Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Pembicaraan Leyna dan Kaisar Dorton


__ADS_3

Prang!


Bahana pecahan kaca berderai di atas lantai bergema di penjuru istana kediaman sang Ibu Suri. Raut mukanya masam dan diselimuti amarah yang menggebu-gebu.


Emosi Leyna meledak begitu ia mendapatkan laporan perihal kegagalan rencananya. Sekali lagi gertakan Leyna dipatahkan dengan sangat mudah oleh Andressa.


"Gadis jal*ng itu! Kenapa kali ini dia bisa berhasil menggagalkan rencanaku? Bukankah kalian menjamin sejak awal bahwa rencana ini bisa berhasil? Karena dia aku jadi tidak bisa menarik Count Wain ke sisiku!"


Kala itu, ada dua orang misterius bertopeng berdiri di hadapan Leyna. Diketahui kalau mereka merupakan orang yang telah melapor kepada Leyna.


"Mohon maaf, Yang Mulia. Kami juga tidak tahu pastinya bagaimana. Gadis itu entah bagaimana bisa menemukan penyebab terjadinya kebakaran itu. Kami akan menyelidikinya lebih lanjut," ujar salah seorang dari kedua orang itu.


"Bagus! Selidiki dia! Aku yakin dia masih punya rahasia yang tersembunyikan. Mustahil seorang tabib biasa bisa menemukan penyebab kebakaran itu dalam waktu singkat."

__ADS_1


"Baik, Yang Mulia. Anda tidak perlu khawatir."


Leyna menghela napas sejenak. Dia berusaha untuk bersikap santai dan mencoba mengatur kembali emosinya.


"Mohon maaf, Yang Mulia, ada panggilan dari Kaisar Dorton."


Kemudian di saat bersamaan, kedua orang itu menyerahkan alat komunikasi sihir berbentuk seperti kotak musik kepada Leyna. Di balik sana dia mendengar suara sesosok pria.


"Leyna, bagaimana kabarmu? Aku dengar rencana kita kali ini gagal lagi. Apakah penyebabnya masih gadis yang sama?" tanya pria yang disebut sebagai Kaisar Dorton.


"Kau tidak perlu mencemaskan semua itu. Lagi pula kita punya kekuatan yang lebih besar dari mereka. Kita hanya perlu bersabar sebentar sampai aku mendapatkan kekuatan ini sepenuhnya. Ditambah aku mendapatkan beberapa barang menarik akhir-akhir ini. Tunggu dan bersabarlah. Aku pasti akan membantumu menguasai kekaisaran Emilian."


Leyna menyunggingkan senyum seringai. Setidaknya perasaannya menjadi lebih lega sekarang.

__ADS_1


"Ya, aku akan memegang perkataanmu. Aku berfirasat gadis itu akan menjadi ancaman serius untuk kita. Aku sarankan kau segera bergerak menghabisi nyawanya."


"Hahaha." Kaisar Dorton terkekeh mendengar perkataan Leyna. Dia menganggap remeh keberadaan Andressa. "Ancaman serius? Tidak mungkin! Takkan ada seorang pun yang bisa melawanku saat ini. Aku berhasil lolos dari kematian ketika kekaisaran Zervian mencoba menghabisi nyawaku. Gadis itu hanya masalah kecil bagiku."


Leyna mendudukkan badannya di atas kursi. Kedua bola matanya menghadap ke arah jendela.


"Begitukah? Jika memang seperti itu, maka aku serahkan padamu gadis itu. Aku tak mau dia menjadi penghalang lagi di rencana kita berikutnya."


"Iya, aku tidak butuh kata-katamu itu karena tanpa kau katakan pun aku pasti akan melenyapkan keberadaannya dari muka bumi ini."


Panggilan mereka terputus sesaat Kaisar Dorton menyudahi komunikasinya dengan Leyna. Dia memperoleh berita besar soal Andressa. Kemungkinan saat ini dia sedang bersiap-siap melakukan serangan lanjutan.


"Kaisar Dorton ... seberapa jauh aku bisa mempercayainya? Pria itu adalah seorang pengkhianat dari kekaisaran Zervian. Apakah dia akan mengkhianatiku juga? Ataukah dia bisa menepati janjinya padaku?"

__ADS_1


Leyna bergumam seraya memainkan jemarinya di gelas berisi alkohol.


"Ya, aku tidak peduli. Yang jelas sekarang, aku harus menuntaskan balas dendamku. Emilian hanya punya dua pilihan. Hancur atau jatuh ke tanganku? Hahaha. Sepertinya lebih baik aku hancurkan saja secara perlahan."


__ADS_2