
Pada malam harinya, Lorcan masih terbaring di atas ranjang. Segala jenis alat medis melekat di tubuhnya.
"Bagaimana kondisi Kaisar? Apa beliau menunjukkan tanda-tanda akan sadar?" tanya seorang tabib kepada rekannya yang baru selesai mengganti cairan infus.
"Masih belum ada. Kemungkinan beliau akan sadar besok atau lusa. Kita berdoa saja semoga beliau cepat membuka mata kembali."
"Astaga, kasihan sekali Kaisar. Padahal beliau baru saja menyelesaikan operasi pertama dan sekarang beliau terpaksa dioperasi lagi. Untungnya ada Nona Andressa yang membantu. Jika tidak, mungkin Kaisar sudah tidak bernyawa sejak pulang dari medan perang."
"Ya, kita benar-benar beruntung karena Nona Andressa punya ilmu pengobatan melebihi tabib pada umumnya."
Beberapa menit seusai tabib keluar, reaksi aneh terjadi pada tubuh Lorcan. Pria itu mendadak kejang-kejang disertai rasa seolah-olah disengat listrik di sekujur badan. Akan tetapi, Lorcan masih tidak bangun meski merasakan hal semacam itu.
Tiba-tiba saja ranjang Lorcan bergetar. Inti tubuh Lorcan sekilas memancarkan sinar redup. Aliran darahnya pun ikut terganggu.
__ADS_1
Sementara itu di saat bersamaan, Andressa kebetulan tengah duduk bersantai di ruangannya. Sebelumnya, ia berencana pergi ke lokasi medan peperangan. Namun, ia menundanya lantaran masih ada urusan lain yang lebih penting dan perlu dia selesaikan di klinik sesegera mungkin.
"Ibu Suri ... aku jadi semakin curiga kepada wanita itu. Apa mungkin dia adalah dalang dari segala kekacauan ini? Lalu aku menemukan sesuatu yang unik."
Andressa bergumam sendiri sembari menatap kertas berisi sejumlah laporan dari orang-orang suruhannya.
"Egran ... pria itu dulunya seorang tabib. Lebih tepatnya, bangunan klinik tua tempat yang aku tempati sebelumnya ialah milik dia. Berdasarkan laporan, Egran menjadi buronan kekaisaran Emilian seusai tertangkap melakukan eksperimen terhadap manusia."
Bola mata Andressa membulat sempurna kala membaca soal eksperimen.
Eksperimen tersebut bertujuan menciptakan racun paling mematikan di dunia. Egran melakukan berbagai cara sampai menjadikan manusia sebagai bahan eksperimen atau sebagai kelinci percobaan.
Kemudian sesuatu yang lebih mengejutkan ialah Egran ingin mengubah para pelaku kriminal mejadi hewan bersayap. Eksperimen ini pada akhirnya diketahui Lorcan hingga Lorcan menjatuhkan hukuman mati terhadap Egran. Akan tetapi, tepat menjelang eksekusi matii dilaksanakan, Lorcan menghilang.
__ADS_1
"Pria yang sangat gila. Kira-kira ada di mana dia sekarang? Tampaknya dia manusia yang berbahaya bila dibiarkan terus hidup."
Sepersekian detik setelahnya, Andressa sontak bangkit dari tempat duduk.
"Mungkinkah segala kekacauan virus mematikan adalah perbuatannya? Tidak menutup kemungkinan dia terlibat dalam masalah ini. Haruskah aku menjalani penyelidikan ulang? Aku tidak boleh melewati hal sekecil apa pun itu."
Andressa melangkah menyingkap jendela menghadap balkon. Dia menyaksikan pemandangan malam nan menyejukkan mata.
"Ada berbagai misteri yang belum terpecahkan. Lalu aku juga menemukan hal lain tentang Ibu Suri yakni dia punya hubungan dekat dengan Kaisar Dorton. Mengapa dia bisa menjalin hubungan dengan kekaisaran itu? Apa yang terjadi di antara mereka?"
Berbagai pertanyaan merasuki Andressa hingga ia tersentak oleh getaran yang berasal dari ruang rawat Lorcan. Getaran itu mampu membuyarkan segala pikiran yang rumit di kepalanya.
"Hah? Apa itu barusan? Rasanya sangat tidak asing."
__ADS_1
Satu detik, dua detik, sampai detik ke lima, Andressa pun terperangah hingga tak sanggup berkata-kata.
"Ini adalah kebangkitan energi mana. Siapa yang punya energi mana sebanyak ini?"