
Lorcan tersentak. Ya, dia merasakan keanehan pada dirinya akhir-akhir ini. Jantungnya berdebar setiap kali berpapasan atau berkomunikasi langsung dengan Andressa. Bahkan, dia kesulitan untuk tidur sebab selalu memikirkan gadis itu.
"Aku tidak tahu! Jangan coba-coba membahas hal aneh lagi! Aku tidak punya perasaan semacam itu kepada Andressa!"
Lorcan pun menjawabnya dengan ketus. Menyaksikan bagaimana respon Lorcan, Jason pun kian bertambah yakin bahwasanya sang Kaisar memang sedang jatuh cinta.
"Yang Mulia, Anda—"
"Cukup! Kau tidak boleh lagi berbicara sebelum aku memberimu perintah untuk membuka suara! Sekarang cepat pergi dari sini. Aku tidak mau melihat wajahmu dan mendengarmu mengatakan hal yang tidak-tidak!" sergah Lorcan marah besar.
Jason sontak membekap mulutnya sendiri. Lalu ia perlahan melangkah mundur dan keluar dari pintu.
'Anda tidak boleh menyangkal perasaan Anda terlalu lama, Yang Mulia. Apabila Anda menahannya, maka mungkin saja Nona Andressa akan diambil oleh orang lain,' batin Jason sembari menutup pintu dan bergerak meninggalkan kamar rawat Lorcan.
Lorcan mengacak-acak rambut. Dia merasa sesak oleh perasaannya sendiri. Entah apa yang dia rasakan, ia juga tidak mengerti.
Cinta? Sayang? Suka? Lorcan tidak mengetahui tentang itu semua. Dia tumbuh tanpa mengenal bagaimanan itu cinta terhadap lawan jenis.
__ADS_1
"Omong kosong macam apa itu?! Jatuh cinta? Mustahil! Mustahil seseorang sepertiku jatuh cinta. Ini pasti hanya perasaan aneh belaka. Mana mungkin aku menaruh hati pada Andressa," gumam Lorcan menggerutu kepada dirinya sendiri.
***
Andressa tengah dikejutkan oleh pemandangan tidak biasa. Dia disuguhkan penampakan lautan manusia tepat di depan klinik.
Rata-rata dari mereka datang untuk meminta Andressa untuk mengobatinya.
"Kenapa mendadak banyak pasien begini? Apa yang sedang terjadi sebenarnya?" Andressa keheranan kala itu.
Andressa menoleh ke arah tabib tersebut.
"Rumor tentangku? Memangnya rumornya bagaimana? Aku tidak paham sama sekali."
Para tabib lalu menjelaskan kepada Andressa perihal rumor tentangnya yang akhir-akhir ini sering menjadi topik utama pembicaraan. Keterampilan medis yang luar biasa andal sekaligus rumor mengenai Andressa yang berhasil menyembuhkan kaki dan mata Lorcan.
"Tolong bantu sembuhkan penyakit suami saya, Nona!"
__ADS_1
"Nona, tolong pulihkan kondisi anak-anak saya. Mereka demam selama enam hari dan sampai saat ini belum sembuh-sembuh. Padahal sebelumnya saya meminta obat ke klinik Glory."
"Mohon bantu kami, Nona. Jika dibiarkan seperti ini terus, maka mungkin akan terjadi sesuatu yang lebih mengkhawatirkan."
Satu per satu pasien mulai membuka suara dan opini masing-masing. Andressa pusing mendengar ocehan mereka yang meminta untuk diobati oleh dirinya.
"Aku akan mengobati kalian semua. Jadi, aku mohon untuk berbaris dengan tertib. Jangan sampai ada yang keluar dari barisan. Paham?!" seru Andressa.
"Paham, Nona."
Andressa pun segera menyuruh tabib lainnya untuk bergerak cepat menangani pasien. Walaupun mereka terlihat kerepotan, tetapi mereka tidak mengeluh. Mereka berpikir bahwa ini merupakan tanggung jawab utama mereka sebagai seorang tabib.
Hingga waktu berlalu sampai malam, mereka sama-sama berhasil menyelesaikan pemeriksaan dan pengobatan. Akhirnya, mereka bisa juga beristirahat sejenak.
"Pertama kali dalam seumur hidupku merasakan kesibukan paling memberatkan. Aku sampai terluka karena terburu-buru," ujar seorang tabib.
"Itu merupakan pelatihan khusus untuk kalian. Apabila ada hal buruk menimpa kekaisaran, maka kita adalah orang pertama yang harus berlari cepat menangani situasi yang kacau nanti," celetuk Andressa.
__ADS_1