ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 43


__ADS_3

Alex yang telah sampai di depan mansionnya itu,ia pun segera turun dari mobilnya,dan langsung masuk kedalam mansion, setelah Rani membukakan pintu mansion tersebut.


Alex berjalan dengan langkah cepat,ia pun menaiki tangga dan tak lama ia pun sampai di depan pintu kamar miliknya.


“Pergilah!!”ucap Alex saat tahu Doni masih mengikutinya dari belakang.


Doni pun mengangguk,ia pun mebungkukkan badannya,setelah itu ia pun pergi.


Alex pun langsung membuka pintu kamarnya,


ia pun masuk kedalam kamarnya, saat pertama kali Alex masuk ke dalam,Alex melihat Sherly yang baru keluar kamar mandi,dan hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya


Tapi bukan itu yang menjadi perhatian Alex saat ini,melainkan wajah Sherly yang terlihat sedang berseri-seri.


Alex berfikir jika Sherly merasa senang, setelah bertemu dengan Andra,dan itu menambah kecemburuan Alex.


Alex pun berjalan dengan langkah cepat,


menghampiri Sherly,tanpa aba-aba Alex pun menarik dan mendorong tubuh Sherly, hingga membuat Sherly bersandar di dinding, yang berada tepat di samping lemari,dan setelah itu Alex pun menahan tubuh sherly,ia pun menatap ke arah Sherly dengan tatapan yang sulit diartikan.


Posisi wajah mereka saat ini saling berdekatan, mereka pun hanya diam dengan saling menatap satu sama lain,seakan menyelami pikiran mereka masing-masing.


Sedangkan Sherly hanya diam menatap kearah Alex,dengan posisi kedua tangannya memegang handuk, yang hampir melorot karena Alex sempat menarik handuknya,


sherly sempat kaget saat Alex tiba-tiba mendorongnya.


Sherly juga tidak mengerti,akan situasi yang terjadi,kenapa dia bisa ditarik ke tembok oleh Alex,dan kenapa Alex hanya diam sambil menatap kerahnya.


Padahal Sherly berniat untuk berjalan menuju lemari pakaian dan memakai pakaiannya,tapi sebelum ia sempat sampai di depan lemari,


ternyata Alex sudah lebih dulu menari tubuhnya untuk bersandar di dinding.


“Tuan,anda kenapa?”tanya Sherly saat melihat Alex hanya diam


“Sudah puas?”ucap Alex penuh penekanan.


“Sudah puas kenapa tuan?,saya gak ngerti”jawab Sherly bingung.


“Kamu sudah bertemu mantanmu kan?”ucap Alex penuh penekanan saat mengucapkan kata'Mantan'.


“Iya,tapi...”ucap Sherly berniat menjelaskan,tapi sebelum itu Alex sudah memotongnya terlebih dahulu.

__ADS_1


“Kamu kan tau,kamu itu milik saya! kamu gak boleh lagi suka dengan mantan kamu!,kamu gak boleh ketemu sama mantan kamu!,karena kamu hanya boleh suka dan sayang hanya untuk saya”ucap Alex penuh penekanan.


“Tuan..”sherly belum menyerah untuk menjelaskan,tapi lagi-lagi Alex memotongnya.


“Apa?,mau belain mantan kamu,kan saya sudah bilang ke kamu,untuk berusaha untuk mencintai saya,berarti kamu harus tinggalkan dan lupakan dia”ucap Alex meluapkan amarahnya atau lebih tepatnya ia tengah mengungkapkan rasa cemburu.


Sherly pun hanya diam,percuma juga jika ia ingin menjelaskan, alex pasti akan memotong pembicaraannya lagi.


“Kenapa diam, benarkan apa yang saya katakan?,Kenapa Sherly?,kenapa kamu hanya diam?,jawab dong!”ucap Alex dengan marah.


“Tuan sebaiknya anda tenangkan dulu emosi anda,apa anda gak sadar jika saya belum memakai baju”ucap Sherly menyadarkan Alex.


Alex yang awalnya hanya fokus menatap wajah Sherly itu,ia pun tersadar saat melihat Sherly hanya memakai handuk dengan kedua tangan yang menggenggam handuknya erat,seolah takut merosot.


Alex pun memalingkan wajahnya kearah samping,wajahnya sedikit merona antara malu dan gugup.


“Ya udah dan pakai baju dulu”ucap Alex sambil menjauhkan wajahnya dari wajah Sherly.


Alex pun berjalan menjauh dari Sherly,ia pun berjalan menuju sofa,kemudian setelah itu ia pun duduk.


Sherly yang melihat itu,ia pun berjalan kearah lemari pakainnya,kemudian Sherly berjalan menuju kamar mandi sambil mebawa baju yang akan ia pakai.


Tak lama Sherly pun keluar dengan pakaian yang telah lengkap,setelah itu Sherly pun berjalan mendekati Alex,ia duduk di salah satu sofa yang langsung menghadap kearah Alex.


Sherly yang mendengar itu,dengan cepat menjelaskan detail kejadian dimana ia bertemu dengan Andra.


Tak lama ia pun selesai menceritakan semuanya.


Sedangkan Alex hanya diam,saat Alex ingin berbicara,tiba-tiba ponselnya berbunyi.


“Hallo”ucap Alex saat mengangkat telepon tersebut.


“Alex kapan kamu bawa mantu ibu kesini?”ucap sebuah suara yang ternyata suara Santi,ibu dari Alex.


“Iya Bu,Alex bakal bawa Sherly ke rumah ibu,kebetulan Sherly ingin bertemu dengan ibu”jawab Alex.


Setelah lumayan lama mengobrol,Alex pun mematikan sambungan ponselnya itu.


“Siapa yang menelepon tuan?”tanya Sherly.


“Dari kemarin aku dengar kamu panggi tuan terus,panggil saja nama saya secara langsung”jawab Alex.

__ADS_1


“Baik A..lex”ucap Sherly,sedikit kaku


“Bagus”jawab Alex yang langsung bangkit dari tidurnya,ia pun berjalan menuju kasur,dan kemudian ia pun duduk.


“Duduk di sini!”perintah kamu.


Sherly awalnya sempat ragu-ragu,tapi setelah itu ia pun berjalan mendekat kearah Alex,dan Sherly duduk di samping Alex.


Walaupun sedikit canggung,tapi sekuat tenaga Sherly berusaha untuk menghilangkan rasa canggungnya.


“Tenang aja aku gak bakal apa-apain kamu kok,aku hanya ingin berusaha untuk dekat dengan kamu”ucap Alex sambil mengusap kepala Sherly lembut.


“Tuan tadi siapa yang menelepon?”tanya Sherly.


Alex yang mendengar itu pun menjadi sedikit tidak bersemangat.


“Ibu yang telepon,katanya kamu di suruh untuk ke sana?”jawab Alex


“Ibu anda ingin bertemu dengan saya,memang kapan tuan?”tanya Sherly,walupun sebenarnya Sherly ingin bertemu dengan ibu dari Alex,tapi ia sedikit takut jika ibu dari Alex tidak menyukainya.


Alex yang melihat itu,ia pun meraih salah satu tangan Sherly,dan mengusapnya dengan pelan.


“Jangan takut,ibu aku pasti akan sayang sama kamu”ucap Alex menenangkan


“Terima kasih tuan”jawab Sherly.


Apakah kamu mengantuk kamu bisa tidur terlebih dahulu.


“Baik tuan”ucap Sherly.


Sherly pun membaringkan tubuhnya,ia pun berusaha untuk tertidur,meski ada Alex di sampingnya,karena Sherly harus mulai mengakrabkan diri dengan Alex.


Sedangkan Alex yang sedang duduk sambil bersandar di kepala ranjang,hanya fokus menatap layar ponselnya.


Waktu berlalu begitu cepat tak terasa sudah satu jam Alex yang hanya menatap layar handphone miliknya,untuk mengerjakan beberapa pekerjaanya,setelah pekerjaannya selesai,ia pun menaruh handphone miliknya di lemari kecil,yang berada tepat di sampingnya.


Alex pun menoleh dan menatap kearah Sherly yang sudah tertidur dengan pulas.


Alex pun membaringkan tubuhnya dan menghadap kearah Sherly, yang juga tertidur sedang tertidur pulas dengan posisi miring kearahnya.


Alex pun mengusap kepala Sherly pelan.

__ADS_1


“Aku akan berusaha untuk mengejar mu,dan mendapatkan hatimu”ucap Alex penuh keyakinan.


__ADS_2