Istri Nakal Dokter Aziz

Istri Nakal Dokter Aziz
INDA. Episode 44


__ADS_3

Pukul 05:00 subuh, kabut terlihat jelas dilangit, beberapa detik kemudian, gerimis mulai menghantam Kota indah Makassar. Di dalam rumah, tepatnya di dalam kamar, Amrita sedang tidur bersama suaminya. Suara gemuruh membuat Amrita terperanjat hingga bangun dari tidurnya.


"Astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah" Amrita mengucap istigfar saat terdengar suara gemuruh yang terdengar menggelegar di bumi.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Aziz mengucek matanya. Lagi lagi Aziz memanggil Amrita dengan panggilan "sayang". Hal itu membuat Amrita kembali terdiam mematung namun hatinya nampak berbunga-bunga karena efek bahagia.


"Terima kasih Mas, tetap baik seperti ini agar aku tidak berpaling darimu" kata Amrita memeluk suaminya.


"Tunggu, tadi kamu bilang agar tidak berpaling dariku. Apakah itu tandanya kamu memiliki niat untuk berpaling dariku?" tanya Aziz dalam pelukan istrinya.


"Benar sekali. Kan Mas tidak mencintai aku. Masa iya aku tinggal dengan suami yang tidak mencintai istrinya" balas Amrita santai lalu turun dari tempat tidur, meninggalkan suaminya yang masih diam mencerna kalimat istrinya.


Di dalam kamar mandi, Amrita terkekeh saat melihat ekspresi suaminya. "Selamat berpikir. Hahahahaha" gumamnya.


Di tempat tidur, Aziz menatap pintu kamar mandi yang tertutup. "Apa aku jujur saja padanya. Aduh... kalau aku jujur, aku yakin, dia pasti akan menertawakan aku. Jika aku tidak jujur padanya, maka ada kemungkinan Amrita akan berselingkuh dengan seniornya itu. Mana seniornya tampan semua lagi" gumam Aziz kesal.


Aziz memalingkan pandangannya ke tempat lain saat ia melihat pintu kamar mandi terbuka. Di depan pintu kamar mandi, Amrita menatap senyum suaminya yang sedang berpura-pura tak melihatnya.


"Mas, aku memasak dulu ya. Hari ini adalah hari pertamaku ke kampus jadi aku tidak mau terlambat" kata Amrita berjalan keluar dari kamar.


Pukul 07: 00 pagi, Amrita sedang bersiap-siap untuk ke kampus. Amrita mengenakan rok dan baju kemeja lengan panjang serta jilbap. Setelah selesai bersiap-siap, Amrita menghampiri suaminya yang tengah duduk di ruang tamu.


"Mas, aku kekampus dulu ya" kata Amrita menyalami suaminya.


"Tunggu disini sebentar" kata Aziz beranjak dari duduknya menuju lantai dua. Beberapa puluh detik kemudian, Aziz turun menghampiri istrinya.


"Ini untuk uang jajan untuk hari ini" kata Aziz sembari menyerahkan satu lembar uang lima puluh ribu rupiah.

__ADS_1


Amrita mengambil uang dari tangan suaminya. "Terimakasih suamiku yang baik hati. Doakan aku agar dapat penggemar di kampus. Assalamualaikum" kata Amrita tersenyum lalu pergi meninggalkan suaminya yang menahan kesal.


Terdengar bunyi motor keluar dari garasi. Aziz berlari mengejar istrinya tapi istrinya sudah jauh. Aziz kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil ponselnya. "Lebih baik aku kirim pesan. Nanti kalau dia sudah sampai di kampus dia pasti melihat gawainya"


"Ingat!! Dilarang melirik pria tampan di kampus" itulah yang Aziz ketik. "Aduh, jika Amrita membacanya dia pasti bangga dan bisa jadi dia menertawakan aku" gumam Aziz lalu menghapus apa yang ia ketik.


"Aku yakin, Amrita pasti hanya menggertak aku saja" kata Aziz pelan sembari meletakkan ponselnya di sofa.


Satu jam telah berlalu, Aziz kembali mengambli ponselnya. Menghidupkan layar ponsel lalu membuka aplikasi watshap. Di status, Aziz melihat istrinya membuat story. Dengan rasa penasaran, Aziz membuka dan melihat isi story tersebut. Matanya melotot keluar saat ia melihat dua pria tampan sedang foto bersama istrinya.


"Ya Allah... belum cukup sehari dia ke kampus tapi dia sudah bersama pria tampan. Oh tidak, aku bisa tamat jika Amrita jatuh cinta pada pria sebayanya" gumam Aziz.


---


RS Awal Bros


Di pintu masuk Rumah Sakit, Pa Berti mengerutkan keningnya saat melihat Dokter Aziz berjalan tergesa gesa. "Assalamualaikum. Dok, apa hati dan perasaan Dokter Aziz sedang bermasalah?" tanya Pa Berti.


"Dari raut wajah Dokter, saat Dokter keluar dari mobil" balas Pa Berti tersenyum.


"Bapa benar sekali. Oh ya, apa Dokter Aher sudah datang?" tanya Aziz. Hanya Aher satu satunya teman yang bisa memberinya pendapat untuk saat ini.


"Sudah Dok," balas Pa Berti.


"Oke Pa. Saya keruangan saya dulu" kata Aziz berlalu pergi meninggalkan Pa Berti. Aziz berlari mencari Aher diruangannya namun Aher tidak ada di sana. Dengan terpaksa Aziz kembali keruangannya dan mulai menjalankan tugasnya sebagai seorang Dokter.


--

__ADS_1


Pukul 12 siang, Aziz kembali ke ruangannya. Duduk di kursi kebesarannya sembari memainkan ponselnya. Melihat satu persatu story istrinya yang nampak girang dengan teman-temannya. Beberapa detik kemudian, terdengar suara pintu terbuka. Aziz menoleh ke arah pintu, di depan pintu, ada Aher yang sedang tersenyum padanya.


"Sudah senyumnya?" tanya Aziz kesal karena Aher hanya tersenyum tanpa melangkah masuk ke dalam.


"Hahahahaha, santai bro. Aku rasa kamu sedang pata hati sedunia kan. Aku tahu, karena aku sendiri melihatnya" ujar Aher mengambil tempat di sofa yang ada di ruangan Aziz.


"Maksud kamu?" tanya Aziz tak mengerti.


"Jangan membohongiku. Aku tahu kamu sedang galau. Tadi pagi aku melihat story istrimu di watshap. Aku akui ketampanan pria yang sedang bersamanya. Demi Allah, mereka sangat tampan darimu. Sepertinya kamu harus melakukan perawatan agar terlihat muda" jelas Aher memanas manasi Aziz.


"Karena kamu sudah tahu apa yang sedang terjadi padaku, maka sekarang juga aku minta kamu beritahu aku bagaimana caranya agar aku mengungkapkan perasaanku padanya tanpa harus ditertawakan" jelas Aziz serius.


"Apa...!! Jadi selama ini kamu belum mengutarakan perasaanmu padanya" Aher menggeleng kepala mendengar pengakuan bodoh sahabatnya.


"Santai saja kali!" ketus Aziz. Aziz beranjak dari kursi berjalan menghampiri Aher.


"Kalau begitu kamu cari diinternet. Kamu ketik dipencarian, bagaimana cara mengungkapkan perasaan pada istri" jelas Aher menatap Aziz.


Aziz nampak kesal mendengar saran dari Aher. Ia pun menyentil jidat sahabatnya itu, sontak membuat Aher melotot menatap Aziz.


"Apa kamu pikir aku bodoh. Aku sudah mencarinya di geogle tapi yang keluar tidak sesuai dengan yang aku inginkan" kata Aziz.


"Astagfirullah... memangnya mau kamu bagaimana? Aku rasa kamu memang bodoh. Asal kamu tahu, saat aku mengutarakan perasaanku pada Aqila, aku pun belajar dari geogle" jelas Aher. Ia malas memberi saran pada Aziz yang sok pintar, menurutnya.


"Ya sudah, aku ikuti saran kamu. Doakan aku semoga aku berhasil" ujar Aziz memeluk Aher. Diwaktu bersamaan, Amrita menyaksikan itu.


"Akkhhhh...!!" teriak Amrita.

__ADS_1


"Amrita, sekarang kamu tenang" kata Aher menenangkan Amrita.


"Jadi ini alasan Mas tidak mencintaiku. Ternyata Mas menyukai sesama jenis. Ya Allah Mas... bagaimana jika ibu tahu kalau Mas Aziz menyukai Dokter Aher" kata Amrita mondar mandi dihadapan Aziz dan Aher.


__ADS_2