Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Tunangan Kontrak


__ADS_3

Sedikit terkejut mendengar Andressa memaki-maki dan mengumpati sang ibu suri. Jason sampai tercengang sebab gadis berpenampilan cantik itu punya mulut setajam silet. Tidak mengherankan mengapa Andressa dijuluki sebagai manusia berwajah malaikat yang kadang-kadang berperilaku seperti setan.


“Tenanglah, Andressa. Ternyata kau lebih brutal dari dugaanku. Untuk saat ini mari kita pantau pergerakannya terlebih dahulu. Aku curiga ada seseorang yang membantunya dari belakang. Sekarang aku sedang mencari tahu lebih dalam lagi,” tutur Lorcan.


“Rupanya kau juga mencurigai hal yang sama. Aku pun berpikir demikian. Kemungkinan besar ada seseorang di belakang ibu suri. Posisi orang tersebut sepertinya jauh lebih kuat dari dugaanku. Jika tidak, mana mungkin ibu suri berani melakukan sesuatu yang berpotensi membahayakan dirinya sendiri,” kata Andressa mengutarakan isi pikirannya selama ini.


“Aku setuju denganmu. Aku harus memikirkan rencana lebih lanjut ke depannya demi mencegah tindakan bodoh ibu suri.”


Lorcan menghela napas kasar. Raut muka Lorcan tampak kelelahan dengan sikap sang ibu.


Di sela itu, Andressa tiba-tiba berucap, “Aku punya rencana. Kau mau mendengarnya?”


“Rencana? Coba katakan padaku. Siapa tahu aku bisa membantu menjalankan rencanamu.”


Andressa menyunggingkan senyum sembari bangkit dari tempat duduk. Bola matanya berbinar-binar lalu tangannya bergerak menjangkau dan menggenggam kedua tangan Lorcan.


“Mari kita bertunangan!” Andressa mengatakan sesuatu yang amat mengagetkan tanpa beban dari mulutnya.


Lorcan dan Jason sontak mematung di tempat. Sedangkan Andressa menunggu jawaban dari Lorcan.

__ADS_1


“Bertunangan? M-Maksudmu apa?” Seketika Lorcan gugup, mukanya perlahan memerah sempurna.


Andressa mengangguk cepat.


“Iya, bertunangan. Kenapa? Ada masalah?”


Jason menepuk pelan keningnya.


“Nona, apa Anda baru saja melamar Kaisar?” tanya Jason.


Gadis itu refleks menatap Jason.


“Astaga, Nona. Anda sedang bermain-main kan? Bagaimana bisa seorang wanita melamar pria? Terlebih lagi orang yang Anda lamar adalah pemimpin kekaisaran Emilian. Apa Anda sudah gila?!”


Nada suara Jason terdengar meninggi. Dia kesal karena Andressa bersikap biasa saja bahkan seusai melontarkan lamaran kepada Lorcan.


“Kenapa kau marah? Maksudku, ini bukan tunangan sungguhan. Aku mau menjadi tunangan kontrak Lorcan. Aku melakukan ini supaya aku punya akses bebas keluar masuk istana sekaligus aku bermaksud untuk memancing emosi ibu suri hingga dia menunjukkan secara langsung rencana bodohnya kepada kita, termasuk menunjukkan sosok pendukung di belakangnya.”


Kedua pria itu serentak membuang napas lega. Jantung Lorcan nyaris saja copot mendengar penuturan lamaran Andressa.

__ADS_1


“Aku pikir kau benar-benar ingin bertunangan denganku.” Lorcan mengatakannya dengan suara kecil.


“Apa yang kau katakan? Aku tidak bisa mendengar suaramu,” ucap Andressa.


“Tidak, aku tidak mengatakan apa-apa. Hanya saja aku sedikit syok kau mengajukan pertunangan kontrak secara mendadak begini,” kilah Lorcan.


Andressa terkekeh kecil. Mimik muka Lorcan tampak seperti orang kebingungan. Ditambah lagi wajahnya nan merona memperjelas seberapa malu Lorcan kala itu.


“Maafkan aku, aku tidak bisa berbasa-basi. Bukankah lebih baik begini? Aku berterus terang saja tujuanku ingin bertunangan denganmu. Bagaimana? Kau sepakat?”


Gadis itu mengulurkan tangannya kepada Lorcan. Berharap Lorcan menerima ulurannya sebagai tanda kesepakatan di antara mereka berdua.


“Baiklah, mari kita lakukan demi membuka kedok ibu suri. Mulai besok aku akan mengurus pertunangan kita.” Lorcan menerima uluran tangannya seraya menyunggingkan senyum dan tatapan penuh arti.


“Ya, aku menantikan keberhasilan rencana kita.”


Setelah saat itu, Lorcan tanpa berlama-lama langsung mengurus persiapan pertunangan mereka secara resmi. Tentu saja tidak lupa keduanya menandatangani surat kontrak pertunangan yang berlaku sampai masalah ini terselesaikan.


Tepat satu minggu berlalu, kabar perihal pertunangan Andressa dan Lorcan tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru negeri. Seisi kekaisaran gempar akibat berita tersebut, salah satunya yang paling syok ialah Camille.

__ADS_1


“Berita apa-apaan ini? Tidak mungkin Kaisar bertunangan dengan rakyat jelata itu!”


__ADS_2