
1 Tahun kemudian.
Saat ini di sebuah ruangan terdapat seorang wanita yang sedang duduk di kursi kebanggaan miliknya.
Dan di hadapan kursi wanita itu,terdapat banyak sekali kursi berjejer rapi.
Ting Ting Ting
Tiba-tiba bel tanda belajar sudah usai berbunyi.
Sherly adalah orang yang sedang duduk di kursi kebanggaannya itu,ia pun langsung bangkit dari duduknya itu.
“Ok anak-anak,sepertinya pelajaran hari ini sampai di sini dulu”Ucap Sherly sambil tersenyum ramah.
Sherly saat ini telah menjadi seorang guru di sekolah dasar yang ada di desa tempat ia tinggal saat ini.
“Yeayyy,akhirnya pulang juga,terima kasih Bu guru”teriak para murid senang dan juga kompak.
Setelah itu,para murid-murid mulai berbaris dan keluar satu persatu.
Sherly yang melihat itu,tanpa sadar ia pun kembali duduk di tempatnya.
‘Sudah lama aku berada di desa ini,dan besok itu tepat satu tahun aku berada di sini,tapi kenapa Lexi belum juga jemput aku,apa dia sudah lupa dengan aku’.pikir Sherly sambil termenung.
Sherly merasa sedikit sedih saat ini,ia takut jika Alex telah melupakannya.
Karena Sherly sadar jika ia belum menjadi istri yang baik untuk Alex.
“Ibu guru”tiba-tiba salah satu murid Sherly yang ternyata belum pulang itu memanggilnya.
Tapi Sherly yang sedang melamun itu,ia seakan tidak mendengar panggilan muridnya itu.
“Ibu,ibu guru kenapa?”ucap anak itu lagi dengan sedikit lebih kencang.
Dan Sherly yang mendengar itu,ia pun akhirnya sadar dari lamunannya itu.
“Eh Salsa,kamu kenapa masih di sini?,kamu kok belum pulang?”ucap Sherly sambil menatap kearah anak kecil yang rambutnya di kepang dua itu.
“Salsa masih nunggu jemputan Bu,jadi boleh salsa nunggu di dalam kelas?”ucap anak kecil itu dengan nada gemas.
“Boleh,kalau gitu ibu temani kamu di sini ya”jawab Sherly sambil menatap anak kecil itu,dengan wajah seceria mungkin.
“Iya Bu guru terimakasih udah mau temani salsa tunggu jemput”ucap anak itu dengan girang.
Sherly yang mendengar ucapan anak kecil itu,ia hanya menjawab dengan senyuman.
Dan Sambil menunggu jemputan dari orang tua salsa,Sherly pun mengajak anak itu mengobrol dan bercanda.
Tak lama setelah itu,datanglah seorang ibu yang cukup cantik menghampiri Sherly dan Salsa.
“Sayang,maaf ya ibu jemput kamu terlambat”ucap wanita itu yang ternyata ibu dari Salsa.
Salsa yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh.
“Mama”ucap salsa senang.
Dan ibu dari Salsa itu langsung mendekat kearah anaknya.
Tiba-tiba setelah sampai,wanita itu langsung menatap kearah Sherly,ia tahu jika Sherly adalah seorang guru.
“Oh Ibu guru,makasih ya udah mau temani Salsa hingga saya datang,maafin saya karena telah merepotkan ibu guru,saya jadi merasa nggak enak nih”Ucap wanita itu dengan nada tidak enak miliknya.
“Ah tidak apa-apa Bu,saya juga tidak merasa repot, justru saya senang bisa ngobrol sama Salsa”Ucap Sherly sambil tersenyum ramah.
Sherly memang sangat menyukai anak-anak,saking sukanya ia sama anak-anak,ia sampai rela mengajar di sebuah sekolah yang ada di desanya,seperti relawan tanpa harus di bayar.
Lagipula Sherly juga berfikir jika ia telah lebih dari kata cukup,dan ia melakukan pekerjaannya itu,karena kegemarannya pada anak-anak.
Ibu dari Salsa yang mendengar itu,ia pun langsung tersenyum ramah.
“Sekali lagi saya terima kasih,dan kalau gitu saya sama Salsa izin pulang duluan ya bu,mari”Pamit wanita itu.
“Iya silahkan”jawab Sherly ramah.
Setelah mengatakan itu wanita tersebut dan anaknya pun langsung keluar dari ruangan itu.
Sherly yang melihat kepergian Salsa dan ibunya itu,ia pun langsung merapikan buku yang ada di tempatnya itu.
Tak lama Fani pun datang dan menghampiri Sherly.
“Biar saya saja yang bawa buku-buku itu nyonya”Jawab Fani saat sampai di hadapan Sherly.
“Oh Fani,tidak usah,sudah berapa kali aku bilang,ini hal yang mudah,jadi tidak perlu bantuan kamu oke”Ucap Sherly berusaha menolak,entah itu penolakan yang ke berapa,Sherly pun tak ingat.
“Itu sudah kewajiban saya nyonya,dan jika anda menolak maka saya akan memberi tahukan hal ini pada tuan Alex”Ucap Fani dengan nada seolah mengancam.
Ya! Alex lah yang mengizinkan Sherly untuk menjadi seorang guru di sebuah sekolah yang ada di desa itu.
Awalnya Alex menolak dan tidak mengizinkan Sherly menjadi seorang guru,karena ia tidak ingin jika Sherly sampa kelelahan dalam bekerja,tapi karena desakan Sherly itu,ia akhirnya menyutujui itu,asalkan Sherly berjanji untuk tidak menolak jika Fani membantunya.
“Baiklah kamu bisa bawa itu semuanya, dan hati-hati jangan sampai jatuh,soalnya itu buku milik anak-anak”ucap Sherly dengan nada sedikit pasrah.
“Baik nyonya”Jawab Fani yang langsung membawa buku itu di tangannya.
‘Sudahlah,seberapa kali pun aku menolak,itu tidak akan pernah berhasil’.Pikir Sherly sambil berjalan keluar bersama dengan Fani dari ruangan itu.
Sementara itu di sisi lain.
Saat ini terdapat seorang laki-laki yang telah memakai celana panjang berwarna hitam,dan juga kemeja yang di balut dengan jaket panjang senada dengan celana yang ia pakai itu.
Laki-laki itu sedang berjalan di sekitar trotoar,yang di kedua sisinya terdapat taman dan juga jalan raya.
Laki-laki itu adalah Alex yang sedang berjalan jalan di sekitar taman yang pernah ia kunjungi bersama Sherly dulu.
‘Bagaimana kabar Lili saat ini?,Aku ingin sekali bertemu dengannya,sudah hampir satu tahun aku tidak bertemu dengannya,apa dia juga rindu padaku sama seperti aku yang sedang merindukannya saat ini’.Pikir Alex.
__ADS_1
Alex memang sering sekali mengunjungi tempat itu,ia akan mengunjungi tempat itu minimal satu Minggu sekali.
Karena tempat itulah yang akan mengingatkan dirinya tentang Sherly,sesibuk apapun dia,ia tetap mengusahakan untuk datang ke tempat itu.
‘Sebenarnya bisa saja aku langsung bertemu dengannya di saat itu,tapi aku takut justru hal itu dapat membahayakan keselamatan Lili,dan yang bisa aku lakukan hanyalah mengunjungi tempat ini,dan juga menghindari untuk berbicara di telepon dengannya,karena jika aku mendengar suaranya aku seakan tidak tahan untuk langsung bertemu dengannya,ya memang iya sih jika hanya mengunjungi tempat ini rasa rinduku ini tidak akan pernah hilang sebelum aku bertemu dengannya langsung,tapi setidaknya dengan mengunjungi tempat ini,rasa rinduku itu akan berkurang,walau hanya sedikit’.Pikir Alex sedikit melamun,sambil mengingat kebersamaannya dengan Sherly dulu.
Tiba-tiba di tengah lamunannya itu,datanglah Doni yang telah keluar dari mobil yang telah berhenti tepat di hadapan Alex.
“Tuan"Panggil Doni saat ia telah berdiri di hadapan Alex.
“Apakah masalah yang saya suruh kamu kerjakan itu sudah selesai?”tanya Alex langsung.
“Ya tuan,Mark dan Rendi telah di hukum sesuai dengan kejahatan yang telah mereka lakukan,sedangkan untuk para bawahan mereka itu,mereka hanya akan di hukum lebih ringan karena mereka melakukan itu hanya karena sebuah perintah saja”Jawab Doni langsung.
Alex yang mendengar itu,ia langsung mengangguk puas.
Alex tahu jika hari ini adalah hari terakhir bagi Mark dan Rendi,dan itu sepadan dengan kejahatan yang mereka lakukan.
Tapi dibandingkan harus menyaksikan hukuman untuk Rendi dan Mark,ia lebih memilih untuk datang ke tempat ini,karena dengan mengunjungi tempat ini hatinya akan sedikit tenang dan tentram.
Memang benar jika Alex terkenal akan kekejam itu,hingga lawan-lawannya takut terhadapnya,tapi ia tidak pernah melakukan hal-hal curang pada lawan atau saingannya,karena yang membuat saingannya takut adalah kehebatan dan kecerdikan Alex yang selalu berhati-hati dalam menghadapi lawan-lawannya itu.
“Saya juga telah menyiapkan segala keperluan anda,hari ini anda bisa langsung menjemput nyonya Sherly”Lanjut Doni memberi tahu.
Alex yang mendengar itu,ia secara refleks tersenyum sekilas di balik penutup wajah yang ia pakai.
“Ya sudah kita langsung saja berangkat,karena mungkin butuh seharian penuh untuk menuju ke tempat itu”Ucap Alex santai.
Alex berusaha menyembunyikan rasa senangnya itu,karena Alex juga sedang mempertahankan aura ketegasan dan ketenangannya saat ini.
Tanpa menunggu lama Doni langsung membukakan pintu untuk Alex.
Dan Alex pun langsung masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil.
Alex yang telah duduk di tempatnya itu, tiba-tiba ia teringat akan satu hal.
“Oh iya apa kamu sudah menemukan keberadaan Amel?”tanya Alex langsung.
“Belum tuan,tapi bawahan kita sedang mencarinya,dan semenjak hari di mana Rendi tertangkap entah kemana perginya nona Amel,tapi kita akan mengusahakan untuk menemukannya secepatnya”ucap Doni.
“Tidak usah di cari lagi,biarkan saja dia hidup bebas,lagipula Amel di sini hanya korban,jadi tidak usah untuk mencari Amel”ucap Alex secara tiba-tiba.
Doni yang awalnya ingin protes karena takut jika Amel akan menjadi ancaman bagi hubungan Alex dan Sherly,tapi ia tidak memiliki keberanian untuk protes.
“Baik tuan,kalau begitu pencarian akan saya berhentikan”jawab Doni patuh.
Setelah itu mobil itu pun mulai berjalan ke tempat yang di tuju oleh Alex.
Di dalam mobil bukan hanya ada mereka berdua,tapi ada seorang sopir yang akan bergantian menyetir jika Doni kelelahan.
Keesokan harinya.
Saat ini Sherly yang telah sampai di depan kelas tempat ia mengajar itu,ia pun langsung masuk ke kelas tersebut.
“Baik Bu guru”Jawab anak-anak itu kompak.
“Hari ini ibu akan beri tahu,jika pelajaran hari ini akan lebih cepat selesai,dan kalian bisa cepat pulang,ini semua atas perintah dari kepala sekolah,jadi kalau begitu kalian harus lebih semangat ya untuk belajarnya”ucap Sherly yang langsung di sambut teriakan semangat dari anak-anak.
“Yeayyy,pulang cepat”ucap anak-anak itu kompak.
“Ibu guru memangnya ada apa kok pulang cepat?”tanya salah satu murid secara tiba-tiba.
“Ibu guru juga nggak tahu jelasnya,tapi ya sudahlah ayo kita mulai belajar nya dengan semangat”ucap Sherly sambil tersenyum.
“Baik Bu guru”Jawab murid-murid patuh.
Kebetulan anak-anak yang diajar Sherly telah akrab,dan patuh terhadap ucapan Sherly itu.
Setelah itu,Sherly pun langsung memulai pelajarannya.
Sementara itu saat ini Alex yang berada di dalam mobil itu,ia pun langsung bertanya kepada Doni.
“Sudah sampai di mana kita saat ini?”tanya Alex langsung.
Doni yang mendengar itu,ia pun langsung menjawab.
“Sebentar lagi kita akan sampai,dan kebetulan saya telah memerintahkan kepala sekolah yang ada di tempat nyonya Sherly mengajar untuk membubarkan sekolah sedikit lebih cepat,lalu sekarang anda ingin kita kemana tuan?,apakah anda ingin ke kita langsung ke sekolah atau ke tempat tinggal nyonya?”tanya Doni sopan.
Ya Doni melakukan itu agar Alex bisa langsung bertemu dengan Sherly,lagipula Alex adalah pemilik sekolah di mana Sherly mengajar.
“Kita langsung ke sekolah saja”jawab Alex berusaha dengan nada sesantai mungkin,padahal ia ingin sekali langsung bertemu dengan Sherly.
“Baik tuan”Jawab Doni patuh.
Setelah itu,Doni pun langsung memerintahkan bawahannya yang sedang bergantian menyetir dengannya itu untuk menjalankan mobilnya menuju tempat Sherly saat ini.
Sedangkan Sherly yang saat ini hendak keluar dari ruangannya itu,ia terlihat tak semangat untuk pulang,hingga ia akhirnya pulang paling terakhir,dan suasana sekolah pun sudah sangat sepi.
“Huhh,rasanya malas banget kalau pulang,kapan ya Lexi jemput aku?,Fani juga kenapa dia belum datang?”ucap Sherly dengan nada sedikit menggerutu.
Tapi tiba-tiba saat Sherly telah berada di luar ruangan,dan sedang berada di halaman kelas tempat ia mengajar,matanya tak sengaja melihat sosok yang familiar baginya.
“Lexi”ucap Sherly spontan.
Sherly yang melihat itu,ia sampai mengusap matanya menggunakan salah satu tangannya,Sherly seakan tak yakin dengan apa yang ia lihat saat ini.
Sedangkan Alex yang sedang berdiri itu,ia hanya tersenyum kearah Sherly,sambil merentangkan kedua tangannya itu.
“Lexi,ia benar itu Lexi”ucap Sherly terlihat senang.
Tanpa sadar Sherly pun langsung berlari kearah Alex,ia berlari dengan secepat yang ia bisa,langkahnya seakan terasa lambat untuk sampai.
Tapi setelah sampai,Sherly pun langsung menubruk tubuh Alex dengan pelukan hangat miliknya.
__ADS_1
“Lexi,akhirnya kamu datang juga,aku pikir kamu sudah lupain aku,aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa saat ini”Ucap Sherly dalam pelukan Alex.
Tubuh Sherly sedikit bergetar,karena ia sedang menahan tangis bahagia.
Alex yang melihat itu,ia juga balas memeluk Sherly dengan erat.
“Mana mungkin aku lakuin itu, justru yang aku takutkan kamu malah marah sama aku,karena aku datang terlambat menjemput kamu”ucap Alex dengan lembut sambil mengusap rambut Sherly pelan.
“Mana mungkin,kamu datang tepat waktu sesuai dengan apa yang aku katakan dulu”ucap Sherly sambil menatap Alex setelah melepaskan pelukannya itu.
Alex yang mendengar itu,ia hanya tersenyum indah.
“Aku akan bawa kamu ke suatu tempat”Ucap Alex tanpa basa basi.
“Kemana?”tanya Sherly penasaran.
“Sudah nanti juga kamu akan tahu”jawab Alex misterius.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya bisa patuh dan menurut dengan apa yang akan Alex lakukan.
Setelah itu,Alex pun membawa Sherly menggunakan mobilnya itu,dengan Doni yang mengendarainya.
Dan saat ini Sherly yang telah sampai di tempat tujuan.
Sherly pun turun dari dalam mobil dengan di bantu oleh Alex,karena matanya sedang di tutup menggunakan penutup mata.
“Udah bisa di buka kan?”tanya Sherly saat langkah mereka berdua telah berhenti.
“Iya,aku bantu kamu buka”jawab Alex.
Setelah mengatakan itu,Alex pun langsung membuka penutup mata dengan hati-hati.
Dan saat Sherly membuka matanya itu,ia merasa takjub,dan terpanah dengan apa yang ia lihat saat ini.
Di hadapan Sherly saat ini terdapat sebuah kastil sederhana tapi terkesan mewah,gaya kastil itu terlihat seperti perpaduan kastil modern dan kuno.
Dan terlihat sangat cantik dengan warna di dominasi warna putih dan coklat.
Belum lagi di depan kastil terdapat dua macam bunga yaitu bunga mawar dan matahari yang mengapit jalan menuju kastil.
“Ini maksudnya apa?”tanya Sherly sambil menatap Alex.
Alex yang mendengar pertanyaan Sherly itu,ia hanya tersenyum sesaat sebelum menjawab.
“Kastil ini sengaja aku beli dan sedikit di renovasi untuk aku hadiahkan untuk kamu,anggap saja ini hadiah pernikahan satu tahun kita,ya walaupun sudah terlewat”ucap Alex menjelaskan.
“Hadiah?,hadiah sebesar ini?!”tanya Sherly tak percaya.
“Ya aku ingin,jika kita telah menginjak usia tua,kita bisa tinggal di sini berdua,kamu suka kan dengan tempat ini”ucap Alex dengan nada yakin.
“Iya juga sih aku suka dengan tempat ini, kastil ini juga sangat indah,dengan banyaknya tanaman bunga di depannya,apalagi ada danau buatan di sampingnya dengan banyaknya pepohonan yang tumbuh mengelilinginya,lagipula tempat ini juga cukup terpencil dan jauh dari keramaian,tapi yang aku heran kenapa kamu bisa tahu dengan selera dan keinginan ku?”ucap Sherly dengan nada bertanya.
Tanpa menjawab Alex pun langsung berjalan kearah tepi danau,ia langsung menginjakkan kakinya di perahu kayu yang ada di pinggir danau.
“Apa kamu ingin mencoba perahu kayu ini?”tanya Alex langsung.
Sherly yang melihat itu,ia pun langsung berjalan kearah Alex,dan mulai menginjakkan kakinya di perahu itu,dengan di bantu Alex.
Setelah itu Alex mulai mendayung perahu itu dengan pelan.
“Kamu tadi belum jawab pertanyaan aku”ucap Sherly sambil menatap kearah Alex.
“Tak perlu untuk aku menjawab,asalkan kamu senang,aku pun pasti akan merasa senang”jawab Alex yang membuat Sherly sedikit menekuk wajahnya.
“Ya sudahlah kalau kamu nggak mau jawab”jawab Sherly sambil menatap kearah lain.
“Indahnya”ucap Sherly spontan sambil melihat sekeliling.
Sherly merasa jika tempat ini adalah seperti tempat di cerita dongeng.
“Justru kamu yang lebih indah dari pada ini semua”ucap Alex pelan yang hanya diam sambil menatap kearah Sherly dengan tatapan dalam.
“Hmm?,kamu tadi bilang apa?”tanya Sherly yang langsung menatap Alex.
Sherly seolah tak mendengar ucapan Alex,yang ia dengar hanya seperti gumaman saja.
Lagi-lagi tanpa menjawab pertanyaan Sherly itu,tiba-tiba Alex langsung mendekatkan wajahnya kearah Sherly.
Setelah itu Alex pun mulai menempelkan bibirnya di bibir Sherly.
“Cup”Alex mencium bibir Sherly dengan hangat dan lembut,ciuman itu terasa sangat lembut dan manis.
Setelah cukup lama hanya mencium, ciuman itu lama kelamaan berubah menjadi ******* penuh kasih sayang,Alex seolah sedang menyalurkan rasa rindunya melalui ciumannya itu.
Sedangkan Sherly yang di perlakukan seperti itu,ia yang awalnya hanya diam,tapi lama kelamaan ia juga membalas ciuman Alex.
Entah berapa lama mereka ciuman,tapi yang jelas ciuman itu lumayan lama.
Alex pun langsung melepaskan tautan bibirnya dengan sedikit tak rela,saat ia melihat Sherly yang sudah kekurangan oksigen.
Sedangkan Sherly yang memang kekurangan oksigen itu,ia pun langsung menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.
Lalu setelah itu,Alex pun mengusap bibir Sherly yang sedikit basah,dan menempelkan hidungnya tepat di hidung Sherly.
“I LOVE YOU”ucap Alex dengan nafas berat,dan nada lembut.
Sherly yang sedang mengambil nafas sebanyak-banyaknya itu,ia pun langsung tersenyum.
Setelah itu,Sherly langsung menjawab ucapan Alex,setelah nafasnya mulai teratur.
“I LOVE YOU TOO”Balas Sherly dengan suara lembutnya.
...End....
*********
__ADS_1
Hallo semuanya maaf banget ya baru bisa up sekarang.
padahal author ingin cepat up,tapi karena ada banyak halangan jadi baru bisa up sekarang.