Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Pertemuan Kaki Tangan Ibu Suri


__ADS_3

Egran lekas menghilang pergi dari pandangan Andressa. Dia tidak paham apa maksud dari perkataan pria itu. Namun, Andressa tidak ambil pusing ancamannya. Sekarang dia melanjutkan kembali perjalanannya menuju kediamannya.


Sementara itu, di kediaman Duke Fidel, kala itu tengah terjadi pertemuan antara bangsawan yang berada di bawah perintah ibu suri. Salah satu dari bangsawan tersebut ialah Count Ewald, ayahnya Miria.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan? Ibu Suri tidak jelas di mana keberadaannya. Kita tidak bisa bergerak tanpa perintah dan perlindungan dari ibu suri."


"Benar, Tuan, sejujurnya semakin ke sini Kaisar semakin menyadari bisnis gelap kita. Apa Anda yakin akan membiarkannya begitu saja sampai Kaisar mengetahui bahwa kita kaki tangan ibu suri?"


Duke Fidel menghela napas kasar, raut mukanya menunjukkan seberapa frustrasi ia saat ini. Sudah berbagai cara dia pikirkan bagaimana menghadapi permasalahan yang sedang terjadi. Akan tetapi, yang dia temukan hanyalah jalan buntu.


"Sekarang pengaruh gadis bernama Andressa itu kian mendominasi rakyat. Bahkan, tiada satu pun dari mereka yang protes tentang status Andressa sebagai rakyat biasa. Ditambah lagi klinik saya berada di ambang kehancuran akibat ulah gadis itu," imbuh Count Ewald.


"Aku paham situasi yang sedang kita hadapi. Namun, kita tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan. Jangan sampai pergerakan kita selama ini diketahui oleh Kaisar," tutur Duke Fidel.

__ADS_1


"Apa rencana Anda selanjutnya, Tuan?"


Duke Fidel tidak langsung menjawab. Dia berpikir sejenak di dalam kebingungan yang mendera.


"Aku akan menggunakan putriku untuk menggoda kaisar. Hanya itu satu-satunya cara. Setidaknya kita harus membuat hubungan kaisar dan Andressa renggang. Jangan sampai mereka semakin dekat karena kedekatan mereka merupakan ancaman bagi kita. Kekuatan kaisar menjadi lebih besar ketika Andressa menjadi tunangannya."


Para bangsawan yang berada di ruang tersebut setuju atas penjelasan Duke Fidel. Memang hal itulah yang bisa mereka lakukan sekarang. Tidak ada lagi cara yang lebih baik dari itu sebab akar permasalahnnya berawal dari Andressa.


"Saya setuju, sekarang kita memang tidak dapat berbuat banyak. Setidaknya kita harus menghancurkan hubungan mereka berdua."


Pertemuan mereka berakhir dengan damai tanpa adanya kegaduhan. Mereka menuruti perkataan Duke Fidel dengan sangat patuh.


Tatkala seluruh bangsawan pamit undur diri, Duke Fidel meminta Count Ewald untuk tinggal karena ada hal penting yang harus dibicarakan.

__ADS_1


"Count, hubungan Miria dan Gibson sedang tidak baik-baik saja kan?" tanya Duke Fidel.


Count Ewald tersentak. Memang benar bahwa hubungan putrinya dan Gibson tengah berada di ambang perpisahan. Mereka sering bertengkar hingga Gibson terkadang melayangkan kata putus. Untung saja mereka tidak benar-benar berpisah, jadi hubungan kedua keluarga masih terjalin erat sampai detik ini.


Count Ewald menjawab, "Maafkan saya, Tuan, benar kalau hubungan putri saya dan putra Anda tengah renggang. Sesekali saya mendengar Tuan Muda berbicara mengenai Andressa. Itulah sebab mengapa putri saya sering emosi."


"Suruh putrimu segera hamil anak Gibson."


Pandangan Count Ewald membelalak kaget mendengar ucapan Duke Fidel.


"Apa maksud Anda, Tuan? Hamil anak Tuan Muda?"


"Ya, aku takkan membiarkan Gibson mendekati rakyat jelata itu lagi. Bisa-bisa rencana kita jadi kacau karena hal ini, jadi segera suruh putrimu hamil anak Gibson untuk mengikatnya. Nanti kita akan bicarakan soal pernikahan mereka."

__ADS_1


"Baik, Tuan."


__ADS_2