Istri Nakal Dokter Aziz

Istri Nakal Dokter Aziz
INDA. Episode 112


__ADS_3

Pria penyayang seperti Aziz tidak akan tega membuat keluarganya sedih. Pria itu ingin membuat Mama dan Papanya cemberut namun dia tidak tega karena istrinya satu tim dengan Mama Papanya. Mau tidak mau, Aziz harus membatalkan rencananya untuk membuat Mama dan Papanya cemberut.


"Keluar dari tempat persembunyian kalian" titah Aziz dengan santai.


Fadila dan Fattan terkekeh. Sementara Tante Eka dan rombongannya keluar dari tempat persembunyian mereka. Lalu menghampiri Aziz di ruang tamu. Mereka duduk sambil melirik satu sama lain.


"Sayang, ambil piring dan pisau" titah Aziz pada istrinya.


"Iya, Mas" balas Amrita tersenyum bahagia. Suaminya tidak marah lagi. Itu tandanya dia bisa tidur nyenyak malam ini.


"Dia memanggil istrinya, Sayang. Itu tandanya Aziz nggak kesal lagi sama kami" batin Tante Eka. Bukan kue yang mereka incar tapi mereka tidak mau Aziz marah pada mereka. Mereka tidak mau hubungan kekeluargaan mereka menjadi renggang karena masalah sepele.


"Ayo kita ke ruang keluarga. Di sini nggak nyaman" kata Aziz lalu beranjak dari duduknya. Begitu juga Fattan dan Fadila yang ikut berdiri dan minta digendong.


"Fakri, tolong bawakan browniesnya diruang keluarga" pinta Aziz yang dibalas senyum oleh Fakri.


Amrita datang membawa piring dan pisau. Lalu duduk bersila di permadani sambil memotong kue yang suaminya beli. Kemudian meletakkan kue itu di atas meja.


"Silahkan dimakan. Mbak Ima, jangan hanya ANTV yang diurus. Perut juga harus diurus. Ayo makan Mbak. Ini makanan penutup" kata Amrita tersenyum.


"Iya" balas Mbak Ima tersenyum. Sekalipun Mbak Ima hanya seorang ART, namun wanita itu diperlakukan layaknya saudara. Bahkan di dalam rumah seperti tidak ada ART.


Setelah menghabiskan kue brownies bersama keluarganya. Aziz menidurkan kedua anaknya di kamar si kembar. Setelah kedua anaknya tidur, barulah dia keluar dari kamar. Dan kini, pria itu sedang membantu Fakri mengerjakan skripsi.


"Sayang, sekarang kamu masuk tidur" titah Aziz pada istrinya.


"Baik, Mas" balas Amrita lalu berdiri. "Ibu, Papa, aku istrahat duluan ya" pamitnya pada Ibu dan Papa mertuanya.


"Iya, Sayang. Semoga mimpi indah" balas Tante Eka dengan senyum.


Amrita masuk ke dalam kamar kemudian merebahkan tubuhnya di pembaringan. Entah kenapa, wanita itu selalu melihat bayangan sekilas datang menghampirinya. Namun, ia berusaha untuk mengabaikannya.


"Ada apa denganku. Kenapa bayangan itu selalu muncul tiba-tiba dan menghilang secara tiba-tiba" gumam Amrita. Kemudian menarik bedcover dan menutup sebagian tubuhnya.


Pukul 01:11 AM


Aziz masuk ke dalam kamar menghampiri istrinya. Dilihatnya sang istri sedang terlelap. Dengan langkah pelan, Aziz naik di atas tempat tidur. Membaringkan tubuhnya di sisi istrinya. Sebelum memejamkan mata, Aziz mengangkat kepala istrinya dan menjadikan lengan kekarnya sebagai bantal empuk istrinya.

__ADS_1


"Selamat tidur bidadari ku" ucap Aziz seraya memeluk erat istrinya.


"Mas" panggil Amrita dengan serak. Ibu dua anak itu tanpa sengaja mendengar ucapan selamat tidur yang diucap suaminya.


"Kamu belum tidur Sayang?" tanya Aziz.


Amrita menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. "Aku sudah tidur. Tapi ada yang aneh. Aku melihat bayangan putih berdiri di depan pintu" jelasnya.


Bulu kuduk Aziz seketika berdiri. "Nggak ada" kata Aziz melirik pintu kamar.


"Tadi, saat aku hendak memejamkan mata" jelas Amrita.


"Mungkin itu hanya halusinasi mu saja" kata Aziz mencoba tenang.


"Mungkin. Ayo kita tidur" balas Amrita lalu mengajak suaminya tidur.


...ΩΩΩ...


Pukul 05:20 AM


Fattan dan Fadila sedang bersiap-siap untuk jalan pagi bersama Pak Sofyan, Zakri dan Aziz. Sementara Amrita memasak di dapur. Tante Eka menjemur pakaian dan Mbak Ima sedang menyapu rumah dari lantai satu hingga lantai dua.


"Dek, bisa sabar nggak sih!" ketus Fattan. Sejak tadi adiknya terus berteriak.


"Hehehehe" Fadila terkekeh.


"Pagi keponakan Om. Om gabung dengan kalian ya" ucap Aher tiba-tiba menghampiri Fattan dan Fadila.


"Om, mana baby girl?" tanya Fattan.


"Baby girl ada di rumah. Sekitar jam enam baby girl akan jalan pagi bersama Tante" balas Aher tersenyum.


"Ayo kita jalan pagi" ajak Aziz yang baru saja keluar dari rumah.


"Tunggu kami...!" teriak Fakri dan Pa Sofyan.


Dua tentanggah sedang jalan pagi bersama. Mengelilingi kompleks perumahan yang begitu indah dan luar biasa juga bersih dan nyaman. Ada KFC, kolam renang, tempat bermain anak-anak bahkan ada juga GYM. Akan tetapi, selama mereka tinggal di perumahan, baik Aziz maupun Aher belum pernah mengajak istrinya mandi di kolam renang umum.

__ADS_1


Di rumah nomor A19


Amrita memindahkan ikan kuah kuning dari wajan ke mangkok kaca. Lalu menyajikannya di atas meja. Kemudian membuat sayur urap daun singkong sesuai permintaan suaminya. Setelah memasak dan menyajikan makanan di atas meja. Amrita mengajak Ibu mertua dan Mbak Ima mandi di kolam renang. Dan kini, ketiga wanita itu sedang mandi di kolam renang sembari menikmati sisa brownies yang mereka beli semalam.


"Apa rencana mu setelah wisuda nanti?" tanya Tante Eka sambil mengapung di kolam.


"Aku maunya langsung cari kerja, tapi kata Mas Aziz aku nganggur dulu sekitar lima atau enam bulan" jawab Amrita yang juga mengapung di air.


"Nggak apa-apa. Nurut sama suami itu lebih baik. Tapi kalau kamu sangat ingin bekerja kamu bisa bilang Ibu. Ibu akan menghubungi teman Ibu agar bisa memberimu pekerjaan sesuai profesi mu" jelas Tante Eka.


"Iya, Bu" balas Amrita tersenyum.


"Mbak Ima, ayo mengapung bersama" panggil Amrita.


"Hahahahahaha" tawa Tante Eka pecah. "Kau ajak Mbak Ima mengapung? Ya Allah, yang ada dia tenggelam. Mbak Ima nggak pandai mengapung di air" jelas Tante Eka.


"Mbak Ima nggak bisa berenang. Itu sebabnya Mbak Ima hanya duduk sambil menyantap enaknya obatmu ini" ungkap Mbak Ima tertawa.


Di depan rumah, terdengar suara Fadila dan Fattan yang berteriak memanggil mamanya. Perlahan suara itu semakin dekat dan tak lama kemudian, dua sosok kesayangan keluarga Zakri yang begitu menggemaskan menampakan wajah.


"Mama..." panggil Fadila


"Tunggu Mama kesitu, Nak" ujar Amrita lalu berenang dan naik dari kolam. Begitu juga Tante Eka. Wanita paruh baya itu juga naik menemui kedua cucunya.


"Ya Allah... kami cari-cari ternyata kalian di sini" ujar Pa Sofyan berdiri di depan pintu.


"Iya dong, Pa. Masa di dapur mulu. Kami para wanita juga butuh meregangkan otot" balas Tante Eka dengan gayanya yang bak ABG.


"Ibu, kalau udah tua ya tua aja. Nggak usah sok-sokan kaya ABG" timpal Aziz mengambil tempat di samping Mbak Ima.


"Tua-tua begini kalau cari mangsa masih dapat tahu!" seru Tante Eka dengan bangga.


"Jangan harap mau lepas dari Papa!" seru Pak Sofyan menatap tajam istrinya.


Aziz menghela napas pelan. Pria itu hanya bisa menggeleng melihat tingkah Ibu dan Papanya.


Novel Om Aziz tanggal 22 akan tamat. Jangan lupa mampir di lanjutan Istri Nakal Dokter Aziz ya Kak. Oh ya,

__ADS_1


😊



__ADS_2