
Dan tanpa menunggu lama,Sherly pun mulai menelepon Bella kembali.
“Hallo bel,ada apa?,kenapa kamu telepon aku malam-malam begini?”tanya Sherly saat sambungan telepon mulai tersambung.
“Sherly ini aku citra bukan bella”jawab citra melalui telepon,dan Citra juga berkata dengan nada semangat.
Dan Sherly yang awalnya merasa takut jika terjadi sesuatu dengan sahabatnya saat ia melihat lumayan banyak panggilan tak terjawab dari nomor handphone Bella,ia pun sedikit merasa tenang saat mendengar nada semangat dari Citra.
“Kok kamu sih yang jawab teleponnya?,memangnya Bella mana?,bukannya ini handphone milik Bella ya?”tanya Sherly secara beruntun,ia juga masih merasa sedikit khawatir tentang keberadaan Bella.
“Enggak sebenarnya aku yang telepon kamu dari tadi,aku memang menggunakan handphone Bella untuk telepon kamu karena aku lupa bawa handphone aku”ucap citra menjelaskan.
“Terus sekarang Bella ke mana?”tanya Sherly.
“Dia lagi ada di hadapan aku ini,lagi makan dengan lahap”ucap citra memberi tahu.
“Terus kenapa kamu telepon aku,aku kira kalian kenapa-napa,soalnya aku tadi sempat khawatir saat melihat banyak banget panggilan tak terjawab dari handphone Bella”ungkap Sherly.
“Sher,aku kangen ingin kumpul-kumpul bareng kamu lagi deh,jadi aku telepon kamu hanya ingin kasih tahu kalau kita berdua sedang kumpul-kumpul di tempat yang sering kita datangi dulu”ucap citra mengingkapkan tujuan dirinya menelepon Sherly.
“Yah maaf banget ya cit,aku nggak bisa tapi kalau nanti pulang kuliah aku usahakan untuk bisa kumpul-kumpul bareng sama kalian di tempat kita sering kumpul dulu”Ucap Sherly dengan nada yang merasa sedikit bersalah kepada Citra.
Tapi meski begitu Sherly merasa tenang karena kedua sahabatnya baik-baik saja.
“Udah aku bilang juga apa,kan aku tadi udah ngomong sama kamu kalau Sherly itu sekarang mungkin tidak akan bisa kumpul seperti dulu lagi,karena Sherly mungkin punya kesulitan sendiri”terdengar juga suara Bella seperti yang sedang mengomel ke arah citra.
“Sekali lagi aku minta maaf ya?,kalian nggak marah kan?”tanya Sherly melalui telepon.
“Nggak,kita juga akan berusaha ngertiin akan kesulitan yang tidak bisa kamu ungkapkan,lagian kamu juga sudah menikah,dan juga waktu kamu mungkin tidak sebebas dulu,ya walaupun aku sedikit sedih karena kita jarang banget kumpul-kumpul,tapi aku juga nggak bisa untuk egois kan,karena sekarang kamu juga bukan hanya sahabat kita,tapi juga istri dari seseorang,apalagi kamu istri dari tuan Alex,mungkin kamu memiliki banyak kesulitan yang tak bisa kamu katakan secara langsung”ucap Bella panjang lebar,ia ikut menyahuti percakapan antara Citra dan Sherly.
“Makasih ya kalian udah berusaha untuk ngertiin aku,tapi maaf sepertinya aku harus tidur soalnya kan udah malam,dan untuk kalian kalau udah selesai makannya cepat pulang,jangan sampai terlalu larut malam pulangnya”ucap Sherly diakhiri sebuah nasehat.
“Baik Bu guru,jangan lupa mimpiin saya ya”ucap Citra dengan nada bercanda.
__ADS_1
“Sudah sher,jangan dengerin ucapan yang tak penting dari citra itu,semoga mimpi indah ya”timpal Bella.
“Ha..ha...,kalian ini awas ingat jangan pulang terlalu malam mengerti kan”ucap Sherly dengan sedikit tertawa karena mendengar gerutuan dari Citra.
Sherly juga berkata dengan nada penuh peringatan untuk kedua sahabatnya itu.
“Iya”jawab Bella dan citra kompak.
Setelah itu,sambungan telepon pun terputus.
Sherly yang telah menyelesaikan menelepon tadi,ia pun langsung bangkit dan berjalan ke arah tempat tidurnya.
Setelah sampai,ia menaruh handphone miliknya,di lemari kecil yang ada di samping tempat tidurnya.
Setelah itu,Sherly pun langsung membaringkan tubuhnya dan ia pun mulai tertidur.
Keesokan harinya.
“Loh bukannya aku ada jadwal kuliah lumayan pagi ya”ucap Sherly yang secara refleks langsung duduk.
“Jam berapa sekarang?,kok cahayanya mataharinya lumayan silau ya?”tanya Sherly pada dirinya sendiri.
Setelah mengatakan itu,Sherly pun mulai menoleh dan menatap ke arah jam yang ada di dinding itu.
Dan saat ia tahu pukul berapa sekarang,ia pun langsung bangkit dan berjalan cepat menuju kamar mandi.
Tak lama Sherly pun keluar dengan sedikit terburu-buru,ia keluar dengan mengenakan pakaian lengkap.
“Huh untung aja ada pakaian di kamar mandi yang sudah di siapkan,kenapa juga aku nggak dibangunkan sih”ucap Sherly dengan nada menggerutu.
Setelah itu,Sherly pun langsung meraih tasnya, kemudian ia pun keluar dari kamarnya.
Sherly berjalan menuruni anak tangga,setelah berada di lantai dasar,ia pun mulai melangkah menuju ruang makan.
__ADS_1
“Kenapa kamu tidak membangunkan aku,bukannya kamu tahu jika aku memiliki jadwal kuliah pagi”ucap Sherly setelah ia duduk
Setelah itu Sherly pun langsung meneguk hingga habis teh yang telah di siapkan oleh Rani.
Sebenarnya Sherly ingin langsung berangkat kuliah,tapi pastinya Alex akan marah jika ia berangkat tanpa sarapan terlebih dulu.
“Maaf,tadi saat saya sudah selesai menyiapkan pakaian untuk anda kuliah,dan saat saya telah membuka tirai kamar anda juga, sebenarnya saya berniat untuk membangunkan Anda,tapi tuan melarang saya,dia berkata jika anda terlihat lelah dan terlihat sangat pulas ketika tidur tadi,jadi tuan menyuruh saya untuk tidak membangunkan anda”ucap Rani menjelaskan.
“Tapi kan dia tahu kalau aku itu memiliki jadwal kuliah pagi,terus kenapa dia masih tetap melarang kamu membangunkan aku”tanya Sherly dengan sedikit kesal.
“Mungkin tuan tidak tega untuk membangunkan anda,dia juga berkata jika anda tidak juga bangun,maka tidak masalah jika anda tidak kuliah untuk hari ini”ucap Rani menjelaskan kembali.
“Mentang-mentang dia investor terbesar di tempat kuliah,terus dia bisa seenaknya membiarkan aku nggak kuliah gitu”ucap Sherly dengan nada menggerutu kesal.
“Tapi anda bisa tenang karena saya telah membuatkan bekal untuk anda,jadi anda bisa memakan bekal ini di dalam mobil,dengan begitu mungkin anda tidak akan terlambat”ucap Rani sambil menyerahkan bekal kepada Sherly.
“Terima kasih,kamu seolah tahu jika aku akan berangkat kuliah,dan makanya kamu membuat bekal ini untuk berjaga-jaga jika aku sampai berangkat kuliah,ya walaupun hampir terlambat sih,iya kan?”ucap Sherly dengan nada bertanya.
Setelah mengatakan itu Sherly pun langsung bangkit dari duduknya.
Dan Rani yang mendengar ucapan Sherly,ia hanya dapat mengangguk karena yang Sherly katakan ada benarnya juga,Rani memang sengaja membuat bekal untuk Sherly jika Sherly hendak berangkat kuliah.
Sherly yang melihat Rani hanya mengangguk,ia pun langsung berbalik dan hendak berjalan pergi,tapi tiba-tiba ia teringat jika ia belum bertemu Alex.
Sherly pun berbalik lagi.
“Apa kamu melihat Lexi?,kenapa aku tidak bertemu dengannya?”tanya Sherly.
“Tuan sudah berangkat kerja dari tadi pagi”jawab Rani.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk tanda mengerti.
“Duh aku hampir lupa kalau aku kan hampir telat kuliah”ucap Sherly yang langsung berbalik dan berlari keluar dari mansion dengan membawa bekal ditangannya.
__ADS_1