Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Kemenangan Membawa Luka


__ADS_3

“Ya?”


Andressa tercengang sejenak begitu mendengar ucapan Calvin.


“Lalu di mana mereka sekarang?”


Andressa langsung memutar arah langkahnya. Dia berlari di lorong dan diikuti Calvin dari belakang.


“Masih berada di perjalanan menuju klinik, Nona. Saya telah meminta para tabib untuk bersiap-siap menyambut Kaisar dan Tuan Jason. Tolong beri kami perintah lanjutan!”


Andressa mendadak diterpa kepanikan dahsyat. Langkahnya mulai tak seimbang karena pikirannya kacau bukan main. Calvin yang menyadari hal tersebut segera mengambil tindakan sebelum Andressa semakin berlarut dalam pikirannya itu.


“Nona!” Calvin menepuk Pundak Andressa. Sontak gadis itu tersadar dari lamunannya, mendadak pikiran kacau pun buyar.


“Astaga, aku hampir ditelan pikiran buruk,” ujar Andressa seraya mengatur irama napas.


“Kita fokus dulu menyelamatkan Kaisar dan bawahannya, Nona. Setelah itu, Anda boleh memikirkan hal lain lagi.”


“Baiklah.”

__ADS_1


Tak berapa lama setelah itu, pasukan perang yang tidak terluka membawa masuk Lorcan dan bawahannya yang tidak sadarkan diri ke dalam klinik. Mendadak suasana klinik pun menjadi riuh.


“Calvin, bagaimana keadaan Jason?” tanya Andressa.


“Tuan Jason mengalami pendarahan hebat, Nona. Walaupun lukanya sudah diperban dan diberi pertolongan utama, tetapi luka tebasan di dadanya terlalu dalam.”


Andressa lekas melirik ke arah Amelia.


“Amelia, bagaimana yang di sana?”


“Di sini banyak juga yang mengalami luka berat, Nona.”


“Calvin, pimpin operasi untuk menindaklanjuti luka Jason. Kau bisa kan? Aku telah mengajarimu bagaimana caranya melakukan operasi, tentu saja ini bukan hal sulit untuk kau lakukan.”


Sejujurnya Calvin terkejut mendapatkan tanggung jawab yang begitu besar dari Andressa. Dia memegang nyawa Jason di tangannya. Apabila dia gagal, maka nyawa Jason melayang, begitu pula sebaliknya.


‘Sepertinya tidak ada pilihan lain. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,’ batin Calvin.


Calvin meneguhkan hati dan pikiran lalu menatap Andressa penuh kepercayaan diri.

__ADS_1


“Serahkan saja kepada saya, biar saya yang menangani Tuan Jason.”


Andressa tersenyum bangga kepada Calvin.


“Bagus! Aku percayakan kepadamu. Dan untuk Amelia, tangani pasien dengan luka ringan dan luka kategori sedang,” kata Andressa memberi perintah Amelia juga.


“Baiklah, Nona.”


Seusai itu, Andressa bergerak memeriksa kondisi tubuh Lorcan. Pria itu punya luka serius yang membalut sekujur badannya. Bahkan, wajah tampan Lorcan punya luka goresan cukup dalam. Akan tetapi, yang paling mengkhawatirkan ialah jantung Lorcan melemah serta luka tusukan di bagian perut sebelah kanan.


“Kenapa bisa separah ini? Apa ada yang bisa menjelaskannya padaku?” Andressa menatap bergantian kesatria yang saat ini berada di sisi Lorcan.


“Kami tidak bisa menceritakannya sekarang karena masalah ini sangat panjang. Jadi, kami akan menceritakan kepada Anda selepas Anda menangani luka Kaisar.”


“Kami memohon kepada Anda. Tolong selamatkan Kaisar apa pun yang terjadi. Perang ini memang membuahkan kemenangan bagi Emilian. Namun, luka yang diterima Kaisar juga tidak main-main. Kami mohon, Nona ….”


Andressa lagi-lagi membuang napas. Sepertinya hal ini membuatnya sedikit tertekan dan frustrasi.


“Ya, aku akan membawa masuk Lorcan ke ruang lain. Kalian tolong perketat penjagaan sekitar. Tenang saja, aku pasti akan menyelamatkan Lorcan apa pun yang terjadi. Tidak perlu kalian khawatirkan Lorcan untuk saat ini.”

__ADS_1


Andressa bergegas masuk ke ruangan yang telah dipersiapkan. Tampaknya setelah ini ia akan melakukan operasi untuk kedua kalinya terhadap tubuh Lorcan.


__ADS_2