
Berselang hampir satu bulan lamanya, akhirnya cabang klinik Andressa selesai didirikan meski ada beberapa masalah yang menghambat pembangunan klinik.
"Anda sengaja membangun klinik dekat pemukiman rakyat biasa?" tanya Calvin.
Andressa mengangguk.
"Ya, agar rakyat biasa bisa berobat di sini tanpa takut bila ada bangsawan yang mendiskriminasi mereka," jawab Andressa.
"Saya paham pemikiran Anda. Ditambah lagi daerah ini tampak kurang paham cara menjaga kesehatan yang baik. Bahkan, saya lihat di sepanjang jalan banyak sampah yang berserakan dan tidak sedikit gelandangan yang membuat keributan di pemukiman warga sekitar."
Begitulah situasi di sana. Ini adalah wilayah terpencil yang kurang mendapatkan perhatian dari pemilik wilayah. Oleh sebab itulah, Andressa berinisiatif mengubah wilayah tersebut supaya menjadi lebih baik lagi.
"Nanti kita akan mengadakan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kita lakukan ini secara gratis, jangan sampai kita melewatkan satu pun orang di sini."
"Baik, Nona. Kami akan mengikuti instruksi dari Anda nantinya."
__ADS_1
Andressa tersenyum puas. Dia beruntung mendapatkan bawahan yang mau menuruti apa pun yang dia bicarakan.
"Tolong persiapkan makanan dan obat-obatan. Kita akan memulainya dari wilayah paling pinggir," ucap Andressa.
Calvin dan Amelia tercengang lalu saling bertukar pandang.
"Wilayah paling pinggir? Maksud Anda rumah bordir ilegal yang sekarang diisi oleh wanita yang membawa penyakit kelam*n?"
Memang benar, Andressa maupun Lorcan baru tahu ada rumah bordir ilegal yang tersembunyi di wilayah ini. Dan yang lebih parahnya lagi, wanita penghibur yang bekerja di sana banyak yang terkena penyakit sampai membuat mereka meninggal.
Calvin maupun Amelia tidak lagi protes atas keputusan Andressa. Mereka langsung bekerja sesuai perintah Andressa.
Pada hari itu, Andressa melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi rumah bordir. Terlihat banyak orang yang tidak suka atas pemeriksaan yang hendak dilakukan Andressa.
"Apa yang ingin Anda lakukan, Nona?"
__ADS_1
Beberapa orang pria menghambat langkah Andressa saat masuk ke dalam rumah bordir.
"Aku berencana melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap orang-orang yang bekerja di sini. Ada apa? Apa kalian mau melarangku masuk?"
"Benar. Anda tidak diperbolehkan melakukan pemeriksaan apa pun. Tolong segera pergi dari sini sebelum kami memakai kekerasan kepada Anda."
Andressa menyeringai. Sungguh menguras emosi, mereka benar-benar tidak mau bisnis ilegal ini ketahuan oleh pihak luar. Maka dari itu, tatkala pembangunan cabang klinik yang baru, mereka mencoba menghalangi Andressa beberapa kali. Untung saja segala bentuk halangan tersebut dapat diselesaikan olehnya.
"Aku tidak mau pergi sebelum aku memeriksa seluruh wanita penghibur yang bekerja di rumah bordir ini. Kenapa? Kalian takut pihak kekaisaran mengetahui bisnis ilegal di sini? Tidak heran kalian sampai menyamarkan tampilan gedung ini agar tak terlihat dari luar."
Mereka tampak mulai naik pitam. Mereka seolah-olah akan menerkam muka Andressa.
"Nona, tolong keluar dari sini sekarang. Jangan mencampuri urusan kami, Anda tidak diperbolehkan ada di tempat ini." Mereka menekan Andressa, berharap gadis tersebut takut terhadap tekanannya.
"Kalian pikir aku akan mendengarkan omong kosong kalian itu? Jangan harap!"
__ADS_1