Istri Nakal Dokter Aziz

Istri Nakal Dokter Aziz
INDA. Episode 19


__ADS_3

Amrita beranjak dari tempat tidur menuruni anak tangga. Ia membuka kulkas mengambil sayur kol dan dua butir telur serta tomat. Kemudian memakai celemek dan mulai mencuci sayur lalu memotongnya kecil kecil. Setelah selesai, ia mengambil nasi di dalam rice cooker. Menu yang akan ia buat adalah nasi goreng yang dicampur dengan sayur kol.


Tak membutuhkan waktu lama, nasi goreng buatan Amrita pun matang. Amrita mulai menyajikan makanan di atas meja. Di samping piring, ia meletakan kecap botol dan tomat botol. Setelah selesai menyajikan makanan, Amrita menaiki anak tangga untuk membangunkan suaminya.


"Om, ayo bangun" Amrita menggoyangkan lengan suaminya.


"Hmm" hanya itu jawaban yang ke luar dari mulut suaminya. Aziz mengerjap, ia melihat wajah istrinya terlihat masam.


"Kamu kenapa?" tanya Aziz dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.


"Aku lapar!!" balas Amrita kesal.


Aziz tersenyum kecil, ia menggeser selimut yang menutupi tubuhnya. "Ayo kita makan" ajak Aziz. Aziz tersenyum saat mendengar istrinya mengumpat.


Meja makan


Amrita mengambilkan nasi goreng dan telur mata sapi untuk suaminya. "Om, jika masakanku tidak enak maka maafkan aku" kata Amrita menyerahkan piring yang berisi nasi goreng dan telur mata sapi.


Aziz menabur kecap dan tomat di atas telur mata sapi. Setelah selesai, ia mengambil sendok lalu menyantap nasi goreng buatan istrinya. "Enak, sangat enak" kata Aziz.


Amrita tersenyum, ia mulai melahap bagiannya. "Lumayan enak, tidak sia-sia aku memasak di kos" gumamnya pelan. Tak membutuhkan waktu lama, mereka pun selesai sarapan pagi. Amrita membersihkan meja makan, kemudian mencuci piring kotor.


Setelah selesai, Amrita naik ke lantai dua. Tepatnya di dalam kamar suaminya. Ia melihat suaminya tengah sibuk di meja kerjanya. Amrita memberanikan diri untuk menghampiri suaminya. Ia mengambil tempat tepat di sofa yang berada di depan meja kerja suaminya.


"Om, jam berapa pulang kerja?" tanya Amrita.


"15:11" balas Aziz tanpa menatap istrinya.


Amrita menghela napas panjang, ia merebahkan tubuhnya di sofa, memejamkan mata hingga terlelap. Terdengar hembusan napas yang begitu pelan, membuat Aziz menghentikan aktivitasnya.


"Apa yang dia lakukan semalam? Kenapa dia tidur di pagi hari" gumam Aziz lalu menghampiri istrinya.


Aziz tidak tega melihat istrinya tidur di sofa. Ia pun mengangkat istrinya merebahkannya di atas tempat tidur. Ia sempat menyunggingkan senyum saat melihat wajah istrinya yang tertidur pulas.


"Dasar istri nakal" batin Aziz.

__ADS_1


Aziz beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tak membutuhkan waktu lama, ia ke luar dengan handuk yang dililitkan di pinggang.


"Rasanya segar sekali" gumam Aziz sembari berjalan menuju lemari untuk mengambil handuk kecil yang akan ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya. Ia tidak menyadari keberadaan istrinya.


"Amrita..!!" Lagi-lagi Amrita menarik handuk yang dikenakan suaminya.


"Hahahahahaha" tawa Amrita pecah. Ia berlari ke luar dari kamar suaminya.


"Dasar istri nakal...!!" ujar Aziz. Ia berlari mengejar istrinya.


"Hahaha... Om Aziz pakai celana bunga bunga" ledek Amrita.


Aziz berhenti lalu menatap celana dalam yang ia kenakan. "Astagfirullah, benar apa yang Amrita katakan" gumam Aziz. Ia membalikan badan berlari masuk ke dalam kamarnya.


"Andai dia bukan menantu kesayangan ibu, sudah aku kurung dia di kamar!!" ujar Aziz geram. Ia membuka lemari, mengambil celana jins panjang serta baju kemeja.


Di luar kamar, tedengar Amrita sedang mengejek suamiinya. Namun ejekan itu ia buat seperti nyanyian. "Ada Om ganteng di perumahan Hertasning. Om itu suka pakai celana dalam bunga-bunga"


"Amrita...!! Awas kamu ya...!" teriak Aziz.


Aziz berjalan menuju pintu. Ia menggeram dengan kuat saat pintu kamarnya di tutup dari luar. "Amrita! Cepat buka pintunya!!" teriak Aziz dari dalam.


"Negosiasi dulu" balas Amrita.


"Negosiasi apa lagi...!!" balas Aziz. Ia semakin dibuat kesal.


"Izinkan aku pergi mendaki bersama teman-temanku. Hanya dua hari loh Om. Jika Om mengizinkan maka aku akan membuka pintunya" jelas Amrita.


"Tidak, kamu tidak boleh pergi mendaki" balas Aziz.


"Ya sudah, aku tidak akan membuka pintu kamar. Om, aku pamit ke rumah ibu ya. Aku dan ibu sedang janjian ke Mall Panakkukang" ujar Amrita. Ia berlalu pergi meninggalkan suaminya di dalam kamar.


"Amrita... buka pintunya Amrita...! Apa kamu mau aku dipecat dari Rumah Sakit...!" teriak Aziz. Satu menit telah berlalu, Aziz tak mendengar balasan dari istrinya.


Terdengar bunyi motor dari garasi rumah. Aziz berlari kecil melihat ke bawah. Dari balik kaca jendela kamarnya, ia melihat Amrita sedang mengendarai motor tanpa mengganti baju tidurnya.

__ADS_1


"Astagfirullah. Sepertinya aku salah memilih pasangan hidup" gumam Aziz. Ia menendang dinding dengan sangat kuat.


"Aaoww...!!" jerit Aziz saat kakinya terasa sakit. Aziz menghubungi seseorang, selang beberapa detik, terlihat seorang satpam sedang masuk ke dalam rumah.


"Pa, tolong buka pintu kamar. Ada kuncinya di luar pintu" pintah Aziz.


"Baik, Pa" balas Pa Satpam.


Satpam membuka pintu kamar yang di kunci oleh Amrita. Saat pintu terbuka, Aziz berjalan ke luar menghampiri Pa Satpam. "Terimakasih ya Pa Zen" kata Aziz.


"Sama-sama Pa Aziz" balas Pa Satpam.


Satpam berlalu pergi untuk kembali bekerja. Sedangkan Aziz, ia menyiapkan peralatan yang harus ia bawa ke rumah sakit. Setelah semuanya sudah siap, Aziz berjalan ke luar dan masuk ke dalam mobil. Sesampainya di dalam mobil, Aziz mengambil ponselnya untuk menghubungi ibunya.


Panggilan pertama berdering namun tidak diangkat. Panggilan ke dua dan ke tiga masih tidak direspon oleh ibunya. Untuk yang ke empat kalinya, Tante Eka menjawab panggilan telepon dari putranya.


"Kamu kenapa? Masih pagi sudah menelpon!" ketus tante Eka.


"Ada Amrita di situ, Bu?" tanya Aziz hati-hati.


"Amrita kabur dari rumah! Aziz... Apa yang kamu lakukan pada menantu kesangan ibu...!!" teriak Tante Eka.


"Ya ampun ibu, aku bertanya bukan mengajak ibu berkelahi" ketus Aziz.


"Hehehehe, Amrita ada bersama ibu. Apa kamu sudah memberi istrimu uang untuk shoping hari ini" tanya Tante Eka.


"Tidak, aku tidak memberinya uang" balas Aziz santai


"Dasar suami yang tidak bertanggung jawab. Uang saja pelit!!" ketus Tante Eka. Ia terus mengomeli putranya.


"Terserah ibu mau ngomong apa. Aku pergi kerja dulu" ujar Aziz. Ia malas berdebat dengan ibunya yang sama nakalnya dengan Amrita.


"Sekarang juga kamu kirim uang untuk istrimu. Jika tidak, ibu dan istrimu akan datang menghampirimu di rumah sakit" ancam tante Eka.


Aziz mengusap wajahnya dengan kasar. "Baik ibuku yang tercinta dan tercantik sejagat raya" balas Aziz. Ia memilih mengalah dibandingkan berdebat dengan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2