Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Rencana Egran


__ADS_3

Egran berhasil membawa Leyna kabur dari Kekaisaran Emilian. Dia langsung dibawa ke Kekaisaran Dorton untuk menghadap Thales — sang pemimpin Kekaisaran Dorton.


Wanita itu mulanya tampak lega seusai Egran menyelamatkannya, tetapi perasaannya menjadi tidak karuan begitu tiba di hadapan Thales. Perasaan takut menyelimutinya hingga menyebabkan tubuhnya gemetar hebat.


"Bukankah aku sudah memberimu peringatan berulang kali? Kenapa kau bisa tertangkap begitu mudahnya? Aku sudah membiarkanmu menjalankan rencana yang aku katakan kepadamu, tetapi hasilnya mengecewakan," ujar Thales menekan nada bicaranya.


Thales tengah duduk di singgasananya sambil menyorot tajam Leyna. Sungguh sebuah kesalahan besar membiarkan Leyna sendirian di Kekaisaran Emilian menjalankan rencana yang cukup berbahaya.


"M-Maaf, s-saya—"


Thales melempar gelas yang sedari tadi dia pegang. Beli kaca berhamburan di atas lantai. Leyna tersentak bukan main tatkala gelas kaca itu nyaris mengenai wajahnya.


"Aku tidak butuh maafmu! Sekarang apa yang harus kita lakukan? Aku bersusah payah menyusun rencana ini sebaik mungkin. Namun, lihatlah sekarang! Gagal total!"


Sekujur badan Leyna kian gemetar. Mungkin saat ini memang lebih aman baginya berada di penjara istana Emilian. Firasatnya mengatakan kalau dia akan mati tersiksa di bawah tekanan Thales.

__ADS_1


"Ini semua karena gadis itu. Semenjak dia ikut campur urusan istana, segalanya menjadi kacau. Dia punya kekuatan yang mengerikan, Anda tidak bisa menyalahkan saya begitu saja," bantah Leyna.


"Aku tidak peduli. Semua terjadi karena kau ceroboh. Sekarang aku tidak mau melihat wajahmu lagi. Seret dia ke penjara! Jangan biarkan dia kabur dari istana!"


Perintah Thales langsung dituruti oleh bawahannya. Mereka menyeret paksa Leyna untuk pergi dari hadapannya.


"Tidak! Jangan penjarakan aku! Aku mohon, ampuni aku sekali ini saja. Beri aku kesempatan untuk terakhir kalinya."


Leyna berteriak dan meronta hingga suaranya menghilang dari ruang singgasana. Kini hanya tersisa Egran yang masih berdiri di depan Thales.


"Yang Mulia, saya akan memulai rencana untuk menghancurkan wanita itu malam ini. Saya pastikan kali ini dia takkan bisa melawan saya," kata Egran.


Sekarang satu-satunya harapan tersisa pada Egran. Hanya dia yang masih belum kalah di dalam pertarungan ini.


"Baiklah, laporkan padaku secara berkala rencanamu itu."

__ADS_1


"Baik. Kalau begitu, saya pamit undur diri."


Egran seketika menghilang dari pandangan Thales. Pria itu menyunggingkan senyum jahat penuh rencana licik. Dia sudah mempersiapkan beberapa hal untuk menghancurkan Andressa sekaligus melenyapkan Lorcan bersama rakyatnya.


"Semoga saja dia tidak mengecewakanku. Jika Egran masih gagal, maka terpaksa aku harus menggunakan itu," gumam Thales.


Tiga hari berlalu, Andressa terlihat masih sibuk dengan pekerjaannya di klinik. Ada banyak pasien yang berdatangan akhir-akhir ini. Bahkan, tidak sedikit pasien yang datang dari luar kekaisaran. Mereka mendengar rumor tentang betapa manjurnya pengobatan dari Andressa sehingga mereka rela menempuh jarak jauh hanya agar bisa berobat di klinik tersebut.


"Nona, sepertinya kita harus membuka cabang klinik baru." Calvin memberi usulan bagus kepada Andressa.


"Saya setuju. Beberapa waktu belakangan ini kita kesulitan menangani pasien. Jadi, saya ingin mempertimbangkan pembukaan cabang klinik yg baru," timpal Amelia.


Andressa berpikir sejenak.


"Aku rasa usulan kalian bisa aku kabulkan."

__ADS_1


__ADS_2