Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Penjelasan


__ADS_3

Camille meringis sakit setelah badannya terjatuh ke lantai. Dia menggerutu marah karena Lorcan tidak mempedulikannya dan malah mengejar Andressa. Akan tetapi, Camille cukup puas seusai membuat kesalahpahaman antara Andressa dan Lorcan.


'Ya sudahlah, semoga sesudah ini mereka berdua bertengkar hebat lalu memutuskan pertunangannya. Nanti aku bisa langsung masuk menjadi permaisuri kekaisaran ini,' batin Camille.


Lorcan kala itu kesulitan menyamakan langkah dengan Andressa. Gadis tersebut melangkah terlalu cepat.


"Tunggu dulu, Andressa!" Pada akhirnya, Lorcan berhasil menangkap pergelangan tangan Andressa dan menghentikan pergerakannya.


"Kenapa kau mengejarku?" Andressa berupaya bersikap seperti biasa seolah-olah tidak terjadi apa pun.


"Aku bisa jelaskan."


"Jelaskan soal apa?" Andressa menatap lekat Lorcan.


"Tadi Camille menabrakku dan aku tidak sengaja menangkapnya. Tolong percayalah padaku."


Entah atas alasan apa Lorcan berusaha menjelaskan sebaik mungkin situasi barusan. Padahal Andressa tidak butuh penjelasan apa pun darinya.


Beberapa detik berselang, Lorcan menyadari tindakannya itu. Wajahnya merona sempurna seperti udang rebus.


'Kenapa aku bersusah payah menjelaskannya kepada Andressa? Hubungan kami hanya sebatas tunangan kontrak. Sial! Apa yang sebenarnya aku lakukan sekarang?'

__ADS_1


Lorcan menutup wajahnya karena tersipu malu.


"Ternyata begitu, aku pikir kau dan Camille ada hubungan."


Andressa menghela napas lega. Rasa sesak yang menyakiti jantungnya kini telah menghilang.


"Hah? Mana mungkin aku punya hubungan dengan gadis itu. Kau tahu sendiri hubunganku dan Camille seperti apa," ujar Lorcan meyakinkan Andressa.


"Ya, aku percaya padamu. Kau tidak punya hubungan khusus dengan Camille."


Lorcan merekahkan senyum lebar. Dia merasa senang bukan main Andressa mempercayai perkataannya.


'Ada apa dengan diriku? Mengapa aku merasa lega setelah tahu kalau ini hanyalah kesalahpahaman?' Andressa membatin mempertanyakan keanehan pada perasaannya.


"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan tadi? Kebetulan aku sedang senggang. Kau mau berbicara denganku sekarang?"


Andressa melirik ke arah para bangsawan yang dari tadi mengikuti Lorcan. Tampaknya Lorcan punya banyak kerjaan. Dia hanya mencoba untuk melarikan diri dari pekerjaannya demi Andressa.


"Tidak, nanti saja. Sebaiknya kau urus pekerjaanmu bersama para bangsawan itu. Lagi pula yang ingin aku bicarakan denganmu bukanlah sesuatu yang lebih penting daripada pekerjaanmu," tutur Andressa.


"Benarkah?"

__ADS_1


Andressa mengangguk sambil menjawab, "Iya, pergilah bekerja. Jangan menyusahkan orang-orang yang bekerja di bawahmu."


Andressa mendorong punggung Lorcan agar segera pergi dari sana.


"Baiklah, tolong hubungi aku lagi nanti ketika kau ingin berbicara denganku."


"Tenang saja, aku pasti akan menghubungimu kembali selepas pekerjaanku dan pekerjaanmu selesai."


Lorcan mematuhi perkataan Andressa. Buru-buru dia kembali menyelesaikan pekerjaannya kala itu.


Kemudian Andressa memutuskan kembali lagi ke klinik. Ada banyak hal yang harus dilakukan sekarang.


Di luar istana, Andressa tanpa sengaja berpapasan dengan Jason — kesatria pribadi Lorcan. Dia baru saja menyelesaikan latihannya di lapangan.


"Nona, sudah lama tidak bertemu." Jason menyapa Andressa.


"Ke mana saja kau selama ini?" tanya Andressa.


"Saya punya beberapa pekerjaan dari kaisar. Beliau menyuruh saya memata-matai pergerakan organisasi galston."


"Organisasi galston? Aku hampir saja melupakannya. Apa kau menemukan sesuatu di sana?"

__ADS_1


"Sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal ketika saya memata-matai mereka. Lalu saya menemukan ini." Jason menyerahkan sebuah plastik berisi cairan kental berwarna merah pekat.


__ADS_2