
Saat ini mobil yang Sherly dan Alex tumpangi telah sampai di depan Villa yang ingin mereka tuju.
Dan Alex pun menatap kearah samping hendak membangunkan Sherly,tapi saat ia melihat melihat Sherly sedang tertidur pulas,ia pun mengurungkan niatnya itu.
Kemudian Alex pun mulai mengangkat tubuh Sherly dengan hati-hati.
Dan saat pintu mobil telah dibukakan oleh Doni,Alex keluar dengan kedua tangan yang membopong tubuh Sherly.
“Tuan sebaiknya nyonya di tidurkan di kamar yang sudah kami persiapkan saja”ucap Doni memberi usul.
Alex yang mendengar itu,ia pun mengangguk setuju.
Setelah itu,Doni pun berjalan lebih dulu dan membukakan pintu masuk untuk Alex.
Dan tak lama Alex pun masuk kedalam Villa,Doni yang melihat itu,ia pun langsung berjalan lebih dulu untuk menunjukkan kamar yang akan di tempati Sherly.
“Ini tuan kebetulan kamar ini telah kita bersihkan,dan kamar ini telah di desain ulang sesuai dengan selera nyonya”ucap Doni memberi tahu.
Alex yang mendengar itu,ia pun mengangguk mengerti.
“Kamu bisa pergi!”ucap Alex dengan nada perintah.
Doni yang telah membukakan pintu kamar,agar Alex bisa masuk dengan mudah itu,ia pun langsung pergi sesuai perintah tuannya.
Dan setelah Alex memasuki kamar itu,ia pun langsung menaruh tubuh Sherly dengan hati-hati di atas kasur.
“Sepertinya kamu terlihat sangat lelah karena menempuh perjalanan jauh,aku lihat kamu juga sangat pulas saat tertidur itu membuat aku tak tega untuk bangunkan kamu”ucap Alex sambil menatap Sherly dengan sayang dan mengusap pipi Sherly dengan lembut.
Kemudian setelah itu,Alex pun menyelimuti tubuh Sherly dengan selimut.
“Selamat tidur”ucap Alex,setelah itu Alex pun mencium pucuk rambut Sherly pelan dan cukup lama
Dan setelah melakukan itu,Alex pun keluar dari kamar tersebut.
Detik berganti detik,menit berganti menit dan jam berganti jam.
Tak terasa Sherly pun mulai bangun dari tidurnya,dan saat Sherly membuka matanya,ia melihat suasana kamar yang di dominasi warna putih dan coklat.
Warna tersebut merupakan warna kesukaan Sherly,karena selain menyukai warna coklat Sherly juga sangat menyukai warna putih.
Sherly pun bangkit dari tidurnya,ia pun duduk di pinggir kasur.
“Dimana aku ini?”tanya Sherly bingung.
Dan di saat suasana bingungnya itu,Sherly melihat Alex datang dengan membawa makanan ditangannya.
Sherly yang melihat itu,ia mengerti jika ia telah sampai di tempat yang ingin Alex tuju.
“Kamu sudah bangun ya,lama juga kamu tidurnya,dan mungkin kamu lapar setelah cukup lama tertidur,jadi aku bawa makanan untuk kamu makan”ucap Alex saat ia telah sampai dihadapan Sherly.
“Aku belum lapar”jawab Sherly langsung.
__ADS_1
Benar!Sherly memang belum lapar,ia merasa masih kenyang setelah makan cukup banyak tadi.
Sedangkan Alex yang mendengar itu,ia pun langsung angkat suara.
“kamu harus makan!”perintah Alex mutlak.
“Apa kamu tidak ingatwaktu itu kamu pernah terkena masalah pencernaan,jadi mulai sekarang aku akan lebih memerhatikan makanan kamu”ucap Alex dengan nada kekeh.
“Baiklah”jawab Sherly pasrah.
Karena Sherly sadar ini juga kesalahannya,coba saja jika Sherly waktu itu tak mencoba untuk memakan makanan pedas secara sembunyi-sembunyi dari Alex,mungkin hal ini tak akan terjadi.
Dan Alex pun sempat menghukum Bagas yang teledor akan kesalahannya itu,padahal itu bukan kesalahan Bagas sepenuhnya karena Bagas hanya bertugas menjaga Sherly dari jarak jauh,jadi setiap Sherly sedang makan di kantin kampus,maka Bagas akan menunggu Sherly di luar kantin.
Dan setelah itu,Sherly pun mulai memakan makanannya itu dengan sedikit tidak lahap.
“Aku sudah kenyang”ucap Sherly setelah memakan beberapa suap nasi.
“Tapi kamu hanya makan sedikit”ucap Alex sambil menatap piring Sherly yang masih berisi cukup banyak nasi.
“Tapi aku benar-benar sudah kenyang,dan apa kamu tahu kalau seseorang yang terlalu banyak makan itu bisa menyebabkan sakit perut”ucap Sherly menjelaskan.
Alex yang mendengar itu,ia pun hanya dapat menghembuskan nafasnya sedikit kasar.
“Baiklah,kamu kan tahu aku melakukan ini hanya untuk kebaikan kamu”ucap Alex jujur.
“Aku tahu itu,tapi aku benar-benar kenyang”ucap Sherly sedikit kesal,Sherly paling tak suka jika harus dipaksa.
Alex pun langsung memanggil pelayan yang bertugas membersihkan villa.
Tak lama pelayan itu pun datang menghampiri Alex.
“Ada apa tuan?”tanya pelayan itu.
Tanpa menjawab Alex pun menyerahkan piring bekas makan Sherly,dan pelayan itu yang tahu keinginan tuanya,ia pun langsung pergi dengan membawa piring kosong.
“Dan sekarang kamu minum ini”ucap Alex yang menyerahkan satu butir obat atau lebih tepatnya vitamin.
“Apa ini?,aku kan sudah pernah bilang kalau aku itu sudah sembuh,tapi kamu malah kasih aku obat”ucap Sherly yang mengira itu obat.
“Ini bukan obat,tapi ini vitamin aku khawatir kamu kenapa-napa lagi,jadi untuk berjaga-jaga agar tubuh kamu tetap sehat aku kasih vitamin ini”ucap Alex menjelaskan.
Setelah itu,Alex pun menyerahkan gelas yang berisi air putih kepada Sherly.
“Ayo minum vitaminnya!"ucap Alex dengan nada perintah.
Sherly yang melihat itu,ia pun langsung menerima itu,dan meminumnya.
“Sudah sekarang kamu bisa tidur lagi”ucap Alex sambil menaruh gelas yang masih berisi air setengahnya lagi itu di atas nakas.
Dan Sherly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun langsung menatap kearah Alex.
__ADS_1
“Tidur bukannya kita datang ke sini untuk jalan-jalan ya?,tapi kenapa malah kamu suruh aku tidur?”tanya Sherly menatap kearah Alex dengan heran.
“Jalan-jalan?,ha...ha.. sekarangkan sudah malam,dan juga karena kamu masih terlihat ngantuk lebih baik kita istirahat,dan biar nanti esok pagi aku ajak kamu ke suatu tempat”ucap Alex menjelaskan sambil terkekeh.
“Sudah malam?”ucap Sherly kaget.
“Memangnya kita sampai ke sini pas kapan?”tanya Sherly lagi.
“Sore hari menjelang malam,dan lagi karena kamu terlihat pulas saat tertidur,jadi aku tidak tega untuk membangunkan saat kamu tidur”ucap Alex panjang lebar.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk mengerti.
Tiba-tiba Alex berajan kearah sisi kasur,dan ia pun berbaring tepat di sampingnya Sherly yang saat ini sedang duduk.
“Ayo tidur lagi bukannya udah malam,dan pasti kamu masih capek dan ngantuk”ucap Alex sambil menepuk sisi kasur yang masih kosong.
“Tapi aku kan sudah tidur cukup lama,jadi mungkin aku nggak akan bisa tidur lagi”jawab Sherly dengan wajah sedikit merona.
Biasanya Sherly akan tidur bersama Alex,dengan bantal guling yang menjadi pembatas mereka.
Tapi meski begitu Sherly tetap mendekat kearah Alex,dan ia pun menaruh bantal guling di tengah-tengah mereka.
Setelah itu Sherly pun berbaring di samping Alex.
Dan Sherly pun berusaha untuk menutup matanya,tapi tetap saja ia tidak bisa tidur
Kemudian Sherly pun mencari posisi aman dengan membolak-balik tubuhnya kearah kanan dan kiri.
Dan cukup lama Sherly melakukan itu,tapi tetap saja ia tak bisa tidur.
Sedangkan Alex yang sadar jika Sherly tak bisa tidur,ia pun langsung melempar bantal guling yang menjadi penghalang diantara mereka itu ke sembarang arah.
Kemudian setelah itu,Alex pun langsung memeluk Sherly.
“Ah”pekik Sherly pelan karena kaget.
Sherly melihat mata Alex yang terpejam sambil memeluknya erat itu,ia pun mulai buka suara
“Lexi,Lexi lepas,kamu belum tidurkan,kalau iya tolong lepasin pelukan kamu ini"ucap Sherly sambil melambaikan tangannya di depan wajah Alex.
“Tidur,dan coba pejamkan mata kamu nanti kamu juga akan tertidur”ucap Alex sambil memeluk tubuh Sherly.
Dan karena Alex berbicara dengan mata terpejam,Sherly pikir Alex sedang mengigau,padahal sebenarnya Alex sadar akan perkataannya itu.
Sherly pun kemudian balas memeluk Alex,dan setelah itu,Sherly pun menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alex,berharap dengan begitu rasa malu yang tiba-tiba menderanya akan hilang.
Tak lama karena merasa nyaman dengan pelukan Alex,akhirnya Sherly tertidur.
Sementara Alex yang merasa Sherly sudah tertidur,ia pun mulai membuka matanya.
“Aku tahu kamu merasa malu jika kamu tahu kalau aku sadar kamu sedang balas memelukku”ucap Alex pelan sambil menatap wajah Sherly yang sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Dan setelah itu,Alex pun langsung memeluk tubuh Sherly dengan erat,dan tak lama ia pun ikut tertidur sambil memeluk Sherly.