
Pukul sembilan malam, Aziz dan Amrita memilih nonton drama Korea di leptop pria yang berprofesi sebagai dokter umum itu. Selama ini Amrita tidak tahu jika suaminya itu hobby drama Korea. Pantas saja penampilan Aziz mirip oppa-oppa Korea.
Amrita berbaring berbantalkan paha suaminya. Dan Aziz, pria itu terus menerus mengelus kepala istrinya. Amrita yang merasa nyaman membuat matanya ikut terpejam. Dan tanpa Aziz sadari, istrinya sudah tertidur.
"Sayang" panggil Aziz saat melihat adegan ciuman dalam drama yang ia tonton.
"Haiss! Dia sudah tidur. Ini kan waktu yang tepat untuk sayang sayangan" gumam Aziz. Aziz kembali menatap layar leptopnya, terlihat jangkunnya naik turun. Menatap adegan dewasa di layar leptop membuat sesuatu di bawah sana berdiri.
"Bukannya sebelum menikah dia tetap tidur sekalipun aku menonton adegan ini!" umpat Aziz meruntuki dirinya sendiri.
"Ibu, Ayah. Aku bahagia sekarang" Amrita mengingau berkali kali.
Aziz mengalihkan pandangannya. Menatap wajah polos istrinya. Mengelus pelan pipi sang istri lalu menunduk mengecupnya. "Ibu dan Ayah bahagia melihatmu tumbuh dengan baik dan pintar. Kamu wanita mandiri yang pernah aku temui. Dan maafkan aku yang tidak romantis ini" gumam Aziz.
"Aku memaafkanmu Mas" balas Amrita yang tiba-tiba membuka mata.
"Mas, malam ini kita tidur di sofa bed ya. Biar romantis gitu. Tidur sambil berpelukan seperti di drama-dram Korea yang wanitanya tidur dalam dekapan kekasihnya" ujar Amrita tersenyum.
Aziz berpikir sejenak, lalu mengangguk senyum. "Mas setuju" balas Aziz. "Tapi tunggu, apa kita harus mengambil selimut?" tanya Aziz.
Amrita menghela napas pelan. "Apa Mas melihat mereka tidur menggunakan selimut?" Amrita balik bertanya sambil menunjuk drama Korea yang masih berlanjut di leptop suaminya.
Aziz mengangguk paham. "Mereka tidak menggunakan selimut" gumamnya pelan.
Aziz dan Amrita beranjak dari sofa lalu membenarkan sofa bed. Setelah selesai, keduanya berbaring di sofa bed. Sesuai yang tadi diucapkan Amrita, ia tidur dalam dekapan suaminya.
"Selamat tidur suamiku yang kurang romantis, yang kaku dan yang mudah ditipu" ujar Amrita terkekeh kecil sembari menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.
Aziz terkekeh mendengarnya. "Selamat tidur istri nakalku yang imut, kecil namun dewasa" balas Aziz sambil memejamkan matanya.
---
Karena gaya hidup mereka sudah diubah, maka hari ini Amrita bangun lebih awal memasak makanan berat untuk dia dan suaminya. Menu yang ia masak sesuai persediaan makanan yang ada di kulkas. Ikan katambah, sayur kol campur wortel dan kentang. Cukup ikan dan sayur, pagi ini akan terasa berbeda. Bisa jadi cinta akan semakin tumbuh mekar dengan adanya kerajinan dalam rumah tangga. Rajin masak apalagi. Ya mungkin saja.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kau tidak membangunkan aku..." ketus Aziz. Niatnya untuk berolahraga di pagi ini jadi tertunda. Tertunda karena usai sholat subuh, pria itu ketiduran di depan televisi.
"Mas yang tidak mau bangun" balas Amrita dengan santai sambil menuangkan sayur kol di dalam wajan.
"Harum ya, Sayang" ujar Aziz mencium aroma masakan istrinya.
"Tentu saja, masakan Amrita akan selalu menebar aroma harum di rumah ini" ucap Amrita dengan bangga.
Aziz mengangkat nasi dari rice cooker dan meletakannya di meja makan. Tak lupa ia mengambil piring bersih dan juga sendok serta gelas. Lalu meletakannya di meja bersama ikan kuah kuning katambah.
"Pagi ini memang berbeda ya Sayang. Ikan kuah kuning katambah, rasanya lezat di makan panas-panas bersama sayur campur kol, kentang dan wortel" ujar Aziz tersenyum menatap ikan di mangkuk keramik.
"Iya, Mas. Mas mau ikan goreng untuk bekal nanti atau ikan kuah? Jika ingin ikan goreng nanti aku buatkan, berhubung sudah aku bersihkan sisiknya. Mas mau yang mana?" tanya Amrita.
"Ikan kuah saja Sayang" balas Aziz sambil menarik kursi ke belakang lalu duduk menunggu sayur matang.
Amrita mematikan kompor lalu memindahkan sayur dari wajan ke mangkuk keramik putih polos. Dan meletakannya di atas meja bersamaan dengan ikan dan nasi. Lalu ia mencuci tangan kemudian menggeser kursi dan ikut duduk di depan suaminya.
"Selamat makan sayang" ucap Aziz sambil menuangkan tiga sendok nasi di piringnya. Kemudian mengambil ikan kuah kuning, meletakannya di piring yang berbeda dan sayur yang dicampur dengan nasi.
Setelah makan pagi, Amrita membereskan piring kotor di meja dan tak lupa mencucinya serta mencuci wajah yang ia gunakan memasak. Sungguh, Aziz yang melihatnya pun tersenyum sumringah.
"Akulah pria beruntung di dunia ini!" batin Aziz.
"Mas, tidak ada makanan enak di wajahku jadi pergila untuk mandi. Jangan bengong di situ" ujar Amrita membuyarkan lamunan suaminya yang seperti orang gila senyam senyum sendiri.
"Kita mandi berdua ya, agar romantis gitu" ujar Aziz tersenyum lebar.
"Iya. Mas duluan ke kamar ya, nanti aku nyusul setelah membersihkan dapur" balas Amrita.
Aziz berjalan menampaki tangga. Rasanya pria itu sedang menang lomba karena istrinya mau diajak mandi bersama. Dan pikiran kotor pria itu kembali menjelajah. Ia sudah membayangkan apa yang akan ia lakukan bersama istrinya. Mandi bersama, dan ada beberapa hal lainnya yang akan terjadi, mungkin.
Usai membersihkan dapur dan peralatan dapur, Amrita menghampiri suaminya di kamar. Dan mendapati suaminya berdiri di depan pintu kamar mandi tanpa mengenakan baju dan dan hanya mengenakan celana boxer dengan warna kesukaannya.
__ADS_1
🎶🎶
Celana boxer abu-abu
Itulah warna kesukaan suamiku
Rasanya aku ingin tertawa...
Ha-ha-ha-ha... ... 🎶
Aziz terkekeh mendengar nyanyian istrinya yang arahnya mengejek dirinya, yang notabennya sangat hoby mengenakan celana boxer abu-abu. "Biar terlihat seksi" ujar Aziz sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Hahahaha" kekeh Amrita.
Amrita mendekat lalu menggoda suaminya. Aziz yang terbilang lelaki normal tentu menelan salivanya dengan kuat. Terlihat jangkunnya naik turun karena ulah istrinya. Sekalipun sudah berulang kali ia melihat tubuh istrinya, tapi tetap saja, Aziz masih saja tergoda saat istri nakalnya itu melepas satu persatu pakaian yang ia kenakan di depan sang suami.
"Uhuii, mata suamiku mulai tak berkedip" ledek Amrita lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Hahahaha. Apa kau berencana menggodaku. Aku lelaki normal Amrita" ujar Aziz menghampiri istrinya.
"Hehehehe. Hati-hati Mas, nanti celana boxernya longgar loh" balas Amrita sambil menyalakan sower air.
Aziz kembali terkekeh. Ia menghampiri istrinya dan mandi bersama pun dimulai. Setelah mandi, keduanya keluar bersiap-siap. Pagi ini Amrita tidak memiliki jadwal kuliah namun ia ingin ikut suaminya ke rumah sakit. Tentu saja untuk menghindari niat buruk Safira.
"Sudah selesai ya, Mas?" tanya Amrita.
"Sudah Sayang" balas Aziz sambil menggulung lengan kameja yang ia kenakan.
"Waow, pria yang satu ini sangat tampan ya. Tidak sia-sia aku menikah dengannya. Sudah tampan, baik, mudah ditipu lagi oleh istrinya . Sungguh luar biasa. Hahahahaha" puji Amrita lalu meledek suaminya.
"Andai aku tidak mudah ditipu maka kau dan teman segengmu itu tidak akan cuci mata di Mall Panakkukang" balas Aziz tak mau kalah.
"Terima kasih obat buramku" ujar Amrita lalu berjinjit mencium sekilas pipi suaminya.
__ADS_1
"Amrita, kau belajar mesum dari mana?" tanya Aziz tanpa bergeming. Ini kali kedua Amrita menciumnya terang terangan.