
Marquess Gencio saat ini sedang menuju ke istana. Dia telah mendengar kabar sang Kaisar yang terluka dan sudah sadarkan diri. Dia tidak bisa berdiam diri begitu saja tanpa memberi tahu Lorcan terkait masalah yang terjadi di wilayah Selion.
"Aku harus cepat sebelum terlambat."
Setibanya di istana, kedatangan Marquess Gencio disambut dengan sangat hangat. Para pelayan dan kesatria memberi salam hormat kepada Marquess Gencio. Sosok pria itu memang terkenal di kalangan banyak orang karena kehangatannya.
"Ada di mana Kaisar sekarang?" tanya Marquess Gencio kepada seorang kesatria.
"Kaisar sedang berada di ruangannya, Tuan."
"Baiklah, terima kasih."
Marquess Gencio bergerak cepat menuju ke ruangan Lorcan. Di sana ia menemukan Lorcan tengah duduk di meja kerjanya. Melihat Marquess Gencio datang tiba-tiba membuat Lorcan sedikit terkejut.
"Salam kepada Yang Mulia Kaisar."
"Halo, Marquess Gencio. Sudahi salammu, aku yakin kau datang untuk melaporkan sesuatu kan? Apakah ada hal menarik yang terjadi?"
__ADS_1
Lorcan bisa melihat betapa pentingnya berita yang dibawa oleh Marquess Gencio. Hal ini dikarenakan pria itu tergesa-gesa ke istana. Bahkan, penampilannya sekarang amatlah berantakan.
"Yang Mulia, saya membawa berita tentang wilayah Selion. Saya yakin Anda belum mendengar soal hal ini," ucap Marquess Gencio.
"Memangnya apa lagi yang terjadi di wilayah Selion? Terakhir kali kau memohon-mohon agar memberimu izin ke sana sebab ada tabib yang dapat mengatasi masalah di sana."
Marquess Gencio mengatur irama napasnya sejenak. Dia masih terasa sesak akibat berlarian dari lantai bawah.
"Benar, tetapi, Yang Mulia, tabib yang saya maksud memang berhasil mengatasi masalah wilayah Selion. Sekarang tabib itu telah mengobati seluruh rakyat yang terjangkit penyakit."
Betapa terkejutnya Lorcan mendengar berita ini. Tiada satu pun yang lebih mengejutkan dari kabar baik tersebut.
Marquess Gencio menggeleng perlahan.
"Lalu ditemukan sesuatu yang mungkin membuat Anda tidak kalah terkejut. Saya akan menjelaskan kepada Anda tentang apa yang menyebabkan penyakit itu."
Perlahan Marquess Gencio menjelaskan satu per satu akar permasalahannya kepada sang Kaisar. Dan benar saja, Lorcan amat kaget mendengar penjelasan dari Marquess Gencio. Pasalnya, selama ini tidak ada orang yang mampu mengetahui penyebab terjadinya penyakit itu.
__ADS_1
"Ini sungguh tidak disangka-sangka. Semua orang terkecoh akibat penyakit ini. Siapa nama tabib yang memecahkan permasalahan ini?" tanya Lorcan.
"Tabibnya bernama Andressa. Dia seorang tabib muda berusia tujuh belas tahun, Yang Mulia," jawab Marquess Gencio.
"Andressa? Tabibnya seorang perempuan?"
"Benar, Yang Mulia. Sekarang dia sedang mencari cara mengembalikan kemurnian tanah dan air di wilayah Selion. Kemampuannya benar-benar wajib kita apresiasi."
Lorcan berpikir sejenak. Firasatnya mengatakan bahwa mungkin saja Andressa adalah tabib yang sama dengan tabib yang membantunya waktu itu.
"Baiklah, mari kita atur pertemuan nanti. Aku akan memanggil tabib itu ke istana."
***
Di saat bersamaan, Andressa masih menyusuri hutan Selion untuk mencari tahu cara memulihkan lagi air dan tanah supaya hasil alam di sini dapat digunakan lagi seperti sedia kala.
"Apakah tidak ada yang bisa aku gunakan di sini untuk memulihkan air dan tanah? Aku sungguh bingung."
__ADS_1
Andressa masih terus mencari tanpa lelah. Hingga akhirnya dia dihadapkan pada situasi tidak terduga yang mengharuskan Andressa menggunakan kekerasan.