Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Lorcan Menemui Andressa


__ADS_3

Marquess Gencio segera kembali ke istana dan memberi tahu Lorcan bahwa Andressa menolak berjumpa dengannya di istana. Semua orang yang mendengar laporan tersebut sesaat gempar karena penolakan Andressa.


Selama ini siapa pun yang diundang ke istana pasti kegirangan mendapat panggilan dari sang Kaisar. Namun, berbeda dengan Andressa yang sengaja berterus terang menolak undangan Lorcan.


"Apa-apaan tabib wanita itu? Dia menolak undangan Kaisar?! Betapa sombongnya dia."


"Belum pernah ada sejarahnya seseorang menolak diundang ke istana. Terlebih lagi dia itu seorang rakyat jelata."


"Sungguh tidak tahu malu sama sekali. Bahkan, dia dengan sangat lancang menyuruh Kaisar bertemu dengannya di wilayah Selion."


Begitulah keributan terjadi. Lorcan kala itu hanya bisa tertawa kencang mendengar penolakan dari Andressa.


"Apa alasan dia menolak undanganku?" tanya Lorcan.


"Tabib Andressa khawatir meninggalkan wilayah Selion sebab musuh masih berkeliaran di Emilian. Beliau khawatir nanti ketika berkunjung ke istana ada pihak musuh yang menyerang Selion," jawab Marquess Gencio.


Mendengar alasannya, sesaat seluruh orang bungkam. Ternyata alasannya sungguh tidak terduga.


"Dia sangat memikirkan penduduk Selion. Baiklah, aku sendiri yang akan pergi mengunjunginya. Tolong atur jadwalku sekitar satu minggu lagi. Setidaknya sampai lukaku kering."

__ADS_1


Lagi-lagi seisi ruangan dibuat kaget karena Lorcan menyetujui kunjungan tersebut. Mereka tidak bisa protes apa pun mengenai hal ini. Jadi, mereka hanya menuruti apa kata Lorcan.


Satu minggu kemudian, sesuai janji Lorcan, dia datang sendiri mengunjungi wilayah Selion. Dia terkesan karena Selion benar-benar sangat berubah. Siapa sangka wilayah yang hancur itu kini dipenuhi oleh kehidupan menarik dari para penghuninya.


"Yang Mulia, sepertinya di sini kliniknya," kata kesatria pengawal Lorcan.


"Benar, tetapi apa yang terjadi sekarang? Mengapa orang sangat ramai berkumpul di sini?"


Lorcan sengaja datang tanpa memperlihatkan jelas statusnya sebagai Kaisar. Dia tidak ingin menakut-nakuti penduduk Selion akibat kedatangannya yang mendadak.


"Tunggu sebentar. Biar saya tanya dulu."


"Katanya ada vaksin, Yang Mulia. Tabib Andressa memberikan cairan pertahanan diri kepada setiap penduduk agar tidak mudah terkena penyakit dari luar."


Lorcan menyeringai. Dia tidak menyangka kalau tabib penyelamat wilayah Selion adalah seseorang yang menurutnya cukup menarik.


"Baiklah. Mari kita tunggu saja sebentar."


Mereka menunggu sekiranya satu jam sampai klinik kembali sepi. Lorcan pun masuk ke dalam klinik. Di sana dia awalnya bertemu Amelia yang sedang membereskan jarum suntik.

__ADS_1


"Permisi," ucap si kesatria.


Amelia sontak menoleh ke arah datangnya Lorcan.


"Ada apa? Apakah ada yang bisa saya bantu?" Amelia tidak sadar kalau dia sedang berhadapan dengan Kaisar.


"Bisakah kami bertemu dengan tabib Andressa?"


"Tunggu sebentar, biar saya lihat dulu Nona sedang apa di dalam."


Amelia masuk ke ruang penanganan pasien. Dia memastikan apa Andressa sedang sibuk atau tidak. Untungnya, gadis itu tengah senggang sehingga Lorcan bisa menemuinya.


"Apa kalian mencariku? Mungkinkah ada sesuatu yang bisa aku bantu?"


Tatkala Andressa muncul di hadapannya, Lorcan sangat terkejut sebab ternyata Andressa adalah wanita penyelamat yang menyelamatkan nyawanya beberapa waktu lalu.


"Aku ingin bertanya." Lorcan membuka tudung jubahnya. "Apakah kau pernah melihatku sebelumnya?"


Andressa berpikir sejenak mengamati wajah Lorcan. Sesaat ia pun mengingat kembali bahwa Lorcan adalah pria yang waktu itu pernah dia selamatkan.

__ADS_1


"Oh, aku ingat! Kau pria yang terluka waktu itu kan?"


__ADS_2