
Sementara itu,Alex yang saat ini telah mematikan sambungan teleponnya dengan. Alex.
“Sepertinya kita harus mengundur sedikit acara yang kita rencanakan itu?”ucap Alex pada Doni.
Doni yang awalnya hanya diam sambil berdiri di samping Alex,ia pun hanya mengangguk setuju.
“Baik tuan,sesuai keinginan anda”jawab Doni tanpa bertanya kepada Alex,tentang alasan Alex ingin mengundurkan rencana Alex yang ingin dinner romantis bersama Sherly.
Tak lama saat Alex sedang berbicara dengan Doni,Fani pun datang memasuki ruangan Alex.
“Tuan,saya ingin memberikan informasi yang ingin saya sampaikan kepada anda”ucap Fani sambil menunduk.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap ke arah Doni seakan menyuruh Doni untuk pergi.
Doni pun mengangguk,kemudian ia pun pergi untuk menjalankan rencana yang telah di perintahkan oleh tuannya itu.
“Ada apa?,kalau ada sesuatu hal yang penting kamu bisa katakan langsung”ucap Alex langsung keintinya.
Kemudian setelah mendengar ucapan Alex,Fani pun langsung mengatakan kejadian tadi yang Sherly alami.
Dan Alex yang mendengar itu,ia hanya diam sambil mengepalkan tangan karena geram.
“Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan?”tanya Alex pada Fani.
“Baik tuan”ucap Fani mengerti.
“Satu lagi kamu antar Sherly pergi sesuai keinginan,katanya dia ingin pergi jalan-jalan bersama sahabatnya”ucap Alex memberi tahu.
Fani yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk tanda mengerti,setelah itu,Fani pun berjalan keluar dari ruangan Alex.
Sementara itu,saat ini Sherly dan kedua sahabatnya sedang berdiri di depan gerbang universitas tempat mereka kuliah.
“Kita ke sananya naik apa cit?”tanya Bella.
“Kita naik mobil aku,sebentar lagi mobil aku datang”jawab citra.
Dan saat mereka sedang mengobrol,tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping mereka.
Dan tak lama keluarlah Fani yang ternyata orang yang mengemudikan mobil tersebut
“Fani kenapa kamu ke sini?apa Alex tidak bilang jika aku ingin jalan-jalan sebentar bersama sahabatku”tanya Sherly saat Fani berada di hadapannya.
__ADS_1
“Tuan sudah memberi tahu saya,dia ia ingin saya mengantar anda ke tempat tujuan anda”ucap Fani menjelaskan.
“Dasar Lexi,katanya aku harus hati-hati,dan aku kira dia bilang begitu agar aku tetap hati-hati karena mengizinkan aku berangkat semobil bersama kedua sahabat aku,tapi tetap saja kan dia suruh Fani untuk antar aku,harusnya dia nggak usah bilang begitu,jadi aku nggak berfipikir kalau Fani nggak akan antar aku”ucap Sherly dengan menggerutu pelan.
“Ayo nona kita berangkat!”ucap Fani saat ia telah membukakan pintu untuk Sherly masuk.
“Eh tunggu dulu!”ucap Sherly yang sontak membuat Fani dan kedua sahabatnya langsung menatap ke arahnya.
“Kenapa sher?”tanya citra penasaran.
“Citra bukannya kamu bilang kalau kita berangkat naik mobil kamu,memangnya kamu nggak mikir apa gimana kalau supir kamu datang,dan ia tidak melihat kita,kan kasian dia nya”ucap Sherly mengingatkan.
“Oh itu mobil aku lagi di servis”ucap citra beralasan.
“Alasan,bukannya kamu tadi bilang kalau mobil kamu lagi menuju ke sini ya”ucap Sherly lagi.
“He..he..,iya aku memang berbohong sama,karena sebenarnya mobil aku sedang menuju ke sini,tapi gini aja aku batalin aja gimana?,kan aku juga ingin ngerasain gimana rasanya naik mobil yang sering kamu naiki ini”ucap citra dengan nada memelas.
“Tapi kan..”ucap Sherly yang tidak tahu harus berkata apa.
“Please sher,aku ingin cobain mobil kamu,masa kamu pelit sih sama aku”ucap Citra dengan nada memohon.
“Ya sudahlah,kamu telepon dulu sopir kamu,bilang kalau kita nggak jadi naik mobil kamu”ucap Sherly mengingatkan.
Setelah mengatakan itu,citra pun berjalan sedikit menjauh,untuk menghubungi sopirnya itu.
Sedangkan Sherly dan Bella berjalan masuk terlebih dahulu.
Tak lama kemudian Citra pun masuk dan duduk di kursi belakang bersama Bella dan Sherly.
Tak lama setelah itu,mobil itu pun berjalan meninggalkan gedung universitas tersebut.
Didalam mobil.
Citra yang duduk di samping Sherly itu,hanya diam sambil tersenyum.
“Kenapa cit kok senyum-senyum begitu?”tanya Sherly heran.
“Nyaman ya naik mobil ini”jawab citra polos.
“Ya sama aja kan cit mobil kamu juga bagus”jawab Sherly.
__ADS_1
Saat Citra ingin menjawab ucapab Sherly,tapi sebelum itu,tiba-tiba ponsel Sherly berbunyi,dan Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengambil handphone dari tasnya.
Sherly hanya diam,saat ia melihat panggilan telepon dari nomor yang tak di kenal.
“Kenapa sher,kok diam aja,bukannya diangkat ”ucap citra penasaran.
“Ada yang telepon aku,tapi aku nggak kenal siapa dia,nomornya aja aku nggak kenal”ucap Sherly menjelaskan.
Sherly sedikit bimbang antara ia harus mengangkat sambungan telepon itu,atau tidak.
“Sudah angkat saja sher,barangkali penting”ucap Bella memberi saran.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menyetujui saran Bella,dan ia pun langsung menerima sambungan telepon itu.
“Hallo ini siapa ya?”tanya Sherly memulai duluan pembicaraan melalui sambungan telepon
“Masa kamu lupa sher sama aku?”ucap sebuah suara yang ternyata adalah suara perempuan.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya diam beberapa saat sambil berfikir.
‘Iya siapa?,memangnya aku ini apa langsung tahu siapa dia,eh tunggu,kayaknya suaranya nggak asing di telinga aku..Amel ya, itu suara Amel,tapi dari mana dia tahu nomor ponsel aku ya’.batin Sherly sedikit melamun.
“Hallo hallo sher,sudah ingat siapa aku?”ucap Amel dengan nada yang terdengar ramah.
Sherly yang awalnya sedang melamun itu,ia pun langsung tersadar dari lamunannya itu.
“Ekmm,iya aku ingat kamu ini Amel kan?”ucap Sherly memastikan.
“Iya akhirnya kamu ingat siapa aku,ha..ha.. aku nggak nyangka kamu masih ingat sama aku sher”ucap Amel dengan disertai sedikit tertawaan.
“Oh iya aku masih ingat,memangnya kamu kenapa tiba-tiba telepon aku?”tanya Sherly langsung ke intinya
“Sebetulnya aku minta maaf sher jika aku menelepon kamu di waktu yang tidak tepat”ucap Amel basa-basi.
“Iya nggak apa-apa”jawab Sherly singkat.
Amel yang awalnya mendengar ucapan Sherly yang menjawab ucapannya dengan singkat itu,ia pun sedikit tersinggung dan marah karena Sherly seperti bersikap cuek padanya.
Sementara Sherly ia orang yang berbicara seperlunya dan langsung ke intinya,bukan karena ia cuek atau apa.
“Kamu ada waktu nggak,kita ketemuan yuk,ngopi bareng sambil ngobrol gitu”ucap Amel dengan ramah.
__ADS_1
“Maaf ya Mel seperti nggak bisa,soalnya aku ada janji dengan sahabat aku”ucap Sherly menolak halus ajakan Amel.