
Andressa menatap serius Lorcan. Sungguh, siapa sangka jika Lorcan tiba-tiba ingin membuka lembar masa lalu yang selama ini ia tutup rapat. Hanya segelintir orang yang mengetahui tentang masa lalu Lorcan tersebut. Kemudian hari ini Andressa merupakan orang ke sekian yang akan mengetahui masa kelam antara Lorcan dan Leyna.
“Mengapa kau mendadak berniat memberi tahuku?” Sekali lagi Andressa bertanya.
“Karena Ibu Suri takkan berhenti ingin mencelakaimu, jadi aku pikir ini merupakan waktu yang tepat untuk kau mengetahuinya.”
Atmosfer terasa mulai berat. Jason mundur menjauhi keduanya sebab pembicaraan ini bukan lagi termasuk ranahnya sebagai kesatria pribadi Lorcan.
“Baiklah, katakanlah semuanya supaya aku paham bagaimana hubunganmu dengan Ibu Suri berlangsung selama ini,” ujar Andressa.
Kemudian Lorcan menarik napas dalam-dalam, ia mempersiapkan diri memberi tahu kebenaran yang tersembunyi sejak lama.
“Apa kau tahu tragedi pemberontakan bangsawan yang terjadi pada tahun 789?” tanya Lorcan membuka cerita.
__ADS_1
Andressa berpikir sejenak, rasanya dia pernah membaca mengenai tragedi tersebut di buku sejarah.
“Ah iya, pemimpin pemberontakan itu adalah bangsawan dari keluarga Duke Fayone bukan? Apa hubungan pemberontakan itu dengan Ibu Suri?”
“Benar, Duke Fayone bertekad menguasai kekaisaran Emilian. Maka dari itu, dia berniat menggulingkan kekuasaan kakekku. Akan tetapi, pemberontakan itu berhasil digagalkan. Seluruh pengikut Duke Fayone dibasmi dan dihukum mati bersama keluarganya sekaligus. Namun, kau tahu? Ternyata putri Duke Fayone menghilang pada hari eksekusi mati,” jelas Lorcan.
Andressa menghubungkan satu per satu cerita Lorcan lalu dia menyadari sesuatu.
“Jangan bilang putri Duke Fayone yang dimaksud adalah ….” Andressa menatap Lorcan.
“Benar, putri Duke Fayone adalah Ibu Suri.”
Andressa terpaku. Tanpa penjelasan lebih lanjut pun dia sudah tahu penyebab hubungan buruk Lorcan dan Leyna.
__ADS_1
“Biar aku tebak lagi. Ibu Suri datang membawa identitas baru dan menyembunyikan fakta bahwa dia merupakan anak dari Duke Fayone. Lalu dia berhasil mendapatkan hati ayahmu untuk masuk ke istana sebagai permaisuri. Tujuan utamanya adalah melakukan balas dendam atas apa yang terjadi di masa lalu.”
Lorcan mengulas senyum tipis. Andressa memang cepat paham meski tanpa ia jelaskan sekali pun.
“Tepat seperti apa yang kau pikirkan karena begitulah yang terjadi sebenarnya. Aku baru mengetahuinya ketika ayahku meninggal. Memang sedari dulu Ibu Suri tidak pernah memperlakukanku dengan baik. Bahkan, dia tega membunuh ayahku demi melancarkan balas dendamnya,” tutur Lorcan.
“Hah? Apa yang kau katakan?” Andressa tercengang. “Ibu Suri membunuh Kaisar sebelumnya?”
Mimik muka Lorcan tertekuk. Dia terpaksa menarik kembali mimpi buruknya. Kematian sang ayah merupakan luka terhebat bagi dia.
“Ya, aku mengungkap semua itu pada hari kematian ayah. Setelah melakukan pengecekan terhadap tubuh ayah, ditemukan jejak racun. Kemungkinan ayah diracuni saat makan malam dan didapati meninggal pada pagi hari. Akan tetapi, aku tidak punya bukti kuat untuk menjatuhkan Ibu Suri. Ditambah lagi pendukung Ibu Suri berasal dari bangsawan kalangan atas. Aku tidak bisa melawannya secara terang-terangan. Aku hanya bisa menjauhkan dia dari istana utama agar tidak menciptakan masalah besar.”
Andressa menggertakkan gigi. Gadis itu terlihat amat geram terhadap tingkah Ibu Suri. Bagaimana pun balas dendamnya sangat tidak masuk akal bagi Andressa.
__ADS_1
“Wanita tua bangka itu sangat bodoh. Padahal ayahnya yang salah lalu mengapa dia bersikap seolah-olah paling tersakiti di sini? Ah, sialan! Wanita itu haruskah aku beri pelajaran sekarang juga?”