
Beberapa saat kemudian, Lion datang menemui Andressa. Gadis itu amat tidak sabar menanyakan kepastian perihal kemunculan monster magis di dunia ini.
“Hei, Lion! Sebaiknya, kau jelaskan sekarang mengenai monster magis yang bermunculan di pegunungan timur. Aku tidak mau mendengar alasan apa pun darimu karena masalah ini sudah sangat mengkhawatirkan,” ucap Andressa memaksa Lion memberi penjelasan.
Ujung mata Lion berkerut kesal mendengar suara Andressa. Akan tetapi, dia tetap berupaya tenang agar tak terjadi cekcok antara dirinya dan Andressa.
“Bersabarlah! Aku juga bermaksud menjelaskan kepadamu. Aku sudah yakin sedari awal bahwa kau pasti menagih penjelasanku. Jadi, tolong dengarkan baik-baik penjelasanku dan jangan memotong pembicaraanku.”
Andressa mengangguk cepat.
“Baiklah, aku akan mendengarkan penjelasanmu.”
“Ya, aku benar-benar meminta maaf sebelumnya karena kami tidak mengatasi dengan baik permasalahan dinding pembatas dimensi yang mengalami keretakan parah. Sekarang kondisinya kian memburuk. Kami para penjaga semakin kewalahan sehingga tanpa sadar portal monster magis berpindah melalui celah dinding dimensi. Maka dari itu, tidak heran mengapa di sini bisa ada portal dan monster magis berkeluaran dari sana,” jelas Lion panjang lebar.
__ADS_1
Andressa tidak bisa marah mendengar penjelasan tersebut. Pasalnya, Lion terlihat menyesali kondisi terkini. Bagaimana pun baik Lion atau rekan-rekannya, mereka telah mengusahakan yang terbaik. Kejadian ini semua berada di luar kendali Lion.
“Apa aku harus turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini? Hanya aku satu-satunya yang mengetahui titik kelemahan monster magis.”
“Oh akhirnya kau secara sukarela ingin membantuku? Jarang sekali, biasanya kau selalu mengeluh.” Lion meledek Andressa.
“Ini karena aku tidak mau monster magis itu membuat onar dan akhirnya malah memangsa manusia. Tolong jangan berpikir macam-macam.”
Tanpa berpikir panjang, Andressa menjawab, “Iya, aku mengerti. Kau tidak perlu menekan nada bicaramu begitu.”
Lion menyerahkan selembar kertas kepada Andressa. Kertas tersebut tertulis lokasi kemunculan portal dunia monster magis.
Andressa mengamati satu per satu lokasi portal itu. Terdapat lebih dua puluh titik lokasi keberadaan portal dan itu semua terletak di masing-masing tempat yang berjauhan jaraknya.
__ADS_1
“Aku yakin kau pasti mengeluhkan soal jarak tempuh menuju lokasi tersebut. Jadi, aku telah menyetel beberapa lembar mantra teleportasi agar kau bisa ke sana tanpa memakan banyak waktu,” tutur Lion memberikan kepada Andressa sejumlah mantra yang dia tulis di sebuah kertas.
“Kau memang sangat pengertian. Dengan ini aku tidak perlu menghabiskan banyak tenaga ke titik tujuan. Terima kasih, aku pastikan semua portal bisa tertutup dan tersegel kembali.”
Di hari yang sama, Andressa mendengar kabar bahwasanya Lorcan berencana berangkat menuju pegunungan timur. Tentu saja Andressa takkan membiarkan hal itu terjadi. Dia khawatir kejadian yang sama menimpa Lorcan beserta bawahannya. Maka sebab itulah Andressa buru-buru menuju ke lokasi Lorcan berkumpul dan bersiap-siap melangkah menunggangi kuda.
“Lorcan, kau sungguh akan pergi ke sana?” tanya Andressa.
Lorcan kaget melihat Andressa menyusulinya.
“Oh, Andressa! Ya, aku harus mengeceknya sendiri. Apabila laporan Marquess Gencio itu benar adanya, maka aku harus mencari cara—”
“Tidak! Kau tidak boleh ke sana!”
__ADS_1