Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Terungkap Sudah Semuanya


__ADS_3

Menjelang memberi penjelasan, Andressa duduk sejenak di sofa. Tidak enak bercerita sambil berdiri di hadapan Lorcan karena membutuhkan waktu cukup lama dan sedikit mendebarkan apabila Lorcan mengetahuinya.


"Ibumu bersekongkol dengan kaisar Dorton untuk menggulingkan kekuasaanmu. Tampaknya mereka sudah bekerja sama dalam waktu yang lama," ucap Andressa tanpa barbasa-basi.


"Huh?" Lorcan mematung. Dia seperti antara percaya dan tidak percaya dengan perkataan Andressa barusan. "Kau bilang apa? Wanita itu bekerja sama dengan kaisar Dorton? Kau yakin tidak salah menangkap informasi?"


Andressa yang sedang meneguk air minumnya terpaksa berhenti sejenak lalu mengarahkan tatapan datar kepada Lorcan.


"Kau pikir aku akan mengatakannya kepadamu jika aku salah menangkap informasi? Hei, aku berbicara jujur. Aku sendiri mendengarnya langsung dari mulut ibu suri," kata Andressa bernada datar dan tegas.


"Kaisar Dorton? Astaga, pria yang selalu mencoba berhubungan baik dengan kaisar rupanya seekor ular. Selama ini dia menunjukkan sikap hangat terhadap kekaisaran Emilian. Saya tidak menyangka rupanya dia yang berada di belakang ibu suri."


Jason ikut masuk ke dalam pembicaraan mereka. Jason bisa langsung mempercayainya karena tidak ada hal yang mustahil di dunia ini.


"Oh, kalian punya hubungan baik dengan kekaisaran Dorton? Aku pikir mereka enggan menjalin hubungan dengan pihak luar."


"Ya, kekaisaran Dorton memang selalu menjaga citra mereka. Aku tidak menyangka dia bersekutu dengan ibu suri, tetapi lewat mana mereka berkomunikasi? Selama ini tidak ada surat yang masuk dari luar untuk ibu suri. Mungkinkah ada cara lain agar mereka dapat menjalin komunikasi tanpa diketahui pihak lain?"


Andressa memperlihatkan alat komunikasi sihir kepada Lorcan dan Jason.

__ADS_1


"Mereka saling berkomunikasi melalui ini. Aku melihatnya secara jelas ibu suri memakai alat ini. Mungkin terasa aneh bagi kalian, hanya saja aku percaya ada alat komunikasi jarak jauh di dunia ini."


Lorcan menyentuh alat tersebut, ia merasakan kejanggalan di sana. Perasaan janggal itu berasal dari mana yang menyelimuti alat komunikasinya.


Sudah Andressa duga bahwasanya Lorcan peka terhadap kehadiran energi mana di sekitarnya. Untung dia pandai menyembunyikan mana sehingga Lorcan takkan curiga pada kekuatannya.


"Bagaimana cara kerja alat ini?" Lorcan memutar-mutar alat komunikasi sihir, tidak ditemukan tombol apa pun di sana.


"Caranya sedikit unik. Aku tidak bisa mempraktekkannya. Aku akan menyimpan alat ini karena ada sesuatu yang ingin aku lakukan dengan menggunakan ini." Andressa menyimpan kembali alat komunikasi sihirnya.


"Baiklah, sepertinya kita sudah menemukan titik terang tentang seseorang yang berada di belakang ibu suri. Sejujurnya aku terkejut kekaisaran Dorton bisa senekat itu. Berarti firasat buruk dan janggalku terhadap kaisar Dorton adalah karena masalah ini. Pantas saja aku tidak nyaman saat berada di dekatnya," tutur Lorcan.


"Kau memang sangat peka terhadap aura jahat seseorang. Oh iya, Lorcan, apa kau mau aku membuktikan tentang pembunuhan yang dilakukan ibu suri terhadap kaisar sebelumnya?"


"Kau bisa membuktikannya? Benarkah begitu?"


Andressa menganggukkan kepala.


"Ya, tentu saja. Aku punya kemampuan medis yang dapat mendeteksi penyebab kematian seseorang."

__ADS_1


Lorcan kembali menjawab, "Ayahku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Mungkin sekarang tubuhnya tinggal kerangka saja. Bagaimana cara kau mencari tahu penyebab kematiannya?"


Raut muka Andressa tak tampak berbohong sama sekali. Dia mengatakannya penuh percaya diri.


"Itu sudah cukup. Kerangkanya saja dapat memberi petunjuk tentang penyebab kematiannya. Kemampuan pendeteksi penyebab kematian ini hanya aku yang bisa menggunakannya. Namun, aku harus mendapatkan izin darimu sebelum melakukannya," jelas Andressa.


Lorcan tak langsung memberi jawaban. Dia berpikir berulang kali untuk masalah ini sebab jika memang ia mengizinkan Andressa, maka dia harus membongkar makam sang ayah. Dan hal itu tak bisa dia lakukan sembarangan serta butuh izin dari berbagai pihak.


"Andressa, aku bisa saja mengizinkanmu, tetapi aku butuh izin dari beberapa orang pendukung setia ayahku di masa lalu. Apa kau bisa menunggu sebentar?"


"Ya, tidak masalah. Jika aku diperbolehkan melihat kerangka kaisar sebelumnya, maka aku bisa langsung tahu bagaimana gambaran kematiannya. Aku dengar dulu ibu suri menolak memperlihatkan wajah sang kaisar. Kemungkinan hal itu berhubungan dengan cara ibu suri menghabisi nyawa ayahmu. Kita harus segera mendapatkan bukti yang kuat agar kita bisa menetapkan hukuman yang tepat untuk ibumu."


Beban perasaan Lorcan terasa ringan seketika mendengar Andressa bertekad kuat untuk membantunya mengungkap misteri kematian sang ayah. Sudah bertahun-tahun lamanya dia mencari bukti, kini nyaris ia melihat ujung dari perjuangan tersebut.


"Aku paham itu, sekarang bisakah kita melanjutkan pembahasan tentang kaisar Dorton? Aku mau mendengar lebih jauh lagi tentang hubungan mereka berdua."


Kemudian Andressa kembali bercerita panjang lebar. Terasa rumit untuk diterima. Namun, Andressa memberikan penjelasan beserta bukti-bukti dari kejadian yang selama ini menimpa Lorcan.


"Jadi, menurut Anda apa yang dulu dialami kaisar selama perang merupakan hasil dari manipulasi ibu suri. Beliau sengaja mencelakai kaisar sampai cacat supaya kaisar tidak bisa lagi mengayunkan pedang dan bergabung di medan perang?" ujar Jason.

__ADS_1


"Ya, memang begitulah kenyataannya. Aku bertanya-tanya ketika luka parah yang menyebabkan tubuh Lorcan menjadi catat. Luka-luka itu bukanlah luka biasa, seperti ada seseorang yang sengaja menciptakan luka itu di tubuh Lorcan. Sekarang terjawab sudah keherananku. Semuanya bersumber dari ibu suri."


Tidak salah mengapa Lorcan menaruh curiga dengan ibunya. Semakin mereka korek, semakin terlihat sifat busuk Leyna. Kini keputusan ada di tangan Lorcan, setelah ini akan dibawa ke mana masalah ini? Apa yang akan dia lakukan terhadap Leyna? Dan hukuman setimpal seperti apa yang sedang dia persiapkan? Jawabannya hanya ada pada Lorcan seorang.


__ADS_2