Istri Nakal Dokter Aziz

Istri Nakal Dokter Aziz
INDA. Episode 34


__ADS_3

Di atas tempat tidur terlihat Aziz sedang bersandar dikepala ranjan sembari memainkan ponselnya. Beberada detik kemudian Amrita masuk ke dalam kamar menghampiri suaminya.


"Sibuk ya, Om?" tanya Amrita merebahkan tubuhnya di kasur berbantalkan paha suaminya.


"Tidak terlalu sibuk. Ini lagi chatan dengan orang di Instagram" balas Aziz tanpa menatap istrinya.


Amrita menggerakan kepalanya hingga Aziz menoleh menatap istrinyanya. "Ada apa dengan kepalamu?" tanya Aziz.


Amrita terus menggerakan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan suaminya. Mereka berdua sudah berjanji untuk baikan maka tidak ada lagi yang namanya saling menjahili.


"Tidak konek bangat sih Om Aziz, orang mau bermanja" batin Amrita.


"Amrita, apa kamu mau dimanja?" tanya Aziz menatap istrinya yang tiba-tiba membuka mata lalu tersenyum mengangguk.


"Bilang kek dari tadi, jangan pakai bahasa kepala" ujar Aziz. Tangan kiri mengelus rambut istrinya sedangkan tangan kanan membalas pesan dari teman-temannya.


Amrita menutup matanya, memeluk kaki suaminya sampai ia tertidur pulas. Pukul 23:00, Aziz menghentikan kegiatannya, ia mengubah posisi tidur istrinya lalu ikut berbaring disamping sang istri.


"Selamat tidur istriku" ujar Aziz sembari mengecup puncak kepala istrinya.


Pukul 04:02 A.M, Amrita menggeliat. Senyum terukir diwajah cantiknya saat ia melihat suaminya tertidur pulas layaknya seorang anak yang tidur dalam pelukan ibunya. Bagaimana tidak, Aziz menenggelamkan wajahnya dibagian dada istrinya. Melihat suaminya tertidur pulas, Amrita kembali memejamkan mata, membiarkan hembusan napas suaminya mengenai dadanya.


 


Amrita mengerjap saat jari tangan suaminya bermain-main dipipinya. Senyum kembali hadir saat ia melihat senyum suaminya. "Om tampan sudah bangun?" tanya Amrita dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.


"Sudah, cepat mandi karena kita harus pulang ke rumah. Tidak ada pakaian kerja di sini," ujar Aziz.


"Jam berapa sekarang?" tanya Amrita berusaha untuk bangun lalu duduk diranjang.


"Jam 06 pagi" balas Aziz.

__ADS_1


Amrita menganggukan kepala, menggeser selimut lalu beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Hanya beberapa detik saja ia berada di dalam, langkah kaki kembali terdengar saat ia ke luar dari kamar mandi.


"Om, ayo kita pulang" kata Amrita.


Aziz menatap istrinya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Amrita hanya mengekanan baju tidur dan rambutnya juga tidak di sisir juga tidak diikat. "Apa kamu yakin akan pulang dengan penampilan seperti itu?" tanya Aziz memastiskan. Menurutnya istrinya itu belum sadar sepenuhnya.


"Om, kita pulang naik mobil bukan jalan kaki. Sekalipun aku pulang dengan penampilan seperti ini maka hanya Om yang melihatku. Terkecuali Om memintaku duduk di atas mobil" jelas Amrita.


Aziz terkekeh, ia membenarkan perkataan istrinya. Amrita dan Aziz ke luar dari kamar menuruni anak tangga menuju lantai satu. Di lantai satu ada Pa Sofyan dan Tante Eka yang baru saja menyandarkan pantat mereka di sofa empuk yang ada diruang keluarga.


"Bu, Pa, kami pamit pulang ya. Om Aziz tidak membawa pakaian kerja jadi kamu harus pulang sekarang" ujar Amrita mengambil tempat disamping Ibu mertunya.


"Iya, sayang. Hati-hati di jalan ya, Nak" balas Tante Eka sembari mengelus rambut menantunya.


"Amrita, nanti Papa dan Ibu jalan-jalan ke rumah kalian. Jangan lupa buatkan kami ikan sambal yang enak dan sop ayam" ujar Pa Sofyan dengan mata berbinar membayangkan makanan yang semalam ia makan.


"Iya Pa, nanti aku buatkan. Kami pamit ya Bu, Pa" balas Amrita sembari menyalami tangan Ibu mertua dan Papa mertuanya.


 


Aziz menautkan keningnya saat melihat istrinya sedang berbunga-bunga. "Amrita, apa kita singga di rumah sakit dulu?" tanya Aziz. Ia bingung sekaligus cemas dengan perubahan sikap istrinya.


"Tidak perlu Om. Aku tahu Om pasti berniat membawaku ke psikiater tapi Om tenang saja, aku masih waras kok" balas Amrita menatap senyum suaminya.


"Hahahahaha. Kamu mulai pandai sekarang. Apa yang membuatmu berbunga bunga?" tanya Aziz.


"Karena Om baik padaku. Memaafkan semua kesalahanku selama ini. Aku menyayangimu Om tampan" balas Amrita lalu menutup wajahnya karena malu.


Perumahan Hertasning


Karena waktu yang tidak lagi memungkinkan untuk memasak maka Amrita memilih ke luar untuk membeli kue panada dan bolu kukus. Beberapa menit kemudian Amrita datang dengan membawa kue yang ia beli. Menyajikannya di atas meja dan tak lupa ia membuat susu untuk suaminya.

__ADS_1


Amrita naik ke lantai dua untuk memanggil suminya. Seulas senyum kembali terukir saat ia melihat sang suami sudah rapih dengan pakaian kerjanya. Amrita mendekat menghampiri suaminya.


"Om, sebelum kerja sarapan dulu ya. Aku sudah belikan kue dan sudah buatkan susu" ujar Amrita.


Aziz mengangguk lalu mengelus kepala istrinya. "Ayo temani aku makan" kata Aziz berjalan ke luar dari kamar yang disusul oleh Amrita.


Di meja makan, Aziz sedang mengunyah kue yang dibelikan oleh istrinya. Sedangkan Amrita hanya duduk memandangi suaminya. Aziz menatap bingung istrinya yang sejak tadi pagi terlihat aneh.


"Amrita, jika kamu bosan sendiri di rumah nanti kamu ajak Hanin ke sini untuk temani kamu" kata Aziz lalu meneguk segelas susu putih buatan istrinya. Aziz mengambil kunci mobilnya lalu berjalan menuju pintu. Langkahnya terhenti saat Amrita memanggilnya.


"Om, ada sesuatu yang Om lupa" ujar Amrita tersenyum.


Aziz mengerutkan keningnya, mencoba mengingat apa yang ia lupa. "Apa yang aku lupa?" tanya Aziz. Menurutnya tidak ada yang ia lupa.


Amrita mendekat lalu meraih tangan suaminya, menyalami suaminya lalu menjijit meminta untuk dicium. Aziz tersenyum dan tak mau melewatkan kesempatan bagus dipagi hari. Dengan segera Aziz mencium puncak kepala istrinya. Seusai mencium istrinya, Aziz masuk ke dalam mobil.


"Semangat Om tampan. Aku menunggumu di rumah" ujar Amrita sembari melambaikan tangannya.


Amrita berlari masuk ke dalam rumah, membaringkan tubuhnya di sofa. Seulas senyum kembali terukir diwajah cantiknya saat ia memegang jidatnya. Rasanya bekas ciuman itu begitu terasa.


"Aduh... ternyata seperti ini rasanya dicium suami dipagi hari" gumam Amrita.


RS Awal Bross


Pa Berti kembali memperhatikan Aziz sejak Aziz ke luar dari mobil sampai berdiri di hadapan Pa Berti. "Dok, ada kabar baru ya? Tumben sekarang sudah rapi dan pakaiannya juga tidak terbalik" tanya Pa Berti.


"Hahahahaha. Pa Berti bisa saja" balas Dokter Aziz.


"Cieee... yang sepertinya lagi berbunga-bunga ni..." ledek Dokter Aher yang tiba-tiba datang menghampiri Pa Berti dan Aziz di pintu masuk rumah sakit.


"Pada intinya aku sedang bahagia hari ini" ujar Aziz lalu masuk ke dalam rumah sakit, menyapa semua tenaga medis yang berpapasan dengannya.

__ADS_1


__ADS_2