
Andressa buru-buru pergi ke sumber mana yang dia rasakan. Tepat di depan kamar rawat Lorcan, semua orang telah berkumpul sebelum Andressa tiba. Mereka terlihat syok, takut, dan panik dalam waktu bersamaan
"Hei, kenapa kalian berkumpul di sini?" Andressa menegur mereka.
Sontak mereka langsung berbalik menghadap Andressa. Tidak sedikit di antara mereka yang melarikan diri, histeris ketakutan.
"Nona, Kaisar ...." Mereka tidak mampu menjawab pertanyaan Andressa.
"Kaisar? Apa yang terjadi dengan Kaisar?"
Andressa langsung masuk ke dalam ruangan. Betapa terkejutnya ia mendapati kamar rawat Lorcan dalam keadaan hancur. Ditambah lagi ranjang Lorcan masih bergetar serta kilauan warna sihir berkelip di inti jantungnya akibat mana yang berbenturan.
"S-Sebelumnya, k-kami melihat tubuh Kaisar melayang. Itulah mengapa kami ketakutan saat melihatnya," tutur salah satu kesatria yang menjaga pintu masuk ruang rawat Lorcan.
__ADS_1
"Baiklah, aku paham situasinya. Kalian semua mohon tinggalkan ruangan ini. Aku akan memeriksa Kaisar. Dan jangan biarkan siapa pun mendekat masuk kemari. Paham?"
"Paham, Nona."
Andressa menutup rapat pintu masuk begitu semua orang meninggalkan ruangan. Saat ini hanya tersisa dia saja untuk mengamati kondisi Lorcan.
Bola mata Andressa terpaku pada Lorcan yang terbaring tanpa menyadari adanya mana menyusup masuk ke tubuhnya. Gadis yang mengenal mana lebih dari siapa pun itu, kini merasa bingung harus melakukan apa.
"Rupanya Lorcan punya peluang menjadi penyihir hebat bila ia dilahirkan dari dunia penuh sihir. Sayangnya, dunia ini tidak mengenal apa itu sihir. Lantas, bagaimana aku harus menanggapi pemandangan ini? Sejujurnya, aku sendiri juga tidak tahu apa yang aku lakukan setelah ini," gumam Andressa menghela napas sejenak.
"Bagaimana bisa ia punya cadangan mana yang sangat banyak? Aku rasa untuk saat ini, mana Lorcan lebih besar dari mana milikku."
Kemudian Andressa menekan inti mana Lorcan supaya tidak lepas kendali. Sangat berbahaya bila Lorcan yang tidak sadar kekuatannya malah tanpa sengaja melontarkan sihir kepada orang-orang tak bersalah.
__ADS_1
"Aku akan mengikat mananya sementara waktu. Setelah dia sembuh, baru aku katakan kepada Lorcan mengenai kekuatannya ini. Semoga saja dia bisa menerima dengan penuh lapang dada."
***
Di waktu bersamaan, kekaisaran Dorton baru saja selesai menarik sejumlah wilayah kecil menjadi wilayah kekuasaan mereka. Tidak hanya wilayah kecil, beberapa kerajaan hingga kekaisaran berhasil mereka dapatkan dengan sangat mudah.
Kaisar Dorton — Thales membawa kemenangan besar. Padahal dia baru saja menjabat menjadi Kaisar selama enam bulan terakhir, tetapi dia berhasil cepat mendorong Dorton merangkak nyaris mencapai puncak.
"Yang Mulia, apa Anda akan mengadakan pesta perayaan kemenangan lagi?" tanya asisten pribadi Thales.
"Tentu saja aku harus merayakannya. Tolong persiapkan semuanya. Aku tidak mau perayaan kali ini dirayakan dengan sederhana. Buat lebih meriah dan mewah! Kau mengerti itu?" kata Thales penuh semangat berapi-api.
"Baik, saya akan menyiapkannya sesegera mungkin."
__ADS_1
Thales tersenyum bangga. Dia akhirnya bisa menggapai kemenangan yang ia dambakan selama ini.
"Selangkah lagi ... hanya selangkah lagi ... aku bisa menghancurkan dua kekaisaran itu. Aku akan menghancurkannya secara perlahan. Oh, aku lupa. Gadis yang bernama Andressa itu, entah mengapa dia membuatku sedikit terganggu. Mungkin aku harus mencari tahu tentang dia."