Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Amarah Leyna


__ADS_3

Leyna membuat keributan di lorong arah ruang pribadi Lorcan. Para kesatria yang bertugas untuk menjaga keamanan pun kewalahan menghadapi Leyna. Wanita itu memang keras kepala dan pantang menyerah sebelum keinginannya terpenuhi.


Lorcan dapat mendengar kegaduhan tersebut dari ruangannya. Helaan napas kasar terdengar dari sela mulutnya. Entah bagaimana lagi ia mengatasi kegilaan sang ibu. Cukup memusingkan karena Leyna pasti akan mencoba segala cara untuk masuk bertemu dia.


“Kenapa dia sangat berisik sekali?” Lorcan berdecih kesal sambil beranjak dari tempat duduk.


“Apa yang akan Anda lakukan, Yang Mulia? Ibu suri takkan berhenti sebelum Anda mengizinkannya untuk masuk,” tanya Jason, ingin rasanya ia menutup telinga demi menghindari teriakan Leyna dari luar.


“Terpaksa aku harus berbicara dengannya supaya dia diam.”


Kemudian Lorcan menyuruh Jason untuk memberi tahu kesatria di depan pintu agar membiarkan Leyna masuk. Wanita itu langsung menerobos pintu ketika izin dari Lorcan turun.

__ADS_1


“Apa maksud ini semua?! Bagaimana kau bisa merencanakan pertunangan tanpa sepengetahuanku? Padahal aku telah menyediakan calon tunangan untukmu dan beraninya kau tiba-tiba memilih seorang rakyat jelata untuk menjadi tunanganmu! Apa kau tidak memikirkan masa depan kekaisaran?!”


Leyna bertubi-tubi melontarkan kekesalan nan terpendam. Bahkan, ia tak memberi celah Lorcan menjawab perkataannya.


“Masa depan? Justru masa depan kekaisaran lebih aman bila aku menikahi Andressa. Apa kau pikir gadis seperti Camille bisa membuat Emilian menjadi jauh lebih baik?”


Leyna memaku di tempat.


“Apa yang kau katakan? Tentu saja Camille bisa membawa Emilian ke kejayaan—”


Leyna tersentak tatkala menatap penuh kedua bola mata Lorcan. Pria itu seperti menelan tubuhnya hidup-hidup. Sungguh, ia merasa bahwa perbedaan mereka berdua teramat jauh meski Lorcan adalah darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


“Omong kosong! Kau hanya mencoba melarikan diri dariku kan? Aku menjadikan Camille sebagai calon pengantinmu karena dia punya kemampuan. Tidak mungkin aku asal-asalan memilih pasangan untukmu. Jadi, aku harap sekarang kau batalkan rencana pertunanganmu dengan rakyat jelata itu!”


Lorcan menyunggingkan senyum miring. Rasanya menggelikan sekali mendengar Leyna bersikap seolah-olah ia memberikan pilihan yang terbaik bagi dirinya. Padahal Leyna hanya bermaksud untuk menjatuhkannya.


“Aku takkan membatalkan rencana pertunanganku. Seberapa keras pun kau mengancamku, aku hanya ingin bertunangan dengan Andressa. Jangan coba-coba menekanku lagi. Paham?”


Sorot mata Lorcan terasa tajam dan dingin. Aura mencekam dari dirinya perlahan merasuki jantung Leyna. Sang ibu suri sontak memalingkan mata dari wajah Lorcan demi menghindari ketakutan besar di hatinya.


“Wah, lihat siapa yang ada di sini. Tidak disangka-sangka aku bisa langsung bertemu dengan ibu suri.”


Andressa tiba-tiba saja muncul dari pintu masuk. Gadis itu bermaksud datang menemui Lorcan, tetapi dia malah bertemu dengan Leyna. Andressa masuk membawa senyum semringah yang merekah di bibirnya. Bahkan, tiada sedikit pun ia merasa berdosa terhadap Leyna.

__ADS_1


“Kenapa kau ada di sini? Apa kau kemari untuk menertawakanku?” Leyna mengeluarkan sifat aslinya kepada Andressa.


“Yang Mulia, Anda terlalu percaya diri. Saya kemari ingin menyerahkan sebagian data saya yang tertinggal untuk mengurus upacara pertunangan saya dengan kaisar.”


__ADS_2