Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Nyaris Dibeberkan


__ADS_3

Secara perlahan, mulai dari area ranjang rawat sampai ke sudut ruangan mengalami pembekuan. Jason dan Lorcan membatu seperti patung, sedangkan Andressa karena sudah terbiasa, jadi dia lebih menunjukkan ekspresi kaget sesaat.


“Yang Mulia, apa yang baru saja Anda lakukan?” Jason bertanya disertai nada suara gemetar.


“Omong kosong apa yang kau pertanyakan? Aku tidak melakukan apa pun.”


“Bohong! Esnya keluar ketika Anda menyentuh tepian ranjang, Yang Mulia!”


Lorcan masih belum sadar bahwa situasi tersebut akibat dari kebocoran mana dari tubuhnya. Andressa tidak bersuara sedikit pun, tetapi reaksinya ini menimbulkan kecurigaan di firasat Lorcan bahwasanya Andressa tahu sesuatu tentang keadaan kala itu.


“Lorcan, ini memang benar dari kekuatanmu. Ah, sial!” Andressa mengacak-acak rambut. “Padahal aku pikir sudah menahan seluruh manamu agar tidak bocor, tetapi sepertinya percuma saja aku melakukannya.”


Dua pasang mata sedang menatap serius Andressa. Mereka butuh penjelasan lebih lanjut apa maksud dari perkataan gadis tersebut.

__ADS_1


“Maksud Anda apa, Nona? Jadi, yang saya katakan sebelumnya benar? Ruangan ini tiba-tiba membeku karena kekuatan Kaisar?” tanya Jason memastikan.


Andressa mengangguk perlahan.


“Benar, ini adalah kekuatan Lorcan. Tunggu sebentar, biar aku pulihkan dulu ruangan ini supaya tidak ada orang yang syok menyaksikannya.”


Andressa dalam sekejap memulihkan kondisi ruangan seperti sedia kala. Tiada kata terucap sepatah pun dari mulut kedua orang itu. Mereka syok dan bertambah syok melihat Andressa menggunakan sihir.


“Apa itu? Kenapa kau bisa menggunakan kekuatan aneh seperti itu?”


Begitulah penjelasan gamblang dari Andressa. Dia berbicara seolah-olah tak punya beban. Padahal pembicaraan seperti ini tidak bisa diutarakan begitu saja. Namun, Andressa bukanlah tipe orang yang suka memperlambat penjelasannya. Gadis itu lebih suka berbicara langsung pada poin utamanya.


“Sihir? Mana? Penyihir? Maksudmu apa? Mengapa seakan-akan kau berbicara seperti kau memahami kekuatan ini dengan baik?” Lorcan kian didera kebingungan.

__ADS_1


“Aku memahaminya dengan baik karena aku sendiri juga mempunyai kekuatan yang sama denganmu.” Andressa menghela napas seketika. “Dengar, Lorcan. Di dunia ini ada situasi di mana tidak bisa dipikirkan menggunakan logika. Aku mungkin salah satu orang yang mustahil kau cerna melalui logikamu sendiri,” lanjut Andressa berucap.


Lorcan berupaya menata kewarasan kembali. Begitu pula dengan Jason, ia tanpa sengaja malah mendengar pembicaraan serius seperti demikian.


“Aku masih belum paham. Apa kau tidak bisa memberi penjelasan yang lebih sederhana dan bisa diterima akal sehatku?”


“Bagaimana aku harus menjelaskannya? Haruskah aku memberi tahumu—”


Tiba-tiba saja di tengah keseriusan yang terjadi, mulut Andressa dibekap oleh Lion. Makhluk kecil itu datang tepat waktu sebelum Andressa membeberkan segalanya tentang rahasia yang tidak boleh diketahui manusia biasa.


“Diam kau, sialan! Siapa yang mengizinkanmu untuk membocorkan masalah ini kepada manusia biasa?!”


Andressa tak bereaksi, ia tertegun menyaksikan keadaan di sekitarnya tenang, sunyi, serta tiada satu pun gerakan seolah-olah aliran waktu sedang berhenti.

__ADS_1


“Apa yang terjadi? Apa kau baru saja menghentikan aliran waktu?” tanya Andressa.


“Benar, aku sengaja turun tangan agar kau membungkam mulutmu. Tolong jangan katakan apa pun lagi mulai sekarang. Aku tidak mau manusia biasa mengetahui kondisi alam semesta saat ini.”


__ADS_2