Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Virus Cyllio


__ADS_3

Andressa segera bergegas menuju klinik. Dia akan meneliti apa yang sebenarnya mencemari tanah dan air.


"Amelia, buka pintunya, cepat!" teriak Andressa menggedor-gedor pintu masuk.


Amelia buru-buru membukakan pintu untuk Andressa. Sejujurnya, dia tidak tahu apa yang membawa Andressa sampai sepanik itu.


"Ada apa, Nona? Apakah ada sesuatu yang terjadi?"


Andressa tidak merespon pertanyaan Amelia.


"Aku tidak punya banyak waktu. Aku harus meneliti ini baik-baik. Nanti aku akan menjelaskannya kepadamu. Sekarang tolong biarkan aku fokus sejenak."


Andressa mencoba mengamati air dan tanah yang dia bawa dari hutan. Berbagai alat laboratorium berhasil ia peroleh dari Aldan. Sekarang waktunya dia menggunakan alat-alat yang sudah dilengkapi dengan aeter.


"Apakah ini virus cyllio? Bagaimana bisa virus ini menyebar ke dalam air dan tanah di hutan? Sial! Ini lebih berbahaya dari dugaanku."


Andressa mengatur irama napas sejenak. Dia harus tenang sebelum memulai mencari penawar dari penyakit ini. Andressa berupaya tetap berpikir jernih dan menjaga kewarasan sesaat.

__ADS_1


"Mari pikirkan siapa dalang kekacauan ini. Sekarang yang terpenting ialah di mana aku bisa menemukan bunga lonceng merah? Bunga itu adalah obat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus cyllio."


Andressa menjangkau sebuah buku di pajangan rak. Buku itu berisi informasi perihal berbagai macam tamanan herbal yang tubuh di Kekaisaran Emilian. Salah satunya ialah bunga lonceng merah. Setelah mencari beberapa menit, akhirnya dia menemukan di mana lokasi keberadaan bunga tersebut.


"Ada di utara hutan Rovas? Jadi, aku harus ke tempat ini untuk mengambil bunga lonceng merah? Baiklah, aku tidak punya pilihan lain selain menaruh harapan pada hutan Rovas."


Andressa keluar dari ruangannya. Dia langsung memanggil Amelia.


"Amelia, tolong temui Belmir dan katakan padanya untuk mengumpulkan para penduduk. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan," titah Andressa.


"Baik, Nona. Akan saya katakan kepada Tuan Belmir."


Selepas itu, Belmir mengumpulkan seluruh penduduk di halaman depan klinik. Mereka menunggu Andressa keluar dari klinik.


"Kira-kira ada apa Nona Andressa memanggil kita kemari?"


"Entah, aku juga tidak tahu. Sekarang mari tunggu penjelasan dari Nona."

__ADS_1


Lima menit setelahnya, Andressa keluar dari klinik. Dia berdiri di hadapan kerumunan penduduk untuk memberi tahu mereka perihal apa yang dia temui sebelumnya.


"Aku ada pengumuman penting. Aku sudah menemukan alasan mengapa kalian bisa terjangkit penyakit mematikan ini," ujar Andressa.


"Apa? Anda sudah menemukannya?"


Suasana pun menjadi bising sesaat Andressa berkata demikian. Mereka ingin tahu alasan yang sesungguhnya dari kemunculan penyakit yang telah memakan banyak korban.


"Ya, aku sudah menemukannya. Sekarang biarkan aku bertanya, kalian hidup dengan mengonsumsi air di sumur dan sungai serta memanfaatkan segala jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan kan?"


"Benar, Nona. Kenapa Anda menanyakan itu."


Sorot mata Andressa kian terlihat serius.


"Di situlah masalahnya. Air dan tanah tercemar oleh sesuatu yang disebut virus cyllio. Apa kalian tahu penyebab terjadinya masalah ini?" tanya Andressa.


"Huh? Nona, Anda bilang tanah dan air tercemar? Saya tidak tahu apa itu virus cyllio, tetapi bagaimana bisa air dan tanah kami tercemar?"

__ADS_1


"Benar, Nona. Kami sebelumnya baik-baik saja meminum air sumur atau sungai dan memakan tumbuh-tumbuhan di hutan."


__ADS_2