombak semuanya. Maka dari itu, kami tak butuh lagi restu Anda, Yang Mulia,” tekan Andressa menampilkan mimik muka mengintimidasi.


“Apa? Berani-beraninya seorang rakyat jelata sepertimu menentangku. Apa kau tidak paham posisimu? Belum ada sejarahnya Kaisar Emilian menikahi rakyat jelata! Kau jangan menjadi perusak reputasi kaisar!”


Andressa sontak melirik Lorcan. Perlahan ia mendekati Lorcan lalu bergelayutan di lengan kanannya.

__ADS_1


“Benarkah? Aku ini perusak reputasimu?” Andressa bersikap layaknya seorang gadis manja hingga suasana pun menjadi memanas.


Lorcan terdiam sejenak. Dia mematung merasakan kulitnya dan Andressa saling bersentuhan. Bersamaan kala itu pula jantungnya berdebar sangat kencang.


“Tidak, kau tidak merusak reputasiku. Aku yang memilihmu sebagai calon permaisuriku. Rakyat juga tidak menentangnya,” jawab Lorcan.


Menyaksikan pemandangan menggelikan tersebut, Leyna menggeram emosi dalam hati. Dia tidak bisa mengutarakan seberapa besar amarahnya saat itu.


Wow! Sebuah ancaman nyata dilayangkan Andressa kepada sang ibu suri. Tanpa takut ia mengutarakan kekesalannya melalui gertakan tersebut.


“Kurang ajar! Awas saja kalian berdua nanti! Aku takkan membiarkan pertunangan kalian berjalan mulus! Aku kan menunjukkan seberapa besar kekuasaanku yang sesungguhnya.”


Leyna berbalik badan meninggalkan ruangan Lorcan. Suara hentakkan kakinya bahkan terdengar ke sepanjang lorong. Hentakan kakinya itu menjadi bukti seberapa besar kekesalannya terhadap Andressa maupun Lorcan.

__ADS_1


“Dia seorang ibu yang sangat gila. Bagaimana bisa kau mempunyai ibu seperti itu? Sungguh kau kasihan sekali,” tutur Andressa.


Lorcan tertawa kecil. Andressa orang pertama yang mengasihani nasib Lorcan mempunyai ibu semacam Leyna.


“Menurutmu begitu? Aku juga heran punya ibu gila seperti dia.”


“Kalau aku menjadi kau, mungkin sudah lama kabur dari istana. Kau memang sangat kuat.” Andressa memuji betapa kuatnya hati Lorcan.


“Ya, mau bagaimana lagi? Aku harus bertahan demi menuntaskan dendam karena dia sudah membunuh ayahku.”


Mereka berdua kemudian berbincang mengenai berbagai hal. Salah satu topik pembicaraannya ialah kemungkinan yang bisa saja terjadi nanti tatkala upacara pertunangan diselenggarakan.


Sementara itu, di lain sisi istana, terlihat Gibson dan Camille baru saja turun dari kereta kuda. Suasana hati keduanya tidaklah bagus. Langkah kaki mereka tergesa-gesa masuk ke dalam untuk menemui ibu suri dan juga kaisar.

__ADS_1


__ADS_2