Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Luka Parah Akibat Terjatuh


__ADS_3

Andressa tersenyum puas menyaksikan langsung Miria diseret paksa ke luar gerbang utama wilayah Selion. Wanita itu memang pantas diperlakukan seperti ini. Apabila dibiarkan saja, maka dia akan menjadi sumber masalah.


Selepas itu, Andressa kembali ke kesibukannya. Dia bersama beberapa orang pemuda memperbaiki sejumlah titik bagian bangunan klinik yang rusak. Bangunan itu memang sudah tua, tetapi Andressa tidak mau pindah dari sana sebab dia sudah nyaman berada di gedung bangunan klinik tua ini.


"Nona, tolong!"


Tiba-tiba terdengar suara pekikan minta tolong dari seseorang di luar klinik. Andressa menjeda sejenak kesibukannya dan melihat ke luar ada masalah apa.


"Kenapa? Ada sesuatu yang buruk terjadi?"


Begitu Andressa melihat, ia terkaget sebab seorang anak kecil laki-laki mengalami luka cukup serius di kepalanya.


"Tolong anak saya, Nona. Dia tadi terjatuh saat sedang memanjat. Darahnya sangat banyak, saya tidak bisa menghentikan darahnya."


Ibu dari anak laki-laki itu menangis histeris memohon pertolongan Andressa.

__ADS_1


"Bawa ke dalam dulu biar aku periksa keadaannya."


Amelia langsung menyiapkan ranjang rawat untuk memeriksa kondisi si anak. Tidak lupa ia juga mengambil segala macam alat medis yang akan digunakan Andressa.


Selepas itu, Andressa mengecek baik-baik kondisi anak itu. Dia meraba-raba kepala, dada, serta kakinya untuk memastikan keadaannya lebih lanjut.


'Sepertinya dia mengalami cedera kaki yang cukup parah. Kakinya harus segera dioperasi lalu luka di kepalanya juga perlu dijahit sebab lukanya cukup dalam,' batin Andressa.


Andressa menemui orang tua anak itu terlebih dahulu sebelum ia melangkah ke solusi berikutnya.


"Aku bisa menyelamatkannya, tetapi dia harus menjalani operasi di kakinya dan aku juga harus menjahit kepalanya. Aku butuh persetujuan dari kalian. Apabila tidak dilakukan tindak operasi segera, maka kemungkinan anak kalian bisa cacat seumur hidup," jelas Andressa.


Kedua orang tua anak itu syok mendengar penuturan Andressa. Tidak bisa dibayangkan betapa hancur hati anaknya bila harus menjalani kecacatan seumur hidupnya.


"Lakukan saja apa pun demi menyelamatkan anak kami. Asalkan dia tidak cacat, kami akan menyetujui metode pengobatan dari Anda. Tolong selamatkan anak kami, Nona."

__ADS_1


Andressa tersenyum tipis mendengar mereka langsung menyetujui tindakan operasi yang hendak dia lakukan.


"Pilihan bagus. Kalian tunggulah di sini karena melakukan operasi membutuhkan waktu cukup lama."


Andressa dan Amelia bersiap-siap segera melakukan operasi. Amelia tampak tegang, padahal ini bukan operasi pertamanya.


"Santailah, Amelia. Kau kan sudah pernah melihatku mengoperasi manusia. Sekarang kau hanya perlu mengikuti perintahku," ucap Andressa menenangkan Amelia.


"Meski begitu, Nona, saya masih tetap tegang karena ini berhubungan dengan nyawa manusia."


"Oleh sebab itulah kita harus menyelamatkannya. Jangan khawatir, selama masih ada aku di sini, kau bisa tenang melakukan operasi."


Mereka pun memulai operasinya. Andressa tampak tenang dan tidak panik sama sekali tatkala memainkan benda tajam di tubuh manusia. Sepanjang jalannya operasi, tidak ada gangguan apa pun yang menghampiri sebab beberapa orang di luar melindungi pintu masuk supaya tak ada yang mengusik konsentrasi Andressa.


Hingga lebih satu jam berlalu, Andressa pun berhasil menyelesaikan operasi dan menjahit luka kepala anak itu. Dengan begini, mereka dapat tenang sebab telah menyelamatkan masa depan suram dari anak kecil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2