
Hari-hari berlalu begitu cepat,tidak terasa telah seminggu Alex berusaha untuk menaklukan hati dan memperlakukan Sherly dengan baik.
Saat ini Sherly dan Alex sedang berada di mobil yang sama dengan Alex.
Sherly yang merasa sedikit canggung karena belum terlalu terbiasa,ia pun hanya menatap kearah jalanan,tapi tiba-tiba pandangannya itu terus menatap tempat kearah penyewaan kuda.
“Berhenti!”ucap Alex tiba-tiba.
Mobil tersebut pun langsung berhenti,Doni yang berada di kursi bagian depan bersama Fani itu pun, hanya saling pandang untuk sesaat, seakan mengerti apa yang di inginkan tuannya,saat mereka melihat tatapan Alex
Sedangkan Sherly hanya diam, tak mengerti apa yang sedang terjadi.
Doni dan Fani pun keluar dari dalam mobil,
dan hanya menyisakan Sherly dan Alex berduaan dalam keadaan hening.
Tak lama Fani dan Doni pun datang,doni pun membukakan pintu bagian belakang dimana Alex duduk,ia pun membisikan sesuatu kepada Alex,dan Alex mengangguk sebagai jawabannya.
“Ayo turun!”perintah Alex kepada Sherly,setelah ia turun dari dalam mobil.
Sherly pun keluar dari dalam mobil,melalui pintu dimana Alex keluar,setelah sherly turun dari dalam mobil tersebut,Alex tiba-tiba menggenggam tangan Sherly,dan membawa Sherly berjalan ke suatu tempat.
Setelah lama berjalan akhirnya mereka sampai di tempat penyewaan kuda,tetapi tempat ini berbeda, dengan tempat penyewaan kuda yang Sherly lihat tadi.
Tempat ini terlihat lebih bersih,bagus,dan rapi,karena tempat ini disewakan,khususkan untuk beberapa orang-orang penting saja.
Tak lama sebuah kuda yang berwarna hitam di keluarkan oleh seorang lelaki dari sebuah kandang khusus,orang tersebut pun membawa kuda tersebut, untuk mendekat kearah Sherly dan Alex.
“Tuan ini kuda untuk anda tunggangi,kami telah mengecek kesehatan dan kesiapan kuda ini,dan kuda ini ternyata dalam keadaan baik dan siap untuk dinaiki”ucap lelaki yang membawa kuda tersebut.
Alex pun mengangguk,ia dan Sherly pun memakai alat keamanan terlebih dahulu,
untuk berjaga-jaga,setelah selesai,Alex pun langsung menaiki kuda itu.
“Ayo naik!,aku bantu”ucap Alex,saat melihat Sherly hanya diam.
Alex pun mengulurkan tangan kanannya,
__ADS_1
seolah menyuruh Sherly untuk naik,dan Sherly pun langsung menyambut uluran tangan Alex tersebut,kemudian ia pun naik ke kuda yang sama dengan Alex.
Saat ini posisi Sherly duduk di depan, sedangkan Alex duduk tepat dibelakang Sherly,kemudian setelah itu Alex pun menarik tali kekangnya,dan tak lama kuda tersebut pun berjalan.
“Kamu sering naik kuda ya?”tanya Alex sambil menunggangi kuda itu secara lambat,untuk mengitari lapangan tersebut,yang berbentuk persegi panjang.
“Sherly waktu kecil sering banget naik kuda sama ibu,tapi semenjak dewasa udah jarang,soalnya Sherly sibuk”jawab Sherly.
Selepas mengatakan itu,Sherly tiba-tiba berniat untuk sedikit bangkit,agar dapat melihat kuda yang ia tunggangi,tapi sebelum itu Alex pun melingkarkan tangan kirinya di perut Sherly,sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk memegang tali kekang kuda tersebut.
“Duduk!!,nanti kamu jatuh”ucap Alex memeluk perut Sherly dengan erat,takut jika Sherly terjatuh dari kuda
Sherly yang di perlakukan seperti itu,awalnya ia sedikit kaget,tapi setelah itu,Sherly menatap ke bawah, dimana Alex memeluk perutnya dengan erat.
“Tuan bisakah anda melepaskan pelukannya?”tanya Sherly.
“Jangan di lepas nanti kamu jatuh”ucap Alex,setelah mengatakan itu,Alex pun memajukan kepalanya,dan ia meletakan dagunya di salah satu pundak Sherly.
“Kenapa?,canggung ya?,jangan canggung,nanti juga kamu akan terbiasa”ucap Alex
Sherly yang mendengar suara Alex yang tepat di telinganya hanya dapat diam
“Enggak juga sih,saya itu sering bermain kuda bersama ayah saya waktu kecil dulu,tapi semenjak beliau meninggal,saya jarang bermain kuda lagi”ucap Alex,tanpa merubah posisinya.
“Maaf tuan,jika saya telah membuat anda sedih”ucap Sherly,sambil mengusap tangan Alex yang berada di perutnya,seolah sedang berusaha untuk menguatkan Alex.
“Haha...,gak apa-apa santai saja,itu kan masa lalu gak usah di ungkit lagi”ucap Alex berusaha untuk mencairkan suasana,sikap Alex kepada Sherly juga tidak dingin dan datar,tapi terdengar ramah.
“Tuan apakah anda punya keluarga yang masih tersisa”ucap Sherly Secara tiba-tiba.
“Ada,yaitu ibu saya”jawab Alex.
“Kenapa saya tidak pernah melihatnya hadir di acara pernikahan kita?”tanya Sherly penasaran,sambil menatap kearah depan.
“Karena waktu itu, ibu saya sedang sakit,jadi ia tidak bisa hadir”jawab Alex.
“Bolehkah saya bertemu dengannya tuan?”tanya Sherly.
__ADS_1
“Oke,akan saya pertemukan kamu dengan ibu saya”ucap Alex.
Setelah puas menunggangi kuda,Alex pun turun terlebih dahulu,setelah itu ia pun membantu Sherly untuk turun.
Mereka pun berjalan keluar dari tempat penyewaan itu.
“Apakah kamu masih ingin mengunjungi suatu tempat,atau kamu mau kemana gitu?”ucap Alex.
“Tuan bagaimana anda bisa tahu jika saya ingin berkuda”tanya Sherly sambil menatap Alex yang jauh lebih tinggi darinya.
“Karena saya dapat membaca isi kepala kamu”ucap Alex dengan nada bergurau,sambil mengusap kepala Sherly
“Anda bisa saja tuan”jawab Sherly sambil menunduk,merasa sedikit malu akan perlakuan Alex.
Alex pun meraih tangan Sherly dan menggenggamnya dengan erat,kemudian mereka pun berjalan menuju mobil,setelah sampai di depan mobil,mereka semua pun masuk,dan mobil tersebut pun melaju untuk membelah jalanan.
“Kamu beneran tidak ingin ketempat lain gitu?”tanya Alex.
“Tidak tuan,sepertinya saya sedikit merasa lelah,karena kita telah menunggangi kuda cukup lama”jawab Sherly.
Tak lama mobil tersebut pun sampai di mansion milik Alex.
Alex dan Sherly pun turun dari dalam mobil,kemudian mereka berdua pun masuk kedalam mansion,di karenakan pintu mansion telah di bukakan oleh Rani.
“Tuan nyonya apakah anda ingin makan terlebih dahulu,mungkin anda lapar?”ucap Rani dengan sopan.
“Tuan anda makan saja duluan,saya sepertinya ingin mandi terlebih dahulu”ucap Sherly dengan sopan,yang hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Alex.
Sherly pun berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya,sedangkan Alex berjalan menuju ruang makan.
Sherly yang telah sampai di kamarnya,ia pun berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tak lama setelah itu,Sherly pun keluar dengan memakai handuk,lalu Sherly berjalan menuju lemari pakaian miliknya,kemudian ia pun memakai pakaian tersebut.
Setelah selesai,Sherly pun berjalan keluar kamar,dan menuruni tangga,setelah cukup lama berjalan,akhirnya Sherly pun sampai di ruang makan.
“Tuan kenapa anda belum makan?”tanya Sherly.
__ADS_1
”Saya sedang menunggu kamu,agar kita bisa makan bersama”jawab Alex.
Mereka pun mulai memakan makanan yang sudah tersedia di atas meja dengan keadaan hening.