
Tante Eka dan Pak Sofyan turun dari mobil begitu juga Fattan dan Fadila. Fattan dan Fadila memegang es krim yang baru mereka beli di warung. Kedua anak itu bergegas masuk ke dalam rumah bersama Kakek dan Nenek mereka. Di ruang tamu, Fattan dan Fadila mengukir senyum saat melihat Papa Aziz hendak ke luar rumah.
"Papa, ini es krim untuk Papa" ucap Fadila sambil menyodorkan satu es krim jagung yang masih terbungkus plastik.
Aziz berjongkok mensejajarkan tinggi anaknya. "Untuk Fadila saja" balas Aziz tersenyum lebar. "Jangan lupa belajar ya" sambungnya yang dibalas anggukan kepala oleh Fadila.
"Papa. Apa Papa bisa nggak pergi kerja?" tanya Fattan.
"Papa harus pergi kerja. Banyak orang yang sakit di sana. Kalau Papa nggak kerja maka Fadila dan Fattan nggak bisa sekolah. Fattan dan Fadila sama Mama di rumah ya" balas Aziz menjelaskan.
"Iya, Pa" balas Fattan yang nampak sedih.
"Aziz. Nanti jam sepuluh Mama sama Papa mau pulang. Kami nggak bermalam di sini. Kalian hati-hati di rumah" ucap Tante Eka.
"Iya Bu" balas Aziz.
Tante Eka melanjutkan langkahnya ke ruang tengah. Yang disusul suaminya, Pak Sofyan. Sementara Fattan dan Fadila masih di ruang tamu bersama Papa Aziz. Fattan menyalami tangan Papanya, begitu juga Fadila.
"Hati-hati Papa" ucap Fattan dan Fadila bersamaan.
Setelah Aziz ke luar dari rumah, Fattan dan Fadila menemui Kakek dan Neneknya. Kedua anak kecil itu memilih duduk bersila di lantai. Mereka mengambil buku belajar dan mulai belajar. Terlihat Amrita ke luar dari kamar lalu duduk bersama dengan keluarganya.
"Amrita. Ibu sama Papa pamit pulang ya Sayang. Kalian hati-hati di rumah. Nanti kapan-kapan kami ke sini lagi. Jaga kesehatanmu, jangan terlalu kerja. Dan kalau bisa minta Aziz carikkan kamu ART biar kamu nggak perlu repot ngurus rumah" ujar Tante Eka.
"Iya, Nak. Papa kasihan sama kamu. Kamu mengurus anak dan rumah ini sendirian. Kalau bisa tolong pertimbangkan saran Ibumu" timpal Pak Sofyan yang juga merasa kasihan pada menantunya. Sekalipun Aziz sering membantu istrinya tapi tetap saja mereka nggak mau Amrita kelelahan.
"Iya, Bu, Pa. Nanti aku pikir-pikir dulu" balas Amrita tersenyum. Bukannya Aziz nggak mau mencarikan ART untuk istrinya tapi Amrita yang nggak mau. Amrita mau dia melakukan tugasnya sebagai seorang Ibu dan istri.
"Fattan, Fadila. Kakek dan Nenek pulang dulu ya. Jangan nakal-nakal ya Sayang" pamit Tante Eka pada kedua cucunya.
Fattan dan Fadila berdiri lalu mencium tangan Kakek dan Neneknya. "Nenek dan Kakek hati-hati" ucap Fattan kemudian kembali duduk bersila.
__ADS_1
"Iya Sayang" balas Tante Eka dan Pak Sofyan. Mereka beranjak dari sofa lalu ke luar dari rumah yang diantar oleh Amrita dan Fadila hingga di depan pintu rumah.
Pukul 13:11 PM
Rumah Nomor A20
Amrita dan kedua anaknya sedang makan siang di rumah Mahdania bersama sang pemilik rumah. Sang pemilik rumah membuat janji dengan Amrita untuk membuat kue nastar dan kue rambutan coklat. Dan kini, mereka sedang makan bersama di meja makan.
"Dek, setelah makan kita nonton drama Korea dulu ya. Jam dua baru bikin kue" ujar Mahdania.
"Iya, Mbak. Aku setuju. Kalau bisa drama yang romantis. Biar aku bisa belajar romantis juga" balas Amrita.
"Mama. Aku sudah selesai makan" kata Fattan yang memang sudah menghabiskan nasi dan ikannya.
"Aku juga sudah" sambung Fadila.
Amrita beranjak dari duduknya lalu membantu anaknya cuci tangan di wastafel. "Sekarang kalian jaga baby girl. Tapi ingat! Jangan ganggu baby girl. Biarkan baby girl tidur siang" jelas Amrita yang dibalas anggukan oleh kedua anaknya.
Setalah makan siang, Amrita dan Mahdania ke ruang keluarga menyalakan leptop dan mulai mencari drama Korea yang cukup menguras air mata. Hampir satu jam mereka menyaksikan Drama Korea. Usai nonton, keduanya mulai mengambil bahan-bahan kue yang mereka sudah beli.
Amrita dan Mahdania membuat kue nastar dan kue rambutan coklat. Kedua wanita itu begitu giat dan sangat bersemangat. Apalagi kue yang mereka buat untuk orang tercinta dalam hidup mereka.
"Mbak Nia, kuenya lumayan juga ya. Sekalipun kita gagal di awal tapi Alhamdulilah, empat toples jadi juga" ungkap Amrita menatap empat toples kue kering di atas meja.
"Alhamdulilah. Setidaknya kita sudah bisa membuat kue kering. Jadi nanti, saat lebaran Idul Fitri atau Idul Adha kita bisa buat sendiri" ujar Mahdania yang juga menatap kue kering buatan mereka.
"Mbak, aku pamit pulang ya. Udah sore, sudah saatnya Fattan dan Fadila mandi" pamit Amrita. Lalu menoleh ke arah dimana Fattan dan Fadila sibuk menggambar.
"Ya sudah. Kamu ambil kue nastar satu toples dan kue rambutan satu toples" kata Mahdania.
"Iya, Mbak. Terima kasih banyak" ucap Amrita lalu mengambil satu toples nastar dan kue rambutan.
__ADS_1
"Fattan Fadila, ayo kita pulang" panggil Amrita.
Fattan dan Fadila beranjak dari lantai menghampiri Tante Mahdania dan Mama Amrita. Kedua anak itu mencium tangan Mahdania sebelum pulang. "Bye bye Tante" ucap Fattan dan Fadila bersamaan.
Rumah Nomor A19
Amrita dan kedua anaknya masuk ke dalam rumah. Ibu dua anak itu meletakkan toples kue di atas meja yang ada di ruang keluarga lalu mengajak anaknya mandi sore.
"Mandi sore biar sehat dan tambah cantik" ucap Fadila tersenyum bahagia di dalam kamar mandi.
"Pintar sekali" timpal Amrita menggosok tubuh anaknya satu persatu.
"Mama. Kapan Papa pulang?" tanya Fattan yang sementara berdiri menghadap Mamanya.
"Nggak lama lagi Papa pulang" balas Amrita.
Setelah memandikan kedua anaknya. Amrita membantu anaknya pakai baju. Lalu meminta keduanya menunggu ke ruang keluarga. Fattan dan Fadila pun menurut.
Pukul 20:11 PM
Aziz baru saja tiba di rumah. Pria itu membuka pintu lalu masuk ke dalam rumah mencari istri dan kedua anaknya. "Assalamualaikum" ucap Aziz tersenyum.
Amrita dan kedua anaknya yang sementara berbaring di sofa bed, menoleh keasal suara. "Waalaikumsalam" balas ketiganya bersamaan.
"Papa, cepat mandi. Kami ingin makan kue nastar tapi kami mau makan bersama Papa" jelas Fadila seraya menunjuk kue nastar.
"Iya, Sayang" balas Aziz lalu masuk ke kamar. Setelah mandi dan mengenakan pakaian, Aziz menemui istri dan kedua anaknya.
"Mas, pinjam pahanya ya" izin Amrita. Wanita itu ingin bermanja-manja pada suaminya.
"Siapa yang buat ini?" tanya Aziz mengambil tempat di samping istrinya.
__ADS_1
"Mama dan Tante" balas Fattan. "Pa, malam ini kita tidur di sini ya" sambungnya memohon.
"Iya Sayang" balas Aziz sembari mengambil toples kue nastar lalu membukanya. Fadila dan Fattan mengukir senyum. Sejak tadi mereka ingin makan namun niat itu mereka urungkan karena ingin makan bersama Papa Aziz.