Istri Nakal Dokter Aziz

Istri Nakal Dokter Aziz
INDA. Episode 75


__ADS_3

Amrita mengendarai motornya dengan pelan. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dan di saat suami, sahabat, teman-temannya, bahkan seniornya lupa akan ulang tahunnya, Allah memberinya kado yang sangat istimewa. Yaitu garis dua yang selalu diidam idamkan oleh semua wanita yang telah berumah tangga.


"Alhamdulilah Ya Allah, diumurku yang ke sembilan belas tahun aku diberi kado istimewah. Terima kasih untuk doa yang engkau jabbah ya Rabbi..." batin Amrita tersenyum.


Amrita menghentikan motornya di post satpam, ia tersenyum menatap Pak Sam dan Pak Adis yang sedang bertugas. "Pak, terima kasih ya. Assalamualaikum" ucap Amrita kemudian menghidupkan kembali motornya.


Dengan senyum mengembang, Amrita memakirkan motornya di garasi. Mengambil tentengannya lalu berjalan masuk ke dalam rumah sembari menyanyikan lagu hadiah istimewa.


"Alhamdulilah, hari ini tidak ada tugas" gumamnya sembari meletakkan tentengan yang ia bawah serta totebag di atas sofa.


"Ya Allah, aku lupa beli sayur dan ikan" sambungnya sambil menepuk jidatnya. "Lebih baik aku mandi, setelah itu aku ke pasar"


Amrita naik ke lantai dua kemudian membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, ia turun ke lantai satu mengambil kunci dan ponselnya di dalam totebag.


Kediaman Pak Zainal


Aher terlihat bosan di dalam kamar. Hanya nonton dan nonton yang ia lakukan sejak pagi hingga sore. Pria dewasa yang tidak memiliki saudara perempuan, membuatnya diperlakukan layaknya anak perempuan. Rasa hormat pada kedua orang tua membuatnya tidak merasa keberatan hanya saja ia merasa seperti anak kecil yang dijaga.


"Mama... Papa... aku lapar..." teriak Aher dibalik pintu.


Terdengar langkah kaki terburu buruh. Dia adalah Bu Hesti, asisten rumah tangga yang bekerja sejak Aher berumur 15 tahun hingga kini Aher berumur 27 tahun dan tinggal beberapa bulan lagi memasuki umur yang ke 28.


"Nak Aher mau Bibi masakin apa?" tanya Bu Hesti.


"Ibu, Mama sama Papa di mana?" tanya Aher.


"Mama dan Papa lagi ke rumah calon istri Nak Aher" balas Bu Hesti.


"Kenapa aku tidak diajak. Bukannya aku yang menikah!" ketus Aher.


"Katanya pamali, Nak. Oh ya, Nak Aher mau Bibi masakin apa?" jelas Bu Hesti lalu bertanya lagi.


"Makanan yang dapat menghilangkan rasa sakit hati, Bu. Apa saja, yang penting bisa mengobati lukaku" balas Aher dengan sedih.


"Ayam palekko, mau?" tawar Bu Hesti.


"Iya, ayam palekko saja Bu. Kalau bisa perbanyak cabainya ya, biar pedis hingga keluar asap dari telingaku" pintah Aher tersenyum. Ayam palekko adalah masakan kesukaannya


"Baik, Nak Aher" balas Bu Hesti lalu kembali ke lantai satu tanpa membukakan pintu kamar untuk Aher.


Aher kembali ke ranjang. Menatap ponselnya yang sejak tadi nampak sunyi. Tak ada pesan masuk. Baik dari Aziz, Madania maupun dari rekan kerjanya.


"Seperti inikah perasaan anak gadis yang dijodohkan dan dikurung. Anehnya, Madania juga dijodohkan tapi dia bebas ke luar rumah. Apa karena calon suaminya adalah pria yang dia kenal. Berbeda dengan aku yang belum pernah melihat calon istriku" gumam Aher.


"Terserah! Lebih baik aku mandi lalu perawatan, agar Papa dan Mama senang saat melihatku tambah tampan" kata Aher tersenyum simpul.

__ADS_1


Aher masuk ke dalam kamar mandi, berdiri di bawah pancuran sower, menyalakan keran air dan membiarkan air membasahi tubuhnya. Merasa tubuhnya sudah basah, pria dewasa itu mengambil sabun cair dan sponge mandi. Meneteskan sabun cair pada sponge mandi dan mulai mengosok tubuhnya. Kemudian membilas tubuhnya di bawah pancuran sower.


Joodoh pasti bertemu, itulah judul lagu yang Aher nyanyikan saat keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaiannya.


🎶🎶


Andai engkau tahu


Betapa 'ku mencinta


Ku pasrahkan hatiku


Takdir 'kan menjawabnya


Jika aku bukan jalanmu


Ku berhenti mengharapkanmu


Jika aku memang tercipta untukmu


Ku 'kan memilikimu


Jodoh pasti bertemu


(Kau yang tercipta untukku)


(Akan memilikimu)


O-oh-ohh oh-h


Jika aku (jika aku)


Bukan jalanmu


Ku berhenti mengharapkanmu


Jika aku memang tercipta untukmu


Ku 'kan memilikimu


(Jika aku bukan jalanmu)


O-oh-uu


Ku berhenti mengharapkanmu

__ADS_1


Jika aku memang tercipta untukmu


Ku 'kan memilikimu (haa-haa-haa)


Jodoh pasti bertemu.


🎶🎶


"Indahnya bernyanyi, pahitnya kenyataan" gumam Aher setelah bernyanyi. Lalu tersenyum menggeleng gelengkan kepala.


---


Perumahan Citraland Hertasning


Aziz tiba di rumah saat istrinya sedang ke pasar. Dengan senyum mengembang, ia berlari masuk ke kamar dan membersihkan tubuhnya yang basah karena keringat. Setelah mandi dan bersiap-siap, Aziz kembali ke mobil mengambil paperbag besar yang isinya adalah kado ulang tahun untuk istrinya.


"Semoga Amrita suka" gumam Aziz bersorak girang. Dan kembali masuk ke dalam rumah lalu meletakkan paperbag itu di dalam lemari pakaian istrinya.


---


Pukul enam sore, Amrita tiba di rumah. Dengan cepat ia bergegas masuk membawa barang belanjaannya kemudian meletakkannya di wastafel dapur, lalu lari ke lantai dua. Di atas tempat tidur, ia melihat pakaian ganti untuknya. Ada sepasang baju piyama, ****** ***** dan buste hounder atau biasa dikenal dengan singkatan BH.


"Subhanallah... suamiku sangat perhatian" gumam Amrita tersenyum. Amrita masuk ke dalam kamar mandi, melepas pakaiannya dan mulai membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, ia bersiap-siap untuk sholat magrib. Sementara Aziz, lima menit sebelum istrinya tiba di rumah, pria itu sudah dalam perjalanan ke masjid terdekat.


Seperti biasa, usai sholat magrib, Amrita akan mengaji hingga waktu shalat isya tiba. Setelah shalat isya, Amrita merapikan sajadah dan mukenanya di tempat biasa. Lalu ia turun ke lantai satu untuk memasak.


"Nasi masih ada. Aku masak sayur sop dan ikan goreng saja" gumam Amrita sambil mengambil sayur kol ukuran kecil dan beberapa kentang serta wortel. Sebagian dari sayur ia masukkan ke dalam kulkas. Begitupun dengan ikan.


"Assalamualaikum..." ucap Aziz saat masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam..." sahut Amrita di dapur.


Aziz membuka sarung, baju koko dan peci yang ia kenakan. Lalu menghampiri istrinya di dapur. "Sayang, kamu masak apa?" tanya Aziz berdiri di samping istrinya.


"Sayur sop dan ikan goreng" balas Amrita tanpa menatap suaminya.


Aziz mengangguk. "Oh ya, apa ada tugas kampus?" tanya Aziz.


"Tidak ada, Mas. Alhamdulilah, malam ini aku bisa tidur lebih awal dari malam-malam sebelumnya" balas Amrita.


Dering ponsel Azis terdengar begitu nyaring di dalam kamar. Aziz bergegas ke kamar mengambil ponselnya. Dilihatnya nama Aher sedang melakukan panggilan video.


"Assalamualaikum. Kau di mana?" tanya Aziz lalu turun ke lantai satu dan duduk di kursi yang ada di meja makan.


"Waalaikumsalam. Aku di kamar. Mama papaku mengurungku di kamar" balas Aher cemberut. "Aziz..." rengek Aher. "Tolong bujuk papaku untuk mengizinkan aku ke luar rumah. Aku bosan di kamar terus" sambung Aher.

__ADS_1


__ADS_2