
Andressa meraba-raba cairan tersebut sembari mengendus aromanya. Apabila dilihat dari aroma maupun bentuknya, tidak ada yang mencurigakan di sana.
"Apa ini? Bagaimana kau mendapatkannya?" tanya Andressa.
"Beberapa waktu lalu saya melihat salah satu anggota organisasi galston membawa sebuah gerobak keluar dari wilayah persembunyian mereka. Kemudian tanpa sengaja dari celah gerobak jatuh cairan ini, karena curiga jadi saya memutuskan membawanya kemari supaya Anda bisa memeriksanya," jelas Jason.
Andressa masih terdiam memandang cairan itu.
"Baiklah, biar aku periksa terlebih dahulu. Terima kasih sudah melaporkan hal ini padaku."
"Ya, Nona. Saya akan melaporkan kembali jika saya menemukan sesuatu yang aneh lagi."
Obrolan mereka berakhir sampai di sini. Andressa bergegas balik ke klinik agar ia bisa cepat melakukan pemeriksaan zat yang terkandung di dalam cairan itu.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, hasil dari penelitian cairan tersebut keluar. Mimik muka Andressa terlihat amat terkejut. Tubuhnya mematung, ia terpaku setengah gelisah dan takut.
__ADS_1
"Celaka! Bagaimana bisa cairan ini ada di tangan organisasi galston? Aku harus mencari tahu segera dan menghubungi Lorcan. Tidak! Aku akan pergi ke istana memberitahunya langsung."
Andressa berpamitan kepada Calvin, ia menitipkan klinik sementara waktu. Dengan cepat Andressa mengambil kuda lalu menungganginya menuju ke istana.
'Semoga mereka belum mengedarkan cairan ini. Jangan sampai mimpi buruk ini terjadi.'
Setiba di istana, Andressa masuk begitu saja ke ruangan Lorcan. Untungnya kala itu Lorcan sedang bersama Jason. Padahal waktu itu tengah malam, tetapi Lorcan masih berada di ruang kerjanya.
"Andressa, ada apa? Kenapa kau kembali lagi ke istana?"
Andressa mengatur irama napasnya sebelum berbicara lebih lanjut.
Lorcan dan Jason tampak kebingungan karena Andressa tidak menjelaskan apa pun kepada mereka berdua.
"Bisakah kau menjelaskan terlebih dahulu sebenarnya ada apa ini? Apa yang sebenarnya hendak kau bicarakan?" tanya Lorcan.
__ADS_1
Andressa menenangkan sejenak dirinya.
"Jason baru saja memberiku cairan yang dia dapatkan dari organisasi galston. Lalu tadi aku memeriksa apa yang terkandung di dalam cairan itu. Aku terkejut sebab aku menemukan bahwa cairan itu berisi wabah mematikan. Wabah ini bisa menular melalui udara dan sentuhan. Apabila tidak diobati, maka penderitanya hanya bisa bertahan selama tiga hari saja."
"Apa?! Penderitanya hanya bisa bertahan tiga hari?! Jadi, wabah ini lebih bahaya daripada wabah yang terjadi di wilayah Selion?"
Ekspresi Lorcan dan Jason benar-benar syok.
"Iya, hanya tiga hari. Aku khawatir mereka merencanakan untuk menyebarluaskan cairan itu ke tengah pemukiman penduduk."
"Jason, apa kau tahu ke mana mereka pergi membawa semua stok cairannya?" Lorcan bertanya kepada Jason.
"Mohon maaf, Yang Mulia, saya kehilangan jejak ketika mengikuti mereka. Jadi, saya tidak tahu ke mana tujuan mereka membawa seluruh cairan itu," jawab Jason.
Lorcan menghela napas panjang seraya berpikir keras.
__ADS_1
"Apa kau bisa membuat obat dari penyakit ini? Kita tidak tahu kapan dan di mana wabah ini mendera. Setidaknya sekarang kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya."
"Aku belum bisa membuat obatnya karena ada beberapa bahan langka yang tidak aku miliki."