
“Kamu itu kenapa bisa sampai jatuh terpeleset di tangga,kenapa juga kamu bisa melamun saat menaiki tangga”ucap Alex dengan nada seolah sedang mengomeli Sherly.
Alex terus saja berkata seolah ia sedang memarahi Sherly karena teledor dan tidak menjaga dirinya dengan hati-hati,tapi meski begitu tangannya tak henti-hentinya untuk bergerak dan memijit kaki Sherly dengan telaten dan pelan.
“Aku juga nggak tahu kenapa aku bisa melamun”jawab Sherly yang langsung mendapatkan tatapan dari Alex.
“Bagaimana bisa kamu nggak tahu kalau kamu sedang melamun saat menaiki tangga tadi,dan sekarang aku tanya ke kamu kenapa kamu bisa melamun,dan apa sebabnya kamu melamun”tanya Alex menatap ke arah Sherly seolah ia sedang meminta penjelasan.
“Aku....”ucap Sherly terhenti sejenak.
Sherly seolah sedang berfikir jika ia harus memilih antara mengatakan penyebab lamunannya itu atau tidak,karena Sherly takut jika Alex akan marah kepadanya,jika ia berkata tentang pertemuan nya dengan Amel.
“Iya kenapa?,jawab aja nggak usah ragu gitu,memangnya kamu sedang bicara sama siapa sampai kamu ragu untuk jujur padaku”ucap Alex dengan nada yang terdengar lembut.
Sherly yang mendengar itu,akhirnya ia memilih jujur.
“Hmmm,sebenarnya tadi pas aku pulang kuliah aku sempat bertemu sama Amel”ucap Sherly dengan pelan,karena ia sedikit ragu saat mengatakan itu.
Kemudian Sherly menjeda sejenak ucapannya itu sambil menatap ke arah Alex yang hanya diam,seolah sedang menunggu kelanjutan cerita Sherly itu.
Dan Sherly yang melihat Alex tidak marah saat mendengar perkataanya tadi,Sherly pun melanjutkan kembali perkataanya.
“Sebenarnya ini juga bukan pertama kalinya kami bertemu,dan ia juga pernah meminta maaf padaku waktu itu,katanya dia menyesal atas perlakuannya yang buruk terhadap ku”lanjut Sherly,dan lagi-lagi ia menjeda ucapannya sambil menatap ke arah Alex,
seakan ia masih ingin melihat reaksi Alex lagi.
“Loh kenapa dia bisa berubah secepat itu?,dan juga apakah kamu percaya dengan ucapannya itu?”tanya Alex tanpa amarah.
Kemudian setelah Alex mengatakan itu,ia pun melanjutkan memijit kaki Sherly dengan lembut dan pelan,seolah perkataan Sherly tadi tidak membuatnya marah.
Sherly yang secara tiba-tiba merasakan rasa sakit di kakinya itu,ia sedikit meringis untuk sesaat,walaupun sebenarnya Alex memijat kakinya dengan pelan,tapi tetap saja karena kakinya sedikit memar dan itu seolah membuat kaki Sherly terasa perih.
“Apa kah sakit?,kalau begitu aku akan memijat nya lebih hati-hati,dan kalau ini tidak juga sembuh aku akan langsung memanggil dokter ke sini”Lanjut Alex saat ia melihat Sherly meringis,ia berkata sambil memijat kaki lebih pelan lagi.
Alex merasa khawatir akan kondisi Sherly,
makanya ia berkata seperti itu.
“Oh tidak usah,lagipula ini hanya memar sedikit dan besok juga pasti akan merasa baikan”jawab Sherly,menolak halus tawaran Alex.
“Tidak aku akan tetap panggil kan dokter,aku takut jika kaki kamu kenapa-napa”ucap Alex lagi.
__ADS_1
“Nggak usah,lagipula aku juga sudah merasa lebih baik”jawab Sherly langsung.
“Ya sudah kalau begitu aku akan berdiri dulu,dan bisakah kamu melepaskan kaki ku dulu”lanjut Sherly berusaha mengalihkan topik.
“Buat apa?”tanya Alex heran.
“Aku ingin ke kamar mandi dulu”jawab Sherly yang langsung berniat untuk berdiri.
Dan Alex yang melihat Sherly terlihat kesulitan saat hendak berdiri,ia pun langsung mengangkat tubuh Sherly,dan berjalan menuju kamar mandi.
Sedangkan Sherly yang di perlakukan seperti itu,ia sempat berteriak pelan.
“Alex apa yang sedang kamu lakukan?”tanya Sherly secara refleks.
“Apa yang aku lakukan?,kamu pasti tahu jawabannya”jawab Alex terdengar ambigu.
“A..pa..,?memangnya hal apa yang ingin kamu lakukan kepadaku”ucap Sherly sedikit terbata-bata.
“Tenang saja,aku tahu kamu belum siap untuk melakukan kewajiban kamu itu,dan aku juga tidak akan memaksa hal itu,lagipula kamu juga sedang datang bulan kan?”ucap Alex yang berhasil menyadarkan Sherly akan keadaanya itu.
Dan Sherly yang mendengar itu,ia akhirnya tersadar akan keadaannya saat ini.
Dan tak lama setelah sampai di depan kamar mandi,Alex pun mulai menurunkan Sherly dengan hati-hati.
“Apa perlu aku antar kamu sampai kamar mandi?”tanya Alex dengan sedikit jahil.
“Ah nggak usah”jawab Sherly cepat.
Setelah itu,Sherly pun langsung masuk ke dalam kamar mandi,dan setelah ia masuk ia pun langsung menutup pintu kamar mandi tersebut.
Sedangkan Alex yang melihat Sherly telah masuk ke dalam kamar mandi,Alex pun berbalik dan ia mulai melangkah menjauh dari kamar mandi.
Alex berjalan menuju sofa tempat di mana ia duduk tadi.
Kemudian saat Alex telah duduk,tiba-tiba ponselnya berdering.
Alex pun langsung meraih handphone yang ada di dalam sakunya itu,kemudian Alex pun mengangkat sambungan teleponnya itu.
“Ya ada apa?,apa ada hal penting yang ingin kamu bicarakan?”ucap Alex memulai pembicaraan di telepon,ia berkata dengan nada datar.
“Tuan saya telah melaksanakan tugas seperti yang anda perintahkan ke saya”jawab sebuah suara yang keluar dari telepon.
__ADS_1
“Iya apa ada informasi yang kamu dapatkan?,
cepat katakan saja”ucap Alex langsung ke intinya.
“Iya saya hanya ingin melaporkan bahwa nyonya tadi hampir saja celaka,karena tadi saat saya mengawasi nyonya dan nona Amel sedang berbicara berdua di cafe,saya melihat nyonya Amel datang bersama pelayan yang membawa sebuah minuman yang telah ia pesan secara langsung”ucap sebuah suara yang menjelaskan informasi yang ia lihat tadi,ia menjeda ucapannya dan menunggu reaksi dari tuannya itu.
“Lalu?”jawab Alex bertanya singkat,tentang kelanjutan cerita tersebut.
“Sebenarnya saya tidak terlalu pasti tentang apa yang ada di minuman itu,maka dari itu saya memerintahkan salah satu anggota kita yang telah menikah,dan anggota itu meminta anaknya untuk berpura-pura menyenggol nyonya Sherly hingga mimuman itu tumpah”jelas orang itu yang ternyata adalah Bagas,ia merupakan mata-mata sekaligus orang yang di percaya Alex untuk mengawasi dan menjamin keselamatan Sherly.
“Dan siapa nama anak itu?”tanya Alex,seolah ia ingin tahu siapa anak itu,karena Alex ingin memberikan anak itu sebuah hadiah.
“Dia tadi menyebutkan jika ia bernama Nana,tapi sebelumnya saya ingin meminta maaf karena rencana kami sempat gagal tuan”ucap Bagas yang mengakui kesalahannya itu.
Walaupun bagas berkata dengan nada yang sedikit ragu,karena takut tuannya marah,tapi meski begitu Bagas tetap berusaha untuk jujur,karena ia tidak bisa berbohong pada tuannya.
“Oke tidak masalah,yang penting bagi saya tidak ada yang curiga akan kejadian tadi kan?”ucap Alex dengan nada bertanya.
Sedang kan Bagas yang mendengar tuannya tidak marah,ia pun menghela nafas lega.
“Sepertinya tidak tuan,mungkin mereka berfikir itu hanya sebuah kecelakaan saja”jawab Bagas lagi.
“Oke”ucap Alex singkat,ia puas akan jawaban Bagas.
Dan saat Alex hendak mematikan sambungan telepon itu,tiba-tiba suara Bagas berhasil menghentikan Alex yang hampir saja mengakhiri sambungan telepon itu.
“Tuan”begitu lah suara yang berhasil menghentikan Alex.
“Iya ada apa?”tanya Alex langsung saat mendengar Bagas memanggilnya.
“Maaf mungkin ini lancang,tapi jika anda menghukum saya,saya tidak akan keberatan,
tapi bolehkah saya tahu kenapa anda memerintahkan saya untuk menjaga nyonya Sherly secara diam-diam”ucap Bagas yang sepertinya sangat penasaran akan niat Alex itu.
Meski pun Bagas takut pada kemarahan Alex,tapi jika berhubungan dengan rasa penasaran ia akan berusaha untuk bertanya kepada Alex.
“Ha...ha.. kenapa?,kamu merasa penasaran,bukannya saya pernah bilang pada kamu waktu itu,rasa penasaran yang berlebihan bisa saja membunuh kamu,jadi saya sarankan agar kamu tidak penasaran akan hal itu”jawab Alex,dengan tertawa yang terdengar seperti ancaman bagi Bagas.
***
Maaf Baru bisa update.
__ADS_1