Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Membantai Para Monster


__ADS_3

Lorcan dan bawahannya terdiam. Mereka tidak bisa membayangkan seberapa hebat pemulihan tubuh monster magis.


"Maksudmu kepalanya bisa tumbuh kembali setelah ditebas begitu?" tanya Lorcan memastikan.


"Iya, walaupun mereka dikategorikan sebagai jenis monster terlemah, tetapi mereka punya kelebihan yang menurutku sangat merepotkan. Maka sebab itulah aku melarangmu pergi ke sini tanpa aku. Bisa-bisa kau dan bawahanmu pulang dalam keadaan tak bernyawa jika kalian menyerangnya secara sembarangan," tutur Andressa.


Entah mengapa, tubuh seluruh kesatria mendadak tegang. Mereka sedikit takut dan ragu-ragu, tetapi di sisi lain mereka merasa bersyukur karena Andressa ikut bersama mereka.


'Andressa sepertinya mengenal baik monster ini. Dari mana dia mengetahuinya? Semakin aku pikirkan semakin banyak hal yang misterius di diri Andressa,' batin Lorcan masih sulit percaya.


Kemudian Andressa mengisyaratkan mereka untuk mundur sebentar.


"Biar aku perlihatkan bagaimana cara melawannya. Sekarang kalian jadi penonton saja terlebih dahulu. Setelah paham, kalian baru boleh terjun menyerang mereka."


Andressa mengayunkan pedang. Tidak lupa ia menyelimuti pedang tersebut menggunakan energi aether. Dia sengaja tak menggunakan sihir supaya semua orang dapat mengikutinya dengan baik.


'Kemarilah kalian monster jelek! Aku pastikan kalian lenyap setelah pedang ini menikam jantung kalian.'

__ADS_1


Melihat dan mendengar langkah kaki Andressa yang mendekat ke arah mereka, para monster magis itu mulai terpancing amarah. Salah satu monster berlari, dia hendak menyerang Andressa. Namun, Andressa berhasil menghindari serangannya.


Dalam sekejap Andressa berpindah tempat tepat ke belakang punggungnya. Tanpa memberi jeda, Andressa segera menusuk jantung monster tersebut.


"Kau takkan bisa mengalahkanku karena aku sudah berpengalaman dalam membantai monster magis."


Darah monster itu memercik ke mana-mana sampai mengubah warna pedang miliknya.


"Wah, luar biasa!"


"Nona Andressa ternyata memang sangat lihai dalam menggunakan pedang."


"Tidak terbayangkan kalau semisalnya Nona Andressa tidak membantu kita."


Berbagai sorakan kesatria bergema untuk Andressa. Mereka sepertinya bangga sekaligus merasa lega.


"Kalian jangan senang dulu karena kita tidak bisa menyerahkan semuanya kepada Andressa. Ambil posisi masing-masing! Lakukan sesuai yang dilakukan Andressa!" Lorcan berseru memberi perintah.

__ADS_1


"Baik, Yang Mulia!"


Para kesatria segera mengambil posisi. Mereka bergegas membantu Andressa yang terlihat sedang terdesak.


Mereka bertarung habis-habisan malam itu membantai seluruh monster magis yang berkeluaran dari dalam portal. Sampai saat ini Andressa tidak memberi penjelasan apa pun terkait portal dunia monster magis. Dia masih bungkam karena tak ingin membocorkan lebih banyak informasi yang dapat menimbulkan kecurigaan dari orang lain.


Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka berhasil mengalahkan semua monster magis. Tidak ada satu pun dari mereka yang menerima luka berat.


"Nona, apa yang harus kita lakukan dengan bangkai monster ini?" tanya seorang kesatria.


"Tunggu sebentar."


Andressa lalu mencongkel jantung monster. Dia mengeluarkan batu berwarna merah dari jantung monster.


"Kita bisa menjual ini," ucap Andressa sembari mengulas senyum tipis.


"Benarkah kita bisa menjualnya?" Lorcan mengambil batu jantung monster dari tangan Andressa, ia mengamati batu itu baik-baik.

__ADS_1


"Ya, apa kau bisa melihatnya? Jantung monster ini merupakan sebuah permata berharga. Apabila kau menjualnya, maka kau mendapatkan banyak keuntungan. Anggap saja semua ini sebagai pemasukan tambahan untuk kekaisaran."


"Ternyata seberharga itu. Dari mana kau mendapatkan informasi tentang ini semua?"


__ADS_2