
Dan saat ini Alex yang telah menyelesaikan pekerjaan untuk hari ini itu,ia pun langsung bangkit dari duduknya.
'Sepertinya pekerjaan ini cukup untuk hari ini,dan biarkan esok aku lanjutkan lagi,karena saat ini aku benar-benar merasa tidak bisa fokus dalam mengerjakan pekerjaan ini'pikir Alex sambil berjalan menjauh dari tempatnya.
“Tuan,anda ingin kita menginap di mana?,saya lihat anda terlihat sangat
Lelah dan letih”ucap Doni disertai nada bertanya kepada Alex.
“Kita pergi menginap di tempat biasa saja”ucap Alex mengambil keputusan.
“Baik tuan”jawab Doni langsung.
Setelah itu,Alex pun kembali melangkah untuk meninggalkan ruangan itu,dengan Doni yang juga ikut berjalan di belakangnya.
Tapi tiba-tiba langkah Alex terhenti saat handphone miliknya itu berdering.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung mengangkat sambungan telepon itu.
“Ya kenapa?”tanya Alex memulai pembicaraan melalui telepon.
“.....”
Entah apa yang dikatakan oleh orang yang menelepon Alex itu,tapi yang jelas wajah Alex terlihat kesal,dan sangat marah,hingga ia langsung memukul pintu yang ada di hadapannya itu.
“Brakk”Alex meluapkan emosinya itu dengan meninju pintu itu dengan sangat keras.
“Apa yang kamu lakukan?,dan apa saja yang telah kamu kerjakan hingga kita bisa sampai kecolongan seperti ini”ucap Alex dengan nada marah miliknya.
“Maaf tuan,saya terlalu sibuk dengan pekerjaan di perusahaan,hingga tak tahu jika nyonya telah hilang,tapi saya sempat menghubungi Bagas untuk mengantarkan nyonya pulang,tapi saat saya mencoba untuk menghubungi Bagas lagi,tapi handphonenya tidak aktif ”ucap sebuah suara,yang ternyata itu suara Fani
“Bodoh!”umpat Alex,dan tanpa menunggu lama,Alex pun langsung mematikan sambungan teleponnya itu.
“Kenapa tuan?”tanya Doni saat melihat tatapan Alex yang terlihat sangat marah dan murka.
“Lili hilang,jadi sebaiknya kita langsung pulang saja,dan mencari kebenaran Lili”ucap Alex mutlak.
Doni yang mendengar itu,ia hanya bisa pasrah untuk mengikuti perintah tuannya itu.
__ADS_1
Padahal sebenarnya masalah di perusahaan ini,belum selesai,tetapi mungkin Sherly yang sangat penting bagi Alex saat ini.
Setelah itu Alex dan Doni kembali melangkah keluar dari ruangan itu.
'Maafkan aku ayah,untuk saat ini keadaan Lili yang lebih penting,tapi aku janji,aku tak akan membiarkan hal buruk terjadi kepada perusahaan ini’pikir Alex sambil melangkah.
Keesokan harinya.
Saat ini Alex sedang mencari keberadaan Sherly.
Tapi sudah seharian Alex mencari keberadaan Sherly,tapi belum juga di temukan.
Dan hal itu membuat Alex semakin khawatir,ditambah lagi pikirannya seakan sangat kacau.
“Tuan sebaiknya kita istirahat dulu,anda belum tidur dan belum makan sama sekali,jadi sebaiknya kita istirahat terlebih dulu”ucap Doni sambil memandang lurus ke depan.
“Apakah kamu sudah mencoba untuk menghubungi Bagas lagi”ucap Alex mengalihkan topik,tanpa menjawab ucapan Doni tadi.
“Sudah tuan,tapi tidak bisa untuk di hubungi,dan ini merupakan tempat terakhir yang kita kunjungi,dan setelah ini kita lanjutkan pencarian besok saja,tapi saya harap kita bisa langsung menemukan keberadaan nyonya di tempat ini,karena tempat ini sesuai dengan apa yang anda katakan”ucap Doni menjelaskan.
Ya! memang Alex yang meminta Doni untuk datang ke sana,entah kenapa Alex ingin Doni datang ke sana.
Dan Alex yang mendengar itu,ia hanya diam,dengan tangan mengepal erat.
“Ya kita tunggu saja,jika sampai Rendi telepon,aku yakin jika Lili ada di tangannya”ucap Alex dengan nada beratnya,ia tidak tahu harus berkata seperti apa lagi.
Pikirannya saat ini seakan dipenuhi harapan agar Sherly baik-baik saja.
Dan tiba-tiba handphone Doni berdering,Doni yang mendengar itu,ia pun langsung meminta izin kepada Alex untuk mengangkat sambungan teleponnya itu.
“Ada sebuah telepon tuan,dan mungkin ini penting,jadi bisakah saya menerima telepon ini?”tanya Doni,ia berkata tetapi pandangan nya tetap fokus menatap kearah depan.
“Angkat saja,dan berhentikan mobil ini di sebuah parkiran yang ada di samping taman”ucap Alex mutlak.
“Baik tuan”jawab Doni.
Dan setelah itu Doni pun langsung memarkirkan mobilnya itu di samping taman.
__ADS_1
Setelah itu,Doni pun langsung mengangkat sambungan telepon itu,dan ternyata orang yang menelepon Doni itu adalah Fani.
“Ya ada apa?”tanya Doni memulai pembicaraan.
“Apakah nyonya sudah di temukan?”tanya Fani melalui telepon.
“Belum,kita masih berusaha untuk mencari keberadaan nyonya”jawab Doni langsung.
“Kenapa tidak memerintahkan anak buah saja untuk mencari keberadaan nyonya?”tanya Fani lagi.
“Ya itu sudah saya lakukan,dan lagi sudah banyak anak buah yang di perintahkan untuk mencari nyonya,tapi belum juga ada kabar,saya juga terpaksa menyetujui keinginan tuan Alex untuk ikut,karena beliau memaksa ingin ikut dan mencari keberadaan nyonya”ucap Doni menjelaskan.
“Lalu kenapa kamu menelepon”lanjut Doni dengan nada bertanya.
“Tidak,saya hanya ingin bertanya saja”jawab Fani langsung.
Awalnya Fani ingin meminta bantuan kepada Doni untuk mengurus perusahaan-perusahaan lainnya,tapi sepertinya tidak bisa,karena Doni juga seperti sedang sibuk,bersama dengan Alex.
Dan apa artinya perusahaan-perusahaan itu tanpa adanya Alex dan Doni,karena kehadiran Alex dan Doni sangat di perlukan di dalam perusahaan,maka itu Fani sangat kesulitan dalam mengurusi perusahaan-perusahaan Alex.
“Ya sudah”ucap Doni yang langsung mematikan telepon itu,karena tidak ada hal penting yang harus ia bahas.
Sedangkan Doni yang memang sengaja menyuruh fani untuk mengurusi perusahaan-perusahaan Alex itu,karena ia ingin agar Fani tidak menunjukkan wajahnya di depan Alex,di karena keadaan dan suasana Alex saat ini sedang tidak baik.
Sementara saat ini Rendi yang telah sampai di depan lokasi yang telah diberitahukan oleh Reon itu,ia pun menghentikan langkahnya sambil menatap kearah pintu yang tertutup itu.
“Sebentar lagi,ha..ha..,sebentar lagi semua yang aku inginkan akan terwujud, dan aku ingin lihat bagaimana reaksi
Alex saat tahu jika orang yang ia cintai dan sayangi ada di tanganku"ucap Rendi sambil tertawa kejam.
Setelah itu,Rendi pun membuka pintu dan memasuki pintu itu.
Sedangkan saat ini Alex yang terlihat sangat lesu itu,ia pun hanya dapat menghela nafas hingga beberapa kali di dalam mobil.
Tapi tiba-tiba saat ia menoleh dan menatap kearah kaca mobil,ia pun langsung angkat suara.
“Berhenti!”ucap Alex kepada Doni yang sedang mengemudikan mobilnya itu.
__ADS_1
Sontak Doni yang mendengar itu,ia pun langsung menghentikan mobilnya itu.
Dan tanpa di duga Alex pun langsung keluar dari dalam mobil.