
"Di mana tabib Andressa saat ini?"
Marquess Gencio menanyakan keberadaan Andressa kepada Belmir. Dia datang bertepatan dengan jadwal Andressa tengah menjalankan operasi.
"Nona Andressa sedang melakukan operasi, Tuan. Mungkin sebentar lagi beliau keluar dari ruangannya," jawab Belmir.
"Operasi? Siapa yang dioperasi?"
"Ada salah seorang anak dari penduduk Selion. Anaknya terjatuh dari atas pohon dan membutuhkan tindakan operasi."
Marquess Gencio mengangguk paham.
"Baiklah, aku akan menunggunya sampai selesai. Tolong katakan kepada Nona Andressa untuk menemui saya sesudah ini," ucap Marquess Gencio.
"Baik, Tuan."
Marquess Gencio beralih duduk di ruang tamu klinik. Dia memilih menanti Andressa sebab ada sesuatu yang hendak ia sampaikan kepada gadis tersebut.
Sementara itu, Andressa keluar dari ruang operasi. Dia membuka maskernya terlebih dahulu sebelum berbicara dengan orang tua pasien.
__ADS_1
"Operasinya berhasil."
Hanya dua kata itu mampu mendatangkan kelegaan di hati kedua orang tua pasien. Mereka tak perlu khawatir lagi dengan kondisi tubuh putra mereka dan masa depannya pun terselamatkan berkat Andressa.
"Sekarang putra kalian hanya perlu beristirahat selama beberapa hari di klinik. Aku akan memantau keadaannya secara berkala," lanjut Andressa berucap.
"Terima kasih, Nona ... terima kasih. Untung saja ada Anda, jika tidak, kami tak tahu lagi harus berbuat apa. Terima kasih ...."
Tidak terhitung berapa kali mereka mengucapkan terima kasih kepada Andressa. Memang benar yang mereka katakan, sangat gawat bila Andressa tidak ada. Jika mereka mengobatinya ke tabib, maka tabib akan memotong kakinya.
"Nona, Anda sudah selesai? Marquess Gencio menunggu Anda di ruang tamu. Beliau ingin berbicara dengan Anda," ujar Belmir menghampiri Andressa.
"Marquess Gencio kemari? Baiklah. Aku akan pergi menemuinya."
"Halo, Tuan. Maaf, saya baru selesai melakukan operasi. Apakah Anda menunggu saya terlalu lama?" Andressa segera duduk berhadapan dengan Marquess Gencio.
"Tidak masalah. Saya juga baru saja tiba di sini. Saya kemari karena ingin menyampaikan pesan untuk Anda."
Andressa menatap serius Marquess Gencio.
__ADS_1
"Pesan? Dari siapa?"
"Dari Kaisar."
Bola mata Andressa melebar tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Dari Kaisar? Mengapa Kaisar ingin bertemu dengan saya?" tanya Andressa.
"Beliau sudah mengetahui hasil usaha Anda mengobati penduduk wilayah Selion. Jadi, Kaisar ingin memberi Anda apresiasi. Saya dengar juga Anda berhasil menetralisir seluruh racun di tanah dan sumber air Selion. Hal ini akan semakin membuat Kaisar senang mendengarnya. Oleh sebab itulah, beliau ingin mengundang Anda ke istana," tutur Marquess Gencio.
Andressa menghela napas panjang. Dia sudah menduga hal seperti akan datang padanya.
"Mohon maaf, Tuan, tetapi saya tidak ingin menemui Kaisar. Tolong sampaikan permintaan maaf saya kepada beliau."
Alangkah terkejutnya Marquess Gencio mendengar Andressa menolak secara tegas undangan dari Kaisar.
"Mengapa Anda menolaknya? Tidakkah Anda berpikir ini peluang bagus bagi Anda meningkatkan fasilitas klinik Anda saat ini? Anda bisa meminta hadiah apa pun—"
"Tuan, dalang dari masalah ini belum ditemukan. Bagaimana bisa saya meninggalkan wilayah Selion tanpa menimbang keamanan para penduduk? Apabila Kaisar ingin bertemu dengan saya, maka suruh beliau mendatangi saya atau minta beliau menunggu sampai pelakunya ditemukan."
__ADS_1
Marquess Gencio nyaris kesulitan bernapas akibat permintaan Andressa terdengar begitu lancang. Akan tetapi, di sisi lain, Marquess Gencio salut karena Andressa sangat memikirkan penduduk Selion.
"Jika itu permintaan Anda, maka saya akan menyampaikan hal ini kepada Kaisar."