Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Kekhawatiran Semua Orang


__ADS_3

Keesokan paginya, kesatria dari istana langsung datang ke wilayah Selion untuk menyelidiki kasus percobaan pembunuhan terhadap Andressa. Seisi wilayah Selion terkejut kala mendengar berita tersebut.


Mereka berbondong-bondong mendatangi klinik hanya untuk menanyakan keadaan Andressa. Mereka khawatir penyelamat mereka terluka parah karena ulah para pembunuh itu.


"Nona, Anda sungguh baik-baik saja kan?"


"Katakan saja kalau Anda terluka. Jangan sembunyikan apa pun dari kami."


"Benar, Nona. Kami khawatir Anda terluka parah tanpa sepengetahuan kami."


"Tolong jujurlah! Anda tidak boleh berbohong. Anda adalah penyelamat kami. Tidak mungkin kami membiarkan Anda terluka seorang diri."


Andressa kebingungan menanggapi setiap perkataan dari penduduk Selion. Mereka tak percaya dan bersikeras kalau Andressa terluka saat melawan para pembunuh itu.


"Aku tidak terluka. Lihat! Aku baik-baik saja." Andressa terpaksa memutar badan dan menggerakkan tangan hingga kakinya demi menunjukkan bahwa ia tidak terluka sedikit pun.

__ADS_1


Menyaksikan hal itu pun, mereka baru mempercayai Andressa. Sejujurnya mereka sangat lega. Apabila Andressa terluka parah, maka mereka akan sangat marah.


"Syukurlah, jika ada sesuatu nantinya tolong katakan saja kepada kami. Anda baru diserang tadi malam. Pasti Anda sangat syok."


Andressa bahkan tidak syok sama sekali. Dia biasa saja karena sudah terbiasa menghadapi hal-hal semacam ini di kehidupan lamanya.


'Kalian pikir aku terkejut karena ancaman pembunuhan itu? Aku sudah hidup di berbagai zaman. Aku bahkan pernah menjadi Tuan Putri yang nyawanya selalu diincar saudaraku karena perebutan hak ahli waris. Itu adalah neraka bagiku sebab mereka tak membiarkan aku bernapas sedetik pun.'


Andressa bergidik ngeri bila mengingat kejadian yang menakutkan itu. Sekarang dia bersyukur terlahir menjadi rakyat biasa tanpa terlibat perang antar saudara. Hidupnya damai, tetapi ternyata masih ada orang yang tidak suka terhadapnya.


Lorcan pun datang menanyakan hal yang sama dengan para penduduk. Raut muka pria itu tampak amat mengkhawatirkan dirinya.


"Ya, aku baik-baik saja. Tolong jangan khawatir. Sekarang yang patut kau khawatirkan adalah dirimu karena operasinya akan segera dimulai," jawab Andressa.


"Aku tenang mendengarmu baik-baik saja. Baiklah, aku sudah siap untuk operasinya."

__ADS_1


Lorcan terlihat bersemangat. Berbanding terbalik dari auranya nan menakutkan dan penuh intimidasi, menurut Andressa Lorcan adalah orang yang sangat hangat sekaligus dipenuhi kelembutan.


"Kau tidak makan dan minum sesuai apa yang aku katakan kan? Kalau kau tidak melakukan itu, maka aku tidak bisa mengoperasimu hari ini sebab aku harus membiusmu secara total."


"Tenanglah, aku tidak makan dan minum sedari kemarin."


Andressa sedikit kaget mendengarnya. Padahal dia hanya menyuruh Lorcan berpuasa selama delapan jam. Akan tetapi, Lorcan malah berpuasa sedari kemarin.


"Jangan terkejut begitu, Nona. Kaisar dari kemarin sangat gugup karena menunggu operasi ini. Beliau gugup sampai tidak bisa makan. Bahkan, di medan perang pun beliau tidak pernah gugup seperti ini sebelumnya," celetuk Jason.


"Apa yang membuatnya begitu gugup?" Andressa bertanya kepada Jason.


"Sepertinya Kaisar gugup membayangkan beliau bisa berjalan dan melihat dengan normal kembali. Kaisar terlalu tidak sabar terjun ke arena peperangan. Jadi, beliau sangat bahagia dan itulah yang membuatnya gugup."


Andressa mengangguk paham. Bagi pecinta perang seperti Lorcan memang operasi sangatlah penting bagi dirinya. Wajar bila ia gugup serta takut operasinya berakhir gagal sehingga imajinasi kebahagiaannya luntur seketika.

__ADS_1


__ADS_2